Salam sejahtera !
At 15:01 14-06-2000 +0700, Justinus Benny Kusuma wrote:
>Akhirnya anjing saya mati hari Selasa pagi jam 2.45 setelah saya tunggui
>terus dari jam 8 malam... hiks sedihnya.
Anda masih bersedih ? Tidak apa....perasaan ini merupakan tanda bahwa
kebersamaan yang telah dilewati merupakan sesuatu yang tidak tergantikan.
Ini adalah saat, ketika kita merasa mempunyai hak untuk bersedih, bahkan
kalau perlu dengan menyertakan kemarahan untuk mempertahankannya.
>Waktu saya bawa pulang dari
>klinik hewan, saya sudah merasa umur anjing saya tidak panjang lagi,
>tapi saya masih berharap supaya bisa sembuh,
Adakah mereka akan kita temui lagi ? Secara pribadi saya meyakini hal ini.
Namun untuk tiba pada 'keyakinan' ini, saya musti mengalami belasan kematian
dan kesedihan. Itulah saat-saat, ketika kita menyesali betapa kurangnya
perhatian yang kita berikan, ketika ia hanya bisa mengharapkan dalam
batinnya bukan dengan merengek minta perhatian.
>Berhubung dia itu tinggalnya di dalam rumah, jadi kita sekeluarga merasa
>sangat kehilangan,
Sejak kecil, saya sudah serumah dengan anjing. Sekarang saya sering berpikir
apakah mereka yang menjadi mirip dengan saya atau sebaliknya.... :)
Ini hal normal, karena sesama makhluk hidup akan saling mempengaruhi, saling
menyediakan tempat dan perhatian dalam dirinya untuk yang lain. Dengan
keadaan ini kita bisa mencoba mengerti apa yang dimaksud yang lain, hanya
melalui bahasa batin.
>soalnya prosesnya sangat cepat,
Demi kebaikannya, lebih cepat adalah lebih baik.
>Sekarang dia sudah dikubur di halaman rumah, dan dikasih kembang-kembang
>sedikit.
Sebisa mungkin, saya mengusahakan untuk menguburkan sendiri, walau
sesudahnya tangan menjadi lecet dan otot menjadi ngilu. Tapi apalah arti
semua itu, dibandingkan kehilangan satu jiwa.
Pesan cerita adalah: sayangilah sesamu -makhluk hidup- seperti menyayangi
dirimu sendiri. Dan lakukanlah ini sebesar mungkin selama kita hidup, karena
menyayangi dan mengasihi adalah salah satu sifat ketuhanan, yang
diberikan-Nya pada kita....
Dayan
di Palembang
NB: mbok ya saya jangan dipanggil Bapak, tho....Apa karena bahasa saya
terlalu resmi, ya ?!
Kunjungi Website http://pet.indoglobal.com
Partisipasi anggota milis PET sangat dinantikan !
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]