Beternak Perkutut yang Efisien dengan Mempersiapkan Indukan Hasil
Ternakkan Sendiri Sangat Penting untuk Perbaikan Genetis Oleh A. Ilyas.
drh., MSc., PhD.

        Pola beternak unggas, ikan maupun anjing di Indonesia masih dilakukan
tanpa rencana pembiakan yang terarah sehingga hasil yang didapat sangat
sulit diprediksi.  Umumnya para peternak menyilang sembarangan tanpa
rencana inbreeding yang terarah untuk perbaikan mutu, hasil ini terlihat
dari banyaknya anakan yang bermutu jelek dan tanpa ciri breeder yang
spesifik dari hasil ternakannya.  
        Cara paling gampang yang dilakukan para peternak adalah mencoba-coba
atau meniru peternak lain yang telah berhasil dalam menyilangkan
ternaknya.  Bila pasangan tersebut dijual maka sang peternak akan sangat
kerepotan untuk mengganti pasangan kandangnya yang telah dijual tadi.
        Kiat pertama dalam menyilangkan ternak terutama ayam aduan saya selalu
mengganti indukan atau pemacek dengan kriteria genetis yang lebih baik
dari pada pejantan yang sebelumnya, juga hal yang sama saya lakukan
terhadap babon yang saya miliki sehingga apabila pasangan tersebut saya
jual maka saya sudah punya pengganti dari pasangan yang saya lego
tersebut dengan pasangan baru yang memiliki genetis yang pasti lebih
baik dari pada pasangan yang dijual sebelumnya.
        Kiat kedua dalam beternak saya adalah menyilangkan suatu ayam atau
burung dengan genotipe atau phenotipe yang mirip sehingga saya dapat
meramalkan hasil yang akan saya peroleh dan sudah barang tentu hasil
yang didapatkan akan lebih seragam dengan metoda ini.  Untuk ayam maupun
perkutut, genotipe maupun phenotipe yang harus diperhatikan tidaklah
serumit anjing.  Untuk ayam aduan hal penting yang harus diperhatikan
adalah kwalitas pukulan dan tarungan sedangkan besar ukuran badan dan
bertuk badan dapat kita nomer duakan, begitu juga halnya dengan perkutut
yang hanya mementingkan jenis suara.  Untuk pembiakan anjing, hal yang
harus diutamakan atau diperhatikan sangat banyak, sehingga saya menilai
breeding anjing jauh lebih sulit dari pada breeding ayam maupun
perkutut.  Untuk anjing kita mempunyai standard tubuh yang dipengaruhi
oleh banyak gen belum lagi tipe berjalan dan karakter sang anjing yang
mulai banyak menurun disebabkan seleksi yang salah waktu inbreeding.
        Kiat ketiga adalah menyiapkan kandang-kandang dari indukan kita yang
harus terdiri dari beberapa generasi yang dihasilkan dari ternakan kita
sebelumnya.  Jadi sangat perlu disiapkan blok kandang untuk indukan
pertama, blok F1 sampai F3, istilah F1 adalah filial 1 atau turunan
pertama dan seterusnya. Jadi saya tidak akan langsung membuat atau
memenuhi seluruh kandang saya dengan indukan pertama, yang dimaksud
indukan pertama adalah suatu silangan yang tidak ada inbreed-nya pada
kedua belah pihak. Apabila Anda sudah mulai menata seluruh kandang dan
sudah mulai mengamati hasil dari pada silangan yang dihasilkan maka Anda
sudah mulai mengerti isifat indukan yang Anda punyai termasuk sifat mana
yang dominan dan resesif dalam silangan Anda sehingga perbaikan yang
dinginkan akan mudah dapat di rencanakan diantara ternak anda.
        Beternak adalah suatu seni yang membutuhkan waktu yang sangat panjang
untuk mendapatkan hasilnya, tetapi ada beberapa peternak yang ingin
