-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yosep susanto
Sent:
Tuesday, August 15, 2006 2:45 PM
To: [email protected]
Subject: [pirus] Re: Fwd: [FW][iluni-mmui] Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya

 

Salam untuk Warga Pirus,

Saya hanya sedikit memberikan opini saja, saya cuma manusia biasa yang masih jauh dari pada keimanan....

Rejeki datang nya semata-mata dari Alloh, satu hal yang harus di ingat bahwa sejauh Om Eko tdk meminta dan dalam hati yang paling dalam sudah menunjukan penolakan yang tulus dan juga tdk merugikan kepada kedua belah pihak anggap saja uang tersebut hasil kerja Om Eko sebagai karyawan lepas dari sebuah perusahaan asuransi yang mana uang tersebut adalah komisi penjualan yang telah Om Eko lakukan.  Mulai kapan om Eko jualan neh…? (double jobs boss.?)

 

Jadi kalau menurut saya sah-sah saja dan bukan perbuatan korupsi.

 

Mohon maaf kalau ada kata2 yang salah, sekali lagi saya hanya manusia biasa yang belum banyak memahami mengenai ini.

Mohon di benarkan jika salah.....

 

Warga Pirus

K1/16

----- Original Message -----

From: Budianto Eko

Sent: Tuesday, August 15, 2006 10:51 AM

Subject: [pirus] Re: Fwd: [FW][iluni-mmui] Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya

 

eh sory om Mu...

hal kata "ananda"...

maksudnya musibah yg lagi dialami "putranya" om Mu...

musthopa kamal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Waduh, perkenankanlah saya secara pribadi mengucapkan terima kasih banyak sama Om Eto atas masukannya yang sangat berguna khususnya bagi saya mungkin umumnya untuk teman-teman.

 

Perlu saya paparkan kronologis mengenai uang ucapan terima kasih

mungkin ingin tahu teman-teman, begini ceritanya :

Seperti biasanya, saya memberi bisnis kepada perusahaan asuransi, setelah saya memberi bisnis, biasa lah orang asuransi mengajak saya untuk lunch di sebuah restoran di Plaza Senayan, setelah selesai acara lunch saya dikasih sejumlah uang yang jumlahnya menurut ukuran saya cukup besar, dan menanyakan kembali kepada orang asuransi, uang apa ini, pan saya hanya menjalankan tugas saya mencari back up asuransi untuk klien saya ? kemudian orang asuransi menjawab, begina Pak Musthopa ini hanya uang ucapan terima kasih saja karena Bapak sudah memberikan bisinis kepada kami, jujur saja saya pada saat itu menolak, tetapi orang asuransi keukeuh sumeukeuh uang tresebut harus diterima, apalagi dia juga hanya mendapat tugas dari Direktur sebuah perusahaan nasional yang sangat terkenal, daripada berantem dengan uang asuransi akhirnya dengan rasa degdegan saya menerimanya uang tersebut. saya belum tahu jumlahnya uang tersebut masih didalam amplop,

sesampainya di rumah saya cerita kepada isteri seperti cerita diatas, saya tidak berani membuka amplop tersebut, akhirnya dengan meminta izin kepada saya, isteri saya membuka amplop tersebut, tapi saya sempat kaget karena jumlahnya ternyata sangat besar menurut ukuran saya,

 

Setelah diskusi denga isteri saya, akhirnya saya zakatkan 2,5 % kepada yang berhak menerimanya, tetapi tetap saja saya merasa belum plong perasaan saya, karena uang tersebut membayangi dan menghantui saya,

 

Dan perlu saya sampaikan, uang saya saya terima, tidak mengurangi haknya perusahaan asuransi, karena saya berfikir saya sudah digaji alhamdullilah cukup oleh perusahaan saya,

 

Yang menjadi pertanyaan saya, semakin sering saya memberi bisnis ke perusahaan asuransi dan semakin sering juga saya menerima uang ucapan terima kasih tersebut.

padahal saya sudah bilang ke orang perusahaan asuransi, Pak saya hanya menjalankan tugas saya, tetapi orang asuransi tetap tidak memperdulikan penolakan saya.

 

Akihrnya saya pilih asuransi lain untuk mengcover asuransi klien saya, tetapi sama saja perusahaan asuransi baru melakukan hal yang sama bahkan perusahaan asuransi yang baru bisa memberi lebih banyak,

 

Harus gimana ya, Please dong tolong saya dikasih masukan lagi

 

Sebelumnya saya ucapka terima kasih yan sama kakanda (Om Eto), dan teman-teman yang baik hati tidak sombong,

 

Warga Baru Sektor Pirus



Budianto Eko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Wah saya salut dengan keberanian om Mu mengungkapkan kegundahan nya

saya yakin temen2 pun mungkin banyak yg menghadapi ato terperangkap kondisi demikian

mungkin saya harus mengalami persis kondisi om Mu saat itu

dan itupun baru pada posisi memahami saja....

selanjutnya jugdement nya pun mungkin ya akan gundah kaya om Mu juga kali ya

tingkat dosa kita, tingkat taqwa kita, tingkat iman kita

kayanya hanya Allah yang tau persis rapot kita....

 

lakukan yg terbaik ajalah om Mu

tapi "baik" yg gimana yah ?

jangan2 cuma baik menurut kita aja yah ?

 

yang jelas, dengan kondisi yg dialami ananda

bersabar aja om Mu...

dan kalo lagi seneng, bersyukur selalu om...

maaf kalo kurang berkenan

hanya saling mengingatkan sajah....

musthopa kamal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

sebelumnya saya mengucapkan terima aksih sama Om Thony, yang telah mengirim email ini, karena saya menpunyai dua anak laki-laki, saya menjadi takut peristiwa tersebut menimpa anak-anak kami,

 

Dalam kesempatan yang mulia ini saya ingin mengutarakan beberapa pertanyaan, mungkin teman-teman yang lain bisa memberikan masukan

 

Adapun pertanyaan kami adalah sebgai berikut :

 

1. Saya sering menerima uang ucapkan terima kasih baik itu dari perusahaan  asuransi maupun dari klien, karena posisi saya adalah sebagai broker asuransi,

Apakah uang yang saya terima halal atau haram ? mohon saya diberikan haditsnya mengenai hal tersebut ?

 

2. Saya sering mengenterint atau dientertaint baik itu di cafe, di karoeke bahkan di hotel, Bagaimana batasannya supaya saya dalam melaksanakan tugas bisa bekerja dengan bersih artinya tidak unsur maksiat ?

 

Demikian disampaikan, atas perhatian dan perkenan Bapak, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima aksih.

 

 

Hormat saya,

 

 

 

Warga Pirus

K14/2

thony fathony <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
korupsi, karena hal itu bisa membawa dampak buruk buat kita.
Salam sehat dan sejahtera,
Antariksa

"Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya"
Jamil Azzaini - Kubik Leadership



Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah terlalu besar dan diluar kontrol. Korupsi sudah merasuki semua sendi kehidupan dan telah terjadi baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Pernyataan presiden yang disampaikan pada acara Presidential Lecture di Istana Negara pada Rabu, 2 Agustus 2006, itu mengisyaratkan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia masih jauh dari harapan.

Kendati pelaku korupsi tampak tak terjamah, tapi yakinkah kita bahwa mereka benar-benar lolos dari jerat hukum? Ngomong-ngomong soal korupsi saya ingin berbagi cerita.

Suatu hari, saya diundang untuk berbicara di depan staff dan pimpinan sebuah perusahaan ternama. Pada kesempatan tersebut saya berbicara tentang "hukum kekekalan energi", yang intinya, menurut hukum kekekalan energi dan semua agama, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan "energi positif" atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan "energi negatif" atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Ketika sesi tanya jawab, salah seorang pimpinan di perusahaan itu mengkritik pedas "hukum kekekalan energi". Walau saya sudah menjelaskan dengan beragam argumen ilmiah dan contoh-contoh dalam kehidupan nyata, dia tetap tidak yakin. Sampai kami berpisah, kami masih pada pendapat masing-masing.

Tujuh bulan berlalu, pimpinan itu tiba-tiba menelpon saya. "Pak Jamil, saya ingin bertemu anda," ujarnya singkat.

Karena penasaran, undangan dari beliau saya prioritaskan. Singkat kata, pada waktu dan tempat yang telah disepakati kami bertemu.

Rupanya beliau tiba lebih dulu di tempat kami janjian. Begitu saya datang, beliau segera menyambut dengan sebuah pelukan erat. Cukup lama beliau memeluk saya. "Maafkan saya pak Jamil. Maafkan saya," ucapnya, sambil terisak dan terus memeluk saya. Karena masih bingung dengan kejadian ini saya diam saja.

Setelah kami duduk, beliau membuka percakapan. "Saya sekarang yakin dengan apa yang pak Jamil dulu katakan. Kalau kita berbuat energi positif maka kita akan mendapat kebaikan dan bila kita berbuat energi negatif maka pasti kita akan mendapat keburukan," ujarnya.

"Bagaimana ceritanya sekarang kok bapak jadi yakin?" tanya saya.

"Selama saya menjabat pimpinan di perusahaan itu, saya menerima uang yang bukan menjadi hak saya. Semuanya saya catat. Jumlahnya lima ratus dua puluh enam juta rupiah," katanya.

Sembari menarik napas panjang beliau melanjutkan bercerita. Kali ini tentang anaknya.

"Anak saya sekolah di Australia. Karena pengaruh pergaulan, dia terkena narkoba. Sudah saya obati dan sembuh. Ketika liburan, dia ke Amerika dan Kanada. Tidak disangka, disana dia bertemu dengan teman pengguna narkobanya ketika di Australia. Anak saya sebenarnya menolak menggunakan lagi. Namun dia dipaksa dan akhirnya anak saya kambuh lagi, bahkan makin parah, pak." Selama bercerita, beliau tak henti mengusap pipinya yang basah dengan air mata yang terus meleleh seperti tak mau berhenti.

"Pak Jamil tahu berapa biaya pengobatan narkoba dan penyakit anak saya?" Tanpa menunggu jawaban saya, lelaki separuh baya itu berkata lirih, "Biayanya lima ratus dua puluh enam juta rupiah. Sama persis dengan uang kotor yang saya terima, pak!"

Beliau tertunduk dan menggeleng-gelengkan kepala disertai isak tangis yang makin keras.. Dengan terbata lelaki itu berkata, "Uang korupsi itu telah merusak anak saya, pak. Saya menyesal. Saya bukan orang tua yang baik. Saya telah merusak anak saya, pak!"

Saya peluk erat lelaki itu.. Saya biarkan air matanya tumpah. Tangisnya semakin keras....

Wahai saudara, haruskah menunggu anak kita menjadi pengguna narkoba dan sakit untuk berhenti korupsi?

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

[Non-text portions of this message have been removed]



========= HAPUS BAGIAN FOOTER INI SEBELUM ME-REPLY ============

== Milist Alumni MMUI - Media Komunikasi Alumni MMUI ==========
- Attachment harap ditujukan kepada moderator
([EMAIL PROTECTED]). Moderator
berhak untuk tidak memposting attachment.
- Mohon cantumkan identitas (nama,kelas/angkatan)
di akhir posting
== Administrasi Milis =========================================
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
1-email per hari : [EMAIL PROTECTED]
Tdk terima email smntara : [EMAIL PROTECTED]
== MMUI Friendster ============================================
- Untuk lebih mengenal satu dgn yang lain,bisa ikutan ini :
http://www.friendster.com/join.jsp?invite=7149099
- kalau sudah gabung friendster bisa add dengan email:
[EMAIL PROTECTED]
===============================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/iluni-mmui/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/




 


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min.

Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.





=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
*** Utk menghemat bandwith hapus attachment yg tdk berguna ***
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Website : ---dream works project---
Friendster :
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke