Mbak Intan dan rekan-rekan semua, Karena email di bawah tidak ada yang menanggapi, ijinkan saya menanggapinya.
Pertama-tama, seandainya mbak Intan dan rekan lain belum bergabung dengan milis beasiswa@, silahkan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Salah satu moderator beasiswa@ adalah Lae Togap yang menerima beasiswa Fullbright. Yang kedua, masalah kekurangan beasiswa mudah-mudahan sudah ditanggapi University of California at San Diego, kalau belum saya harap jangan berkecil hati. Saya tahu 2 orang penerima beasiswa Fullbright yang mendapat pekerjaan tambahan (dan juga uang tambahan) sebagai teaching assistant/research assistant di dalam kampus/sekolah saya SETELAH ybs hadir di kampus. Penerima beasiswa Fullbright setahu saya juga banyak pembatasan untuk kerja di luar universitas. Salah satu dari 2 orang itu akan dibayar $10/jam untuk bekerja di suatu perusahaan selama musim panas. Kebetulan saya ikut menilai lamaran ybs. Akan tetapi, Fullbright advisor melarang dia untuk menerima uang :( Cukup riskan juga untuk menunggu apakah TA/RA bisa didapat setelah mbak Intan hadir di kampus. Pertanyaan saya: Mungkinkah melamar ke sekolah lain dengan biaya total tidak melebihi biaya dari Fullbright? Saya kenal seseorang yang mendapat beasiswa (bukan dari Fullbright) untuk bersekolah S3 di University of Pennsylvania - the Wharton School of Business di Amerika yang merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia. Ia ingin membawa keluarganya ke USA. Karena beasiswanya tidak mencukupi, maka ia memilih untuk mengambil S3 di sekolah yang biasa-biasa saja. Atasan dan rekan-rekan kerjanya justru memuji dan menyatakan bahwa hal itu adalah tindakan yang bijaksana. Yang jelas, kalau mbak Intan sudah mendapat beasiswa BUKAN dari sekolah itu alias dari sebuah lembaga, besar kemungkinan akan diterima sekolah lain. Saya tahu persis salah satu teman saya yang sudah dinyatakan ditolak untuk masuk ke suatu sekolah top. Setelah ia menyerahkan bukti bahwa ia mendapat beasiswa dari isntitusi d luar sekolah itu, maka komite penerimaan mahasiswa baru rapat lagi dan ia dinyatakan diterima. Terakhir, kita harus siap bahwa idealisme dan fakta itu terkadang berbeda. Saya dulu dinyatakan diterima di sebuah sekolah yang cukup keren di Amerika, Tapi sekolah itu tidak memberi beasiswa sesenpun ke saya. Karena sekolah saya cuma modal dengkul doang, akhirnya saya pilih sekolah yang biasa-biasa saja tapi memberi beasiswa ke saya. Semoga sukses! Jabat erat, Ahmad Syamil http://www.clt.astate.edu/asyamil/articles/ Ingin belajar manajemen produksi/operasi? Kirimkan email ke [EMAIL PROTECTED] PS: I will no longer use [EMAIL PROTECTED] Please send your next email either to [EMAIL PROTECTED] OR to [EMAIL PROTECTED] Thanks. -----Original Message----- Subject: Extra Funding for Studying in UCSD From:Indonesian Students in the US on behalf of intan paramaditha To:[email protected] YTH Teman-teman PERMIAS, Saya mencoba membuka website PERMIAS San Diego tetapi tidak berhasil. Karena itu saya mengirimkan e-mail ini ke milis, berharap ada yang menanggapi. Sebetulnya saya masih berada di Indonesia, mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Saya mendapat beasiswa Fulbright untuk mengambil program Master dalam bidang sastra Amerika di UC San Diego, mulai Fall 2005. Saya menghadapi masalah, yaitu uang yang diberikan oleh Fulbright ($30.000 per tahun) tidak mencukupi biaya hidup dan kuliah ($44.000 per tahun). Untuk itu saya harus mencari sendiri kekurangannya ($14.000 per tahun). Saya sudah mencoba memohon diberi kesempatan TA atau research assistantship, tetapi belum mendapat jawaban. Saya ingin tahu apakah PERMIAS dapat memberikan solusi selain TA/ research assistantship, misalnya dengan bekerja di luar universitas atau mungkin beasiswa tambahan. Terima kasih banyak atas perhatian teman-teman. Saya tunggu tanggapannya. Salam, Intan
