Salam Persahabatan,
 
Berhubung banyak sekali dari rekan-rekan yang menanyakan keadaan saya setelah hurricane Katrina (terutama, rekan-rekan di tanah air), maka saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai keadaan saya dan saudara-saudara saya di dua negara bagian, Florida dan Mississippi.
 
Ketika Hurricane Katrina dengan kategori 1 tiba di daerah Hallandale dan Aventura (keduanya berada di South Florida), tempat saya selama ini bermukim, saya sudah tidak berada di tempat tinggal saya lagi, lebih tepatnya mengungsi ke rumah teman, berkumpul dengan teman-teman yang lain, dan selama dua hari listrik mati di tempat saya tinggal. Thanks God, saya tidak kekurangan satu apapun begitu pula dengan rekan-rekan lainnya yang tinggal di daerah utara Miami.
 
Sementara itu, sepupu-sepupu saya yang tinggal di daerah Homestead (selatannya Miami, dan juga yang terkena matanya si Katrina), harus bertahan hidup tanpa listrik sampai hari Selasa yang lalu (bukan begitu khan, Masta dan Ihot?) dan satu rekan, Dita, malah lebih naas hidupnya, listriknya baru hidup hari Kamis kemarin, setelah kamar tidurnya hampir ketimpa pohon mangga segede bagong...;( [Dit, Tuhan masih bersama elo tuch..tobat..tobat, man..hehehe...).
 
Untungnya, udah kayak orang Jawa oi..hehehe.., kalau tidak salah, air tetap hidup, jadi paling tidak, kita2 ndak bau lah...;)
 
catatan:
pada hari Sabtu, 27 Agustus 2005, kami, pelajar-pelajar dan alumni-alumni di South Florida, tetap bertekad (setelah mempelajari situasi di daerah Hollywood, FL), untuk mengadakan Malam Pengumpulan Dana bagi Anak-Anak Aceh. Syukur alhamdulillah, semua acara berjalan dengan baik dan saat ini dana yang terkumpul sedang dihitung oleh mbak bendahara kami.
 
Tapi, yang paling menyedihkan sepupu saya yang tinggal di Gulfsport, Mississippi, yang tinggal bersama suami dan satu anak laki balita, serta ditemani oleh satu lagi sepupu saya yang sedang datang kesana dari New York.
 
Setelah selama beberapa hari ini saya mencoba menelepon ke rumah mereka untuk mendapat kabar, akhirnya malam kemarin, sepupu saya menelepon dan menangis tersedu-sedu menceritakan keadaan rumahnya yang sudah rata dengan tanah...;( [yang tersisa hanya salib Tuhan Yesus, kecil dan ringan, yang tidak terusik sama sekali oleh si Katrina kategori 3 or 4 itu].
 
Kini, adik sepupu saya tersebut, tinggal bersama keluarga suaminya di kota Jackson, juga di Mississippi, dan barang yang mereka miliki, tinggal yang melekat di badan mereka saja....;(
 
Semoga hanya sekali di dalam hidup saya, saya dan sepupu-sepupu saya dihantam sekaligus oleh satu hurricane yang datangnya meliuk-liuk mulai dari Miami Utara terus ke Miami Selatan hingga ke Gulfport di Mississippi, dan saya yakin, ini adalah satu tanda "Untuk Kita Renungkan" (begitu kata Ebiet G. Ade), bahwa hanya dalam sekejap, barang-barang yang kita miliki, hilang di telan bencana alam.
 
Semoga berita singkat diatas ini, dapat menenangkan pikiran sahabat-sabahat saya dimanapun anda berada (hmm, emangnya gue mikirin elo, Dhar..hehehe...), dan paling tidak, dari cerita ini, saya sudah berbagi rasa tentang apa yang saya dan sepupu saya alami, dan saya selalu percaya, kepasrahan kita kepada Yang Kuasa dengan tetap tidak lupa untuk tetap melangkah PASTI akan menyelamatkan kita dimanapun kita berada. Amin.
 
"..............
dalam kepasrahan
karangpun tetap tegar
disapa debur ombak yang berbuih
 
melangkahlah......."
 
(Dharma Datubara, Tanah Lot, Bali, 13 Juli 1982)
 
 
salam hangat dari Pantai Selatan Florida,
Dharma Datubara
Ki Ageng Penunggu Pantai Selatan Florida...;)
 
 
 
 
 
 
 
 
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Kirim email ke