Bay......bagus banget isi e-mailnyee....
Nyang begene ni..nyang enakan di baca ...dah.
kayaknyeeee...adeeem banget gituu...
:)

nyang laen ada yang posting kayak gene gak?....
"Raka" Bisa Gak?.
.
.







On Tue, 18 Jul 2006 14:44:35 +0700
  "bayu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> 
> TUJUH PINTU NERAKA
> 
> Oleh: Ahmad Fahmi Al-Jufri
> 
> "Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu 
>di huni
> (sekelompok
> pendosa yang ditentukan)" (Qs al Hijr :44)
> 
> Diriwayatkan dalam Anwar Nu'maniyah dan Biharul Anwar 
>bahwa ketika Jibril
> turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya 
>untuk menjelaskan
> kondisi neraka. Jibril menjawab: "Wahai Nabi Allah, 
>sesungguhnya di dalam
> neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu 
>sejauh tujuh puluh
> tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang 
>lain, nama-nama pintu
> tersebut
> adalah:
> 
> 
> 1.        Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini 
>untuk kaum munafik
> dan kafir.
> 2.        Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang 
>menyekutukan Allah.
> 3.        Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah 
>api).
> 4.        Lazza, pintu ini untuk setan dan para 
>pengikutnya serta para
> penyembah api.
> 5.        Huthamah (menghancurkan hingga 
>berkeping-keping), pintu ini
> untuk
> kaum Yahudi.
> 6.        Sa'ir (arti harfiahnya: api yang 
>menyala-nyala), pintu ini untuk
> kaum kafir.
> 
> Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, 
>Jibril  terdiam. Nabi saw
> 
> meminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril 
>pun menjawab: "Pintu
> ini untuk umatmu yang angkuh"; yang mati tanpa menyesali 
>dosa-dosa mereka.
> Lalu,  Nabi saw mengangkat kepalanya dan begitu sedih, 
>sampai beliau
> pingsan. Ketika siuman beliau berkata: "Wahai jibril, 
>sesunggguhnya engkau
> telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat.  Akankah 
>umatku masuk Neraka?"
> 
> Kemudian Nabi saw mulai menangis. Setelah kejadian itu, 
>beliau tidak
> berbicara dengan siapapun  selama beberapa hari, dan 
>ketika sholat beliau
> menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.  Karena 
> tangisannya ini,
> semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: 
>"Mengapa beliau
> begitu berduka?" Namun beliau tidak menjawab.
> 
> Saat itu, Imam Ali as sedang pergi melaksanakan satu
> misi, maka para sahabat
> pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita 
>syurga, Sayyidah
>Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan 
>pada saat itu Sayyidah
>Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat 
>"Padahal
> kehidupan
> akhirat itu lebih baik dan lebih kekal" (al-A'la:17). 
>Para sahabat pun
> menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saw). Setelah 
>mendengar semua itu,
> Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya 
>(cadur) yang memiliki
> dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. 
>Salman al-Farisi
> yang
> hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah 
>melihat jubah
> Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: " Aduhai! Sementara 
>putri-putri kaisar
> dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas 
>singgasana emas, putri Nabi
> ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai".
> 
> Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan sang ayah, 
>Ia
> melihat
> keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para 
>sahabatnya, kemudian ia
> berkata: "Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah 
>melihat jubahku yang sudah
> penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan  yang 
>telah
> memilihmu
> menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki 
>satu helai pakaian
> di rumah
> kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan 
>pada waktu
> malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan 
>kulit dengan
> daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah 
>Salman dan berkata
> "Apakah engkau memperhatikan dan mengambil
> pelajaran?"
> 
> Sayyidah Fathimah az-Zahra  melihat -karena tangisan 
>yang tidak terhenti-
> wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. 
>Sebagaimana yang di
> ceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk 
>telah menjadi basah
> dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada 
>ayahnya, semoga hidupku
> menjadi tebusanmu, "Mengapa Ayahanda menangis?" Nabi saw 
>menjawab, "Ya
>Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, karena 
>sesungguhnya Jibril
> telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang 
>menggambarkan kondisi neraka.
> Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu 
>mempunyai tujuh puluh ribu
> celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti 
>mati dari api, dan
> setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab".
> 
> Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau 
>berseru,
> "Sesungguhnya
> orang yang dimasukkan kedalam api ini  pasti menemui 
>ajal". Setelah
> mengatakan ini beliau pingsan. Ketika siuman,  beliau as 
>berkata, "Wahai
> yang terbaik dari segala mahluk,
> siapakah yang patut mendapat azab yang
> seperti itu?" Nabi saw menjawab, "Umatku yang mengikuti 
>hawa nafsunya dan
> tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa 
>bila dibandingkan
> dengan azab-azab yang lainya.
> 
> Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saw 
>menangis dan meratap,
> "Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan 
>perbekalan sangat
> sedikit". Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, 
>"Aduhai seandainya
> ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar 
>tentang azab ini",
> Ammar bin Yasir berkata, "Andaikan aku seekor burung, 
>tentu aku tidak akan
> ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab". Bilal yang 
>tidak hadir di sana
> datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita 
>itu, Salman
> menjawab, "Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita 
>akan mendapat pakaian
> dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan 
>kita akan diberi
> makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka). Masihkah 
>kita memandang remeh
> ancaman siksa neraka? Atau biarkan diri kita lalai dan 
>sibuk dengan
> kesenangan dunia yang sementara ini?
> 
> 
> Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small 
>Business. 
> 
> 
> 
========================================================================================
Netkuis piala dunia segera berakhir pada tanggal 14 juli 2006, segera kumpulkan 
poin di http://netkuis.telkom.net/pialadunia


========================================================================================
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Kirim email : [email protected]
Website : ---dream works project---
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke