300 Anggota Marinir AS Mulai Lakukan Evakuasi dan Pelayanan Medis di Nias
Gunung Sitoli (SIB)
Sebanyak 300 anggota marinir Amerika Serikat berada di kapal perang UNSN Mercy didukung dua helikopter Sea Hawk yang mendarat Selasa (5/4) sore, memulai kegiatan evakuasi dan memberikan pelayanan medis.
Para marinir AS tersebut diantaranya 80 orang tenaga dokter ahli bedah dan patah tulang serta para medis, Rabu, memulai kegiatan kemanusiaannya di Nias, satu pulau di tengah Samudera Indonesia yang porak-poranda diguncang gempa berkekuatan 8,7 SR pada malam 28 Maret lalu.
Wartawan ANTARA dari Gunung Sitoli, Rabu sore melaporkan, kehadiran anggota marinir AS itu ikut membantu mempercepat proses evakuasi yang sebelumnya sudah hadir puluhan relawan dari sejumlah negara dan ratusan anggota TNI dan Polri.
Satuan marinir AS itu sebelumnya juga sudah melakukan kegiatan
kemanusian membantu korban gempa di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Alor serta kawasan timur Indonesia.
Kapal UNSN Mercy yang saat berada di kawasan Timur Indonesia juga terlibat kegiatan kemanusian itu diperintahkan komandannya yang bermarkas di Santiago, Kalifornia, itu menuju Pulau Nias.
Selama berada di Nias mereka akan memberikan pelayanan optimal membantu korban-korban yang menderita luka dan patah tulang, yang dirawat di kapal perang UNSN hingga sembuh.
�Kami akan berada di sini (Nias�red) hingga batas waktu yang belum ditentukan,� kata Majere, salah seorang anggota marinir itu, saat berada di posko Satkorlak di Gunung Sitoli.
USNS Mercy berada di Nias Sesuai Kebutuhan
Untuk menuju kapal USNS Mercy harus ditempuh sekitar 15 menit dengan helikopter. Kepala Badan Infokom Sumut yang juga Koordinator Humas Satkorlak Sumut Drs RE Nainggolan MM, bersama Wakil Koordinator Kesehatan Satkorlak Dr Abidin Siregar dan beberapa wartawan !
yang
mengunjungi kapal tersebut meninjau langsung kesiapan personil USNS Mercy untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban gempa di Nias.
Menurut Komandan Kapal USNS Mercy Mc Cally didampingi salah seorang staf Project Hope Gillian Brigham, kapal tersebut untuk sementara waktu dengan 440 personil dapat melayani 50 pasien setiap harinya.
Namun dalam waktu dekat sejumlah tim medis lainnya juga akan dikirim ke USNS Mercy sehingga dapat melayani pasien lebih banyak lagi. Para korban menurut Gillian akan dirawat sampai sembuh.
Sedangkan pelayanan yang diberikan, kata Gillian selain pelayanan kesehatan umum juga operasi. Gillian dan Mc Cally menyebutkan pihaknya siap memberikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa di Nias, dan masyarakat juga dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang disediakan USNS Mercy.
Diterangkan Mc Cally kedatangan mereka ke Nias atas perintah pimpinan AL AS dan pimpinan AL AS mendapat perintah dari pemerintah AS agar se!
gera
berangkat ke Nias memberikan bantuan kesehatan.
�Saat perintah itu kami terima, kami sedang berada di Alor dalam perjalanan pulang ke San Diego dari tugas kemanusiaan di NAD. Begitu kami mendapat perintah tersebut, kami langsung bergerak menuju Nias, dan tiba di Nias, Selasa (5/4) sore,� jelas Mc Cally.
Dikatakan Gillian Brigham, kapal USNS Mercy akan berada di Kabupaten Nias sesuai kebutuhan, sehingga lamanya tidak dapat dipastikan.
Yang pasti baik Gillian dan Mc Cally mengharapkan agar masyarakat Nias memanfaatkan keberadaan kapal USNS Mercy, dan awak kapal akan siap memberikan pelayanan.
Sementara itu salah seorang awak kapal USNS Mercy menginformasikan bahwa, Rabu (6/4) 2 pasien korban gempa masing-masing Petrus Tan anak laki-laki berusia 1 tahun yang menderita radang paru-paru dan Fatelina (38) warga Kecamatan Lolofitu Moi telah dibawa ke kapal USNS Mercy untuk mendapatkan perawatan.
Petrus Tan warga Kecamatan Gunungsitoli dilapo!
rkan
mengalami radang paru-paru sedangkan Fatelina kakinya patah dan beberapa bagian tubuhnya juga mengalami luka-luka serius akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Saat ini kondisi kedua warga korban gempa di Nias itu dilaporkan sudah mulai membaik.
Sementara itu menurut Koordinator Humas Satkorlak Propinsi Sumut Drs RE Nainggolan MM kehadiran kapal USNS Mercy akan sangat membantu Satkorlak dalam penanganan para korban gempa yang luka-luka.
Lebih jauh dikatakannya, pihak USNS Mercy telah melakukan koordinasi dengan Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Sumut untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi korban yang luka-luka.
Sedangkan Wakil Koordiantor Kesehatan Satkorlak PBP Sumut Dr Abidin Siregar mengatakan, tim kesehatan Satkorlak Sumut tidak akan menerbangkan lagi korban luka-luka akibat gempa di Nias ke Medan maupun Sibolga.
Menurutnya saat ini pihaknya berupaya keras melakukan upaya normalisasi dengan bantuan tim-tim medis dan rel!
awan baik
asing maupun nasional.
AKTIVITAS PERBANKAN DI NIAS MULAI NORMAL
Semenara itu aktivitas perbankan di Pulau Nias yang diguncang gempa berkekuatan 8,7 skala Richter perlahan-lahan mulai menggeliat lagi dan para nasabah bisa dilayani secara baik.
Di Kantor Cabang BNI Gunungsitoli, Rabu, pengamatan Antara menunjukkan, para nasabah bisa menarik, menyetor, atau mentransfer dananya sesuai keperluan tanpa kesulitan apa pun.
Wakil Kepala Cabang bank pemerintah itu, Olop T Sinaga, menyatakan, �Sekarang aktivitas di bank ini normal semua. Bahkan kami mengutamakan ATM karena pasti banyak relawan yang memerlukan dana tunai di sini.�
Prioritas aktivitas perbankan di kantornya itu, katanya, juga ditujukan bagi pembayaran gaji para pegawai negeri sipil yang besaran dananya mencapai sekitar Rp3 miliar sementara jumlah nasabahnya lebih dari 5.000 orang dan badan hukum.
Saat gempa terjadi, katanya, memang aktivitas di kantornya sempat lumpuh namu!
n itu
bisa diatasi dengan catu daya dari generator yang memang sejak awal dimiliki kantor itu.
�Sejauh ini hanya kurang dari 200 nasabah yang memerlukan perlakuan khusus karena dokumen perbankan mereka hilang, umpamanya buku tabungan atau kartu ATM. Akan tetapi masalah itu bisa diatasi dengan SOP 5,� katanya.
Prosedur yang dimaksudnya itu serupa dengan yang dilakukan perbankan di Aceh saat tsunami terjadi dimana puluhan ribu nasabah bank-bank kehilangan dokumen perbankan.
Langkah-langkah yang dilakukan bank sesuai dengan prosedur itu adalah memverifikasi kejelasan identitas dan hal-hal lain terkait dengan nasabah yang bersangkutan.
�Banyak nasabah kami yang menarik dananya dalam jumlah cukup untuk keperluan sehari-hari. Kami memiliki dana cukup karena disuplai juga dari Cabang Utama Sibolga,� katanya.
Kelancaran aktivitas perbankan di Nias, katanya, penting sekali untuk menggerakkan perekonomian lokal karena pasar-pasar mulai beraktivitas d!
an
masyarakat memerlukan dana tunai.
Jika Bank BNI di Nias bisa beroperasi normal maka Bank Sumut dan Bank Danamon �dua di antara empat bank yang beroperasi di Nias� tidak demikian karena bangunan kantornya rusak.
Bahkan kantor Bank Danamon mengalami kerusakan parah dan tinggal menunggu rubuh saja sehingga di pintu masuknya dipasang pengumuman bahwa pelayanan belum bisa dilakukan.
Sementara Bank Sumut tidak mengalami kerusakan bangunan yang berarti sehingga dalam waktu dekat bank itu bisa melayani nasabahnya seperti halnya dengan Bank BRI. (B1/Ant/f)
http://www.qsl.net/ab2qv/tsunami.htm
http://www.libertyphonecard.com
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less.