dengan mudah melakukan hal yang sangat sulit ini.  Dengan jalan pintas
Anda dapat juga menghasilkan ternak yang berkwalitas.  Pertama dengan
membeli pasangan dari suatu kandang yang beken dan hasilnya sudah
bagus-bagus. Kedua melakukan silangan sembarang sebanyak banyaknya, bila
Anda mempunyai modal yang kuat hal ini dapat Anda lakukan dengan membeli
materi yang bagus-bagus sebanyak mungkin.  
        Kelemahan perlakuan pertama adalah bila salah satu induk atau pejantan
mati maka mutu hasil ternak Anda menurun drastis, sedangkan kelemahan
yang perlakuan kedua adalah hasil ternak yang Anda hasilkan mempunyai
variasi genetis yang sangat banyak.  Variasi genetis yang sangat banyak
ini akan menghasilkan mutu yang tidak akan seragam, sehingga banyak
perkutut murahan yang keluar dari persilangan ini. 
        Untuk cara pintas yang kedua biasanya tidak akan bertahan lama, umumnya
para peternak akan putus asa dan berhenti beternak dalam waktu kurang
dari sepuluh tahun.
        Dalam perbaikan mutu genetis dari ternak yang kita biakkan, inbreeding
adalah jurus ampuh yang dapat kita gunakan dengan memperhatikan bahwa
sifat gen yang berbeda atau heterosis membawa perbaikan stamina hewan
yang kita silang.  Selain itu salah satu hal yang sangat penting sekali
harus diperhatikan atau harus diingat selalu adalah sifat genotipe dan
phenotipe dari ternak yang dihasilkan, jadi sebaiknya jangan melakukan
silangan yang terlalu banyak dan Anda tidak dapat menghafal hasil dari
seluruh kandang yang Anda miliki. 
        Anda dapat menambah kandang Anda sesuai dengan kemampuan atau daya
ingat yang anda miliki.  Sekali lagi, ilmu breeding dan breeding itu
sendiri membutuhkan perhatian dan kesabaran yang luar biasa tinggi, saya
tidak yakin bila hal ini atau tugas ini dapat Anda limpahkan kepada
orang lain.
        Hasil dari penerapan ilmu breeding ini sudah dapat diamati pada salah
satu peternak perkutut di Surabaya yang telah saya bina mulai tahun
medio 1997.  Hasil binaan saya selama delapan bulan (yang pada mulanya
banyak disangsikan oleh para kung mania karena saya sama sekali tidak
mengerti suara perkutut) telah menghasilkan anak-anak dengan variasi
genetis sangat rendah.  Kombinasi ini telah menghasilkan delapan ekor
anak dengan kwalitas yang hampir sama atau sangat merata.  Padat saat
ini peternak tersebut sudah mempunyai satu kombinasi indukan dan
pejantan yang sangat istimewa (peternak tersebut mengatakan silangan
suara mewah dengan mewah dan peternak ini terus membuat kombinasi mewah
dengan mewah yang lainnya) sehingga anakan dari kandang tersebut pasti
akan sangat istimewa dalam mutu suara dan juga mempunyai simpangan
genetis yang rendah atau dengan kata lain semua anakan dari kandang
tersebut sangat istimewa dan merata.  Salah satu anakan kandang ini
sudah berada dalam tangan salah satu pakar perkutut yang sering mendapat
urutan 10 besar di Indonesia, mari kita tunggu tanggal mainnya dan juga
dengan peternak ini saya berharap kita akan punya tipe perkutut dengan
ciri yang khas indonesia dan tidak selalu berkiblat ke Bangkok, seperti
juga dalam membiakan ayam aduan yang saya tekuni saat ini dengan hasil
anakan yang jauh lebih baik dari ayam import. Hasil biakan saya sudah
mulai terbukti dan diakui di arena ayam aduan di Jawa timur.    
 
  

Penjelasan secara genetika tentang breeding patah vs patah dan ramalan
hasil silangan

        Breeding perkutut maupun ayam aduan di Indonesia masih dilakukan
dengan coba-coba tanpa dasar teori yang jelas sehingga hasil anakan yang
dihasilkan masih kalah jauh dari perkutut dari Bangkok yang sudah
menerapkan ilmu breeding pada ternak mereka.  Dengan cara coba-coba
seperti ini sulit memprediksi anakan yang akan dihasilkan.  Peternak
yang sudah mengerti ilmu breeding akan terus mempertahankan darah
kandangnya yang akan memberikan ciri khas tersendiri terhadap produk
atau ternak mereka.  Selain itu dengan konsistensi ini para peternak
akan lebih mudah memperbaiki kekurangan genetis ternaknya dengan mudah.
        Salah satu pembiak yang terkemuka adalah alm. Sonya pembiak anjing
dobermann orang Belanda kelahiran Ambon, almarhumah sangat konsisten
dengan darah anjing yang dibiakan dan menghasilkan banyak juara dunia
dari kennel von Frankenhorst.
        Pembiakan anjing, ayam aduan maupun perkutut mempunyai prinsip sama. 
Prinsip pembiakan ini pertama kali di ungkapkan oleh George Mendel
seorang pastur Austria yang hidup pada tahun 1822-84.      
        Teori breeding yang ditemukan oleh Mendel dapat menerangkan bagaimana
atau kenapa patah dikawinkan dengan patah dapat menghasilkan tidak
patah.  Hukum Mendel terdiri dari 4 point penting.  Pertama, hukum
karakter unit yang indipendent, sifat atau penampilan warna, tinggi dan
lain lain diturunkan  secara terpisah dan indipendent.  Kedua, hukum
segregasi, tubuh atau bakal sel mengandung sepasang unit karakter dan
ketika gamet terbentuk hanya mendapat separuh dari unit karakter. 
Ketiga, hukum dominan, individu mempunyai sepasang faktor yang
menentukan sifat (gen) yang masing-masing mendapat separuh dari induk
dan pejantan, bila sifat ini berbeda disebut heterozigot. Sifat yang
timbul atau tampak pada individu yang mempunyai gen heterozigot disebut
dominan dan sifat resesifnya tidak timbul atau tidak kelihatan.  Sifat
resesif akan timbul apabila sifat yang dominan atau yang menutupinya
tidak ada.  Keempat, hukum kombinasi bebas atau acak, yang mengatakan
sepasang karakter diturunkan secara indipent, teori ini telah diperbaiki
dengan ditemukannya beberapa gen yang terkait satu dengan lainnya.
        Berdasarkan teori ketiga diatas saya akan mencoba menjelaskan bagaimana
terjadinya patah dikawin dengan patah akan menghasilkan anak yang tidak
patah.  Bila sepasang burung perkutut dikawinkan maka telur dan sperma
akan mendapat masing-masing separuh dari pasangan gen yang dipunyai oleh
induk dan pejantan tersebut.  Bila kedua induk dan pejantan homozigot
dan mempunyai gen patah maka semua anak yang dihasilkan akan patah
(lihat diagram 1.).  Berikutnya apabila salah satu induk atau pejantan
mempunyai gen homozigot patah maka semua anak yang dihasilkan juga sama
dengan yang pertama tadi (lihat diagram 2.) Ketiga bila keduanya
mempunyai gen yang hetorozigot maka anak yang dihasilkan 75% patah dan
25% tidak patah(lihat diagram 3.).  Demikianlah analisa tentang genetika
patah yang ada pada perkutut.
        Untuk mengetahui apakah perkutut yang anda miliki homozigot ataukah
heterozigot diperlukan pemantauan dari pejantan dan induk dari burung
tersebut.  Apabila burung yang tidak patah dikawinkan dengan yang tidak
patah menghasilkan suara patah, hasil ini pasti heterozigot, sedangkan
bila heterozigot patah dikawin dengan heterozigot patah akan
mengeluarkan anak yang homozigot patah(PP) 25%, heterozigot(Pp) patah
50% dan tidak patah(pp) 25%.  Jadi hasil perkawinan patah dengan patah
dan mengeluarkan anak patah sebaiknya dibuang, jangan coba-coba untuk
dibiakan sebabnya bila anda memilih patah yang homozigot maka semua
anaknya akan patah walaupun salah satu induk atau pejantannya tidak
patah.    


A.Ilyas. drh., MSc., PhD.
Nutritionist & Breeding consultant
Membantu anda dalam menghasilkan ternak idaman dengan efisiensi tinggi

Pucang Indah Blok F-1
Sidoarjo
Tel: 031-8962536/8945162
Fax:031-8945162

  Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke