----- Original Message -----
Sent: Monday, July 17, 2006 1:34 PM
Subject: [pirus] Re: Mohon maaf....
Waduh bos, menurut saya itu pengalaman rohani
yg baik sekali bos...
sewaktu sampean pulang, saya sempet kepikiran
khawatir
krn perjalanan masih jauh, saya takut sampean
dijalan "ngelamun" ato "ngelangut"
alhamdulillah "diselamatkan" dg kejadian
itu...
ya sudah bos, memang sdh jalannya
mungkin belum waktunya ajah...
saya sendiri bisa merasakan,
krn saya mungkin dianggap "diposisi" sentral
yah
mo ga mau saya "disorot"
jadi berasa kehati juga lah
terima kasih buat temen2 yg tetep mengingatkan
kita2 utk tetep semangat
dan dibuat "happy" ajah, yg penting tetep
tawadhu tawakal... spt Ustad TM bilang
ga panjang lebar..
saya pribadi juga memohon maaf
sedalam2nya
Dear all,
Menyambung surat dari Om Kukuh dibawah, sejujurnya saya beranikan diri
meminta maaf kepada rekan - rekan comunitas Pirus atas
ketidak mampuan saya untuk memberikan sumbangsih terhadap kemenangan team
Badminton Pirus.
Saya akui performance saya malam itu sangat - sangat buruk, hal yang
sepatutnya ga' saya lakuin. Saya merasa bersalah udah membuat
rekan - rekan kecewa, tapi kalau saya boleh bilang saya pun merasa
teramat sangat kecewa. Waktu pulang, diatas motorpun terus saya
pikirkan hal itu sampai pada akhirnya saya merutuki diri sendiri dan
merasa bahwa hari itu adalah hari sial saya n menyesali keadaan
tersebut, kenapa ya Tuhan ga mo menolong saya ( kebetulan dalam hari
itu saya mengalami hal - hal yang membuat mood saya jadi terganggu )
yang didalam agama seharusnya ga' boleh kita lakukan ( benar ga Ustadz
TM ?)
Tapi ada satu kejadian kecil yang membuat saya jadi sedikit
"tercentil", yaitu pada saat sampai didepan Univ. Negeri Jakarta, tiba
- tiba rantai motor saya terputus mendadak, dan untungnya dibelakang saya
tidak ada kendaraan lain. Waktu itu saya bingung juga karena keadaan
saat itu sepi sekali sedangkan jarak ke rumah masih jauh ( +/- 5
KM ). Tapi Alhamdullilah, ternyata ada seorang pemulung yang membawa
sepeda yang mau berbaik hati mengerek motor saya dengan tambang memakai
sepeda. Tapi karena saya ga tega juga melihat bapak tersebut kelihatan cape
banget (saya juga s4 gantian genjot sepedanya, dan emang cape,
karena harus membawa beban motor), akhirnya saya minta setop aja dengan
alasan rumah saya udah dekat (padahal masih jauh). Trus pada saat saya
mengeluarkan dompet tuk memberikan sedikit uang lelah, bapak tersebut
menolak dan mengatakan bahwa itu memang sudah kewajiban sesama umat Islam
untuk saling menolong, walapun pada akhirnya tetap saya paksakan untuk
menerima uang tersebut. Subhanallah...
Akhirnya saya melanjutkan perjalanan pulang sambil menuntun motor saya
( lumayan juga fitness gratis ). Ga lama saya ketemu dengan gerombolan anak
muda yang lagi nongkrong. Ada yang tanya saya kenapa motornya
didorong, apa karena kehabisan bensin. Tapi karena kondisi saya
cape banget campur dongkol, saya hanya menjawab sekenanya aja
sambil tetep nuntun sepeda motor saya. Ga lama kemudian, ada satu orang
yang pake motor juga menyusul motor yang kebetulan karna jalan turunan
saya naikin, dan tiba-tiba aja anak muda ( kaya gw udah tua aja
ya) tersebut sudah mendorong motor saya pakai kakinya yang ditaruh
diknalpot motor saya. Motor saya terus didorong sampai akhirnya saya sampe
didepan rumah. Tapi lagi - lagi, pada saat saya akan mengeluarkan dompet,
anak muda tersebut menolak dan mengatakan cuma mau menolong aja dan langsung
pergi. Subhanallah, saya cuma jadi malu sendiri karna dari
tadi sepanjang perjalanan saya cuma ngedumel aja menyesali nasib.
Padahal sebenarnya pertolongan Tuhan itu deket banget. Coba kalo saya ga ada
yg mo nolongin, trus terpaksa sepanjang 5 KM saya harus menuntun
motor......
Maka dari itu, pada akhirnya saya berpikir bahwa kekalahan saya atas
pemain safir emang udah terjadi. Saya harus bisa menerimanya. Dan yang
terpenting berusaha agar kedepannya bisa menjadi motivasi kita buat
bertambah maju...
Untuk itu saya juga sependapat dengan Kukuh semoga perjuangan saat ini
bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang meraih apa yang kita
inginkan. Amien...
Notes : Ryan juga nitip salam meminta maaf karena tidak bisa memberikan
yang terbaik, karna hari ini dia cuti dan tidak bisa membuka internet. Sory
juga kalo isi "makalah" nya kepanjangan.....
RAKA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
=
Yth & yang slalu dimuliakan Allah SWT para warga
serta Player
badminton Pirus....
= Dengan kerendahan hati yang diselimuti rasa
malu
serta rasa penyesalan yang dalam karena kami selaku
anak warga
belum dapat memberikan kontribusi dalam
bentuk fisik & material
dalam perjuangan diarena
Badminton mengingat kemampuan yang kami miliki
belum
maksimal.
= Perjuangan player badminton dan strategi
pelatih
untuk memenangkan setiap permainan merupakan
sumbangsih
maksimal yang telah diberikan, namun dewi
fortuna belum dipihak
kita.
= Kami berdoa & berharap semoga perjuangan saat
ini
bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang untuk
meraih apa
yang dicita - citakan...,
amin.
__________________________________________________
Do
You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection
around
http://mail.yahoo.com
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo!
Small Business.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Kirim email : [email protected]
Website : ---dream works project---
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---