|
"Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu
waktu shalat..."
Ketika Pak Heru, atasan saya,
memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di
bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada
Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin
Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk
serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu
pula, dengan segera saya menuju ke bengkel
workshop Pak Azis. Setelah beberapa kali keliru masuk
jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis,
yang kini ternyata sudah didampingi sebuah
masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya
yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu
memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh,
memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an
( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu
bercahaya. Hidayah Allah ternyata telah sampai
sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam
berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula
dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba
menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada
suatu malam kira-kira Batin Pak Azis bergolak setelah
peristiwa itu. Walau uang dan pekerjaan masih terus
mengalir kepadanya, Pak Azis tetap
merasa gelisah, stres & selalu tidak tenang. "Seperti orang patah hati,
Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah."cerita Pak
Azis lagi.
Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak
betah tinggal di rumah dan stres. Padahal, sebelum kejadian
angin puting-beliung yang anehnya hanya
mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja,
Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari
desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya
itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena
punya penghasilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin
puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut, beliau
bertanya dalam hati : "apa sih yang kurang" apa salahku
" ? Akhirnya pak Azis menekuni ibadah
secara mendalam "Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam
hari. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok
"Bahkan lebih tenang dan santai
daripada sebelumnya." "Lebih tenang ? Memang Pak Azis
dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu
?" "Di masjid itu
' Malah nggak enak kalau tidak
shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang
"Sekarang tidak pernah
terlambat atau bolong shalat-nya, Pak Azis
?" "Alhamdulillah. Sekarang ini
saya menganggap bhw yg utama itu adalah shalat. Jadi, saya dan
temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan
aja." "Selingan
?" "Ya, selingan yang berguna. Untuk
menunggu kewajiban shalat,
Ndra." Untuk beberapa lama saya
terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari
masjid samping rumah Pak Azis. Pak Azis mengajak saya
untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat
para pekerjanyapun sudah pada pergi ke samping rumah,
menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang
seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel,
sambil berjalan menuju masjid di samping workshop,
terus terngiang-ngiang di benak saya :
"Kerja itu cuma selingan, Ndra. Untuk menunggu waktu
shalat..." Sepulangnya dari tempat workshop,
sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya,
saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis.
Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu,
saya merasa sebagai orang yang sering
berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat
sebagai waktu rehat, cuma selingan, malah saya
cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor.
Padahal sholat yang akan bantu kita
nantinya...(sungguh saya orang yang merugi..) Kadang-kadang waktu
shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum
selesai, atau rapat dengan klien
dirasