|
Koboi Jalan Tol Ditangkap
TANJUNG
PRIOK, WARTA KOTA--Kasus penembakan ala koboi di jalan tol bandara terungkap
sudah. Pelakunya ternyata seorang tentara berpangkat kapten yang tinggal di
kawasan elite, Menteng, Jakarta Pusat. Tersangka
pelaku Kapten (Inf) Batara Bulo (28) ini diamankan oleh Polisi Militer Kodam
(Pomdam) Jaya. Meski tinggal di daerah Menteng, Kapten Batara sehari-hari
bertugas di Batalyon Infanteri Raider 500 Brawijaya, Jawa Timur. Kapten Batara
berada di Kasat
Reskrim Polrestro Jakarta Utara Kompol Andri Wibowo yang dikonfirmasi Rabu
(2/8) malam mengakui tersangka sudah tertangkap oleh tim gabungan Polrestro
Jakut dan Pomdam Jaya. "Kami tetap bersikap profesional dan menghargai
koridor hukum. Karena yang berwenang Pomdam Jaya, tersangka masih ditangani
Pomdam," kata Andri. Secara
terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana
enggan menjelaskan kronologi penangkapan anggota TNI tersebut. Ia juga menolak
menjelaskan peran Polri dalam penangkapan ini. "Kalian ngerti hukum gak
sih? Kalau yang menyelidiki TNI ya tanya saja ke POM, bukan ke saya,"
ujarnya dengan nada emosi. Aksi main
tembak ala koboi terjadi Jalan Tol Bandara Soekarno-Hatta Jumat 21 Juli 2006
malam hari. Korban penembakan adalah Dadang Sunandar (21) yang kini dirawat di
RS MMC, Kuningan. Dadang merupakan karyawan perusahaan ekspedisi, FIN
Logistics. Dadang yang tinggal di Kampung Maja RT 13/04, Ciboga, Mobil
Dadang sebenarnya sudah menyalip namun dikejar dan dipotong oleh mobil Kapten
Batara, tak jauh dari gerbang tol Kapuk, Jakarta Utara. Setelah memaki-maki,
Batara mencabut pistol dan menembakkan ke arah kaca tengah sebelah kanan
Espass. Seperti tidak terjadi apa-apa, Batara menuju mobilnya dan tancap gas
setelah melepas tembakan. Padahal, peluru dari pistol Batara mengenai perut
Dadang yang duduk di bagian tengah mobil. Dadang
dilarikan ke Rumah Sakit Pluit, Penjaringan. Namun karena ruang perawatan di
ICU RS Pluit penuh, Dadang dilarikan ke RS MMC, Kuningan. Hingga kemarin,
kondisi Dadang semakin membaik. Aparat kepolisian lebih terarah dalam
pengungkapan kasus ini karena rekan-rekan Dadang bisa mengingat nomor mobil
yang dipakai Kapten Batara. "Polisi pula yang kali pertama mengetahui
bahwa tersangka sebagai anggota TNI aktif. Karena kasus masuk dalam koridor
hukum militer, kami bekerja sama dengan Pomdam untuk tindakan selanjutnya,"
ungkap Andri. Satu hal,
saksi masih ragu apakah kendaraan yang dipakai Kapten Batara benar-benar Mercy
A-140 ataukah kendaraan sejenis dalam hal ini Honda Jazz. Ketika diselidiki,
tim Pomdam memastikan bahwa tersangka mengendaran Mercy A-140 dan bukan Honda
Jazz. Ternyata mobil tersebut beberapa kali pindah tangan. Kepala
Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Iran Saepudin mengatakan bahwa pihaknya
mulai ikut terlibat dalam penyelidikan begitu kasus ini ditayankan televisi
pada Sabtu 22 Juli 2006. "Begitu muncul dugaan pelakunya anggota TNI, kami
melakukan penelusuran. Kami mendapat informasi bahwa tersangka sedang mengikuti
pendidikan di Pusat Pendidikan Bahasa (Pusbasa) TNI Pondok Labu," katanya. Setelah
mendapatkan informasi tersebut, tim Pomdam Jaya kemudian melakukan koordinasi
dengan polisi untuk penangkapan Kapten Batara yang akhirnya diamankan di Pomdam
Guntur. "Jadi, itu murni hasil kerja keras kami. Dia masih dalam
pemeriksaan intensif," tegasnya. Kini, Pomdam tinggal menyelidiki senjata
api yang dipakai menembak. Sebab, tersangka belum mengakui sebagai pelaku
penembakan. "Tapi kami sudah memiliki saksi di lokasi kejadian dan bukti
yang kuat. Ia saat ini masih dalam pemeriksaan kami dan ditahan," katanya. Kapten
Barata sedang mengikuti pendidikan bahasa Inggris di Pondok Labu sebelum
sekolah ke Inggris. Berdasarkan peraturan, peserta pendidikan harus menyerahkan
senjatanya ke kesatuan. "Kami juga sedang menyelidiki pengakuan rekan
seangkatan tersangka di Pusbasa yang menyebutkan tersangka pernah menunjukkan
benda menyerupai pistol. Pistol itu yang sedang kami telusuri," ujar
Kolonel Tersangka
juga mengaku bahwa mobil Mercy merah miliknya telah dijual ayahnya sebulan
lalu. "Tapi setelah diselidiki, ternyata BPKB kendaraan itu masih ada di
perusahaan leasing. Mana mungkin ada orang yang mau membeli mobil tanpa
BPKB," katanya. Lantas
dimanakah Kapten Batara ditangkap? Awalnya muncul informasi bahwa tentara ini
ditangkap di kawasan elit di Menteng, tepatnya di Jalan Sumatera No 19 A, Gondangdia,
Menteng. Rumah besar tersebut terkesan mewah dan selalu dijagai orang berbadan
tegap dan berambut cepak. Sejumlah
warga yang tinggal di sekitar rumah tersebut mengaku pernah melihat
penangkapan. Ketika akan ditangkap, tersangka juga sempat memberontak dengan
mempertanyakan Tapi
Kolonel I Riansah Abbas Osman Ramli Satrio & Rekan Deloitte.____________________________________________________________________ CONFIDENTIALITY: The information contained in
or attached to this electronic transmission is confidential and may be legally
privileged. It is intended only for the person or entity to which it is
addressed. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that
any distribution, copying, review, retransmission, dissemination or other use
of this electronic transmission or the information contained in it is strictly
prohibited. If you have received this electronic transmission in error, please
immediately contact the sender to arrange for the return of the original
documents.
This message (including any attachments) contains confidential information intended for a specific individual and purpose, and is protected by law. If you are not the intended recipient, you should delete this message and are hereby notified that any disclosure, copying, or distribution of this message, or the taking of any action based on it, is strictly prohibited.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ *** Utk menghemat bandwith hapus attachment yg tdk berguna *** Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Website : ---dream works project--- Friendster : -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- |

