ab2qv <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Thu, 14 Jul 2005 23:45:16 -0700
From: ab2qv <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: musibah itu kembali datang... Re: Selamat Jalan Sahabat Iwan Rapei ...
To: [EMAIL PROTECTED]
syafri afriansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:tiada kata lagi yang bisa terucap, selain kepasrahan
pada Allah SWT.
Pagi ini, sekitar 4am, Aisyah, menyusul Ayah dan
adiknya.
berita di www.detik.com
http://jkt2.detiknews.com/indexfr.php?url="">Bukan main itu penyakit! Ternyata virus itu jahat sekali ya. Saya coba telusuri berita dari detik.com yang disarankan ternyata lambat sekali download-nya. Begitu tiba di detik.com diharuskan sign-in (username & password) menjadi anggota Rp.10,000/bulan? Sorry, nggak sempet deh. Mungkin ada berita dari koran, radio dan tv stations lainnya.Anyway saya pakai jalan lain melalui google dan tiba di detikportal.com instead. Saya comot laporan ringkasnya dari portal tsb sbb (laporan lengkapnya hanya bisa didapat melalui sign-in):-----------------------------------------------------------------------------Departemen Kesehatan (Depkes) menduga kuat penyebab kematian keluarga Iwan akibat Flu Burung. Waspada!
----------------------------------------------------------------------------
Komentar saya:DepKes masih MENDUGA (smile and geleng2 kepala). Ya ini penyakit baru di Ina. Kel Iwan Rapei (alumni Syracuse Univ) yang terdiri dari Ayah dan dua anaknya adalah korban pertama dari penyakit baru ini. Pertanyaan saya, mengapa para dokter yang menanganinya tidak segera berburu informasi melalui internet clearing house begitu mengetahui ada symptoms tertentu yang sulit dihentikan atau musnahkan. Bukankah di dalam buku suci kedokteran di Ina tidak/belum ada jawaban thd symptoms tsb. Don't waist your time, doc!Di AS banyak sekali info ttg flu burung ini. Nile viruses dari Afrika adalah salah satu penyebab matinya banyak burung. Marilah kita hentikan korban2 yang lain. Para dokter di Ina dan DepKes perlu mengakses laporan2 kesehatan di internet setiap hari, terutama dari negara2 maju. Sediakan high speed internet access di setiap klinik, rs, dan cabang2 depkes. Konsorsium kesehatan tidak harus menunggu ada rapat/pertemuan saja. Konsorsium dan penelitian harus bergerak cepat. Informasi di internet amat membantu mempercepat penelitian, pencegahan dan usaha penyembuhan. Move on! No more victims!Yang ikut prihatin,w.purwinto
Start your day with Yahoo! - make it your home page
