amin,...
  ----- Original Message ----- 
  From: edi_ariawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 01, 2007 10:03 AM
  Subject: [Pertashipmuslim] Kisah2 mualaf di USA


  Ba'da salam,

  Saya berfikir daripada mendengar dan atau membaca berita2 tentang kebencian 
teman2 kita yang belum diberi hidayah Allah SWT (seperti foto BAR mirip Ka'bah 
di Mekkah), mungkin kisah2 seperti dibawah ini lebih bermanfaat untuk kita 
pribadi, setidaknya agar menambah ghirah (semangat) untuk lebih mengamalkan. 
jazakallah

  "Quote"

    "Adikku Penyebab Hidayah"      
        Rabu, 26 September 2007  
        Lahir dari keluarga Kristen yang fanatik. Bahkan dikenal sangat 
membenci Islam. Dia mendapati ibunya mengutuk Islam. Justru Allah membukakan 
hatinya


        M. Syamsi Ali



        Beberapa pekan lalu, saya datang ke Islamic Center agak telat. Siang 
itu saya sibuk memenuhi undangan ceramah di beberapa tempat untuk memperingati 
tahun ke enam11 September yang jatuh pada hari Senin tgl 11 September 2007. 
Terasa kelelahan itu karena sehari sebelumnya perhelatan akbar tahunan parade 
Muslim juga berlangsung di kota dunia ini.

        Begitu melalui pintu masuk di resepsionis, nampak seorang gadis 
berambut pirang duduk sambil tersenyum. Barangkali tidak menyangka kalau Imam 
yang dia tunggu itu adalah saya. Maklum pakaian saya memang tidak berbeda 
dengan pakaian kalangan umum. Prinsip saya, pakaian itu bertujuan untuk menutup 
aurat. Maka style dan warna bukan sesuatu yang diatur oleh Islam, selama 
memenuhi tujuannya (menutup aurat).

        Setelah salam kepada resepsionis saya kemudian menengok ke gadis 
tersebut sambil mengucapkan "Good morning!". Dengan ramah dia jawab "Good 
morning!".

        Sebelum saya berlalu resepsionis memberitahu "She is waiting for you!". 
Saya biasanya bercanda. "Really? A girl is waiting for me?".

        Resepsionis kemudian menjelaskan bahwa gadis tersebut ingin mendalami 
Islam lebih jauh. Saya kemudian minta izin ke ruangan saya untuk meletakkan 
buku-buku bawaan dan juga untuk wudhu dan shalat tahiyyatul masjid. Setelah 
semua itu saya lakukan, saya meminta resepsionis untuk mempersilahkan gadis itu 
untuk masuk ke ruang pertemuan Islamic center.

        "Hi, wellcome! Pleasure to have in the Center!" sambut saya. "Oh, thank 
you for your kindness!" jawabnya.

        Sambil berbasa-basi saya menanyakan nama dan asalnya. Dengan ramah dia 
menjawab "Hi, I am Bridget. Bridget Quinn and I am from Dallas", katanya 
melengkapi nama dan asal daerahnya. Pikiran saya langsung mengingat Presiden 
Bush yang tetanggaan dengan Bridget ini.

        "So why you are here then!" tanyaku. Bridget terdiam sejenak, tertunduk 
dan kemudian mengangkat kepalanya sambil menjawab: "Actually I wanted to learn 
Islam. I really want to know it". Saya kembali tanya: "Why Islam is so 
attractive to you?" Sambil tersenyum dia menjawab, "I think I've found 
something that I have been missing it in my life". "What do you mean?" tanya 
saya.

        Dia sepertinya menarik napas panjang, dan kemudian menceritakan panjang 
lebar mengenai keluarganya. 

        Menurutnya, keluarganya itu adalah Kristen fanatik, yang sangat 
membenci Islam. Bahkan tidak jarang, menurutnya, di rumahmnya dia mendapati 
ibunya khususnya mengutuk Islam dan Muslim. Bahkan adiknya satu-satunya yang 
lelaki yang baru tamat SMA itu setengah dipaksa untuk ikut militer agar bisa ke 
Iraq berperang. Menurutnya lagi, dalam persepsi ibunya, berperang di Iraq itu 
sama dengan berperang melawan Islam dan Muslim.


        Adiknya betul dikirim ke Iraq. "But every thing changed since then. My 
brother sent me a lot of emails every day, talking about Islam and Muslims". 
Karena saya menyangka adiknya masuk Islam, saya Tanya, "So your brother 
embraced Islam?". "No, no! He is only amazed by the teaching and its people", 
jawabnya.

        "So what he said?" tanyaku sebagai pancingan. "He told me that the more 
he read about the teaching, the more he is attracted into it. So he recommended 
me some websites to read and I did". Tambahnya lagi: "And yes, the more I read 
about Islam, the more I believe that this what is missing in my life".

        Saya mencoba menangkap pikiran dan perasaan Bridget, dan nampak bahwa 
sesungguhnya dia sudah yakin akan kebenaran Islam. Hanya saja, dia masih 
menyimpan rasa khawatir jika informasi yang dia dapatkan itu ternyata tidak 
benar. Dan kehadirannya tidak lain adalah untuk semata konfirmasi.

        "So, in your opinion, Islam is really some thing that you need in your 
life?", tanya saya. "Yes, I am sure about that", jawabnya tegas. "How do you 
think your mom will react if she knows that you learn Islam", saya mencoba 
kembali memancing. Ternyata tekadnya sudah bulat. "I don't care. I think I am 
quite matured to decide things in my life", tegasnya.

        Melihat kebulatan niatnya itu, saya langsung tanya: "So if I ask you to 
be a Muslim, are you ready?". Tanpa ragu-ragu dia jawab: "Yes. I think this 
will be the most important decision I have ever taken in my life".

        Saya meminta resepsionis untuk mencari dua saksi. Alhamdulillah, 
disaksikan oleh dua saksi siang itu menjelang shalat Zuhur, Bridget resmi 
mengambil Islam sebagai jalan hidupnya. Allahu Akbar![www.hidayatullah.com]

        "Unquote"
       

<<printButton.png>>

<<emailButton.png>>

Kirim email ke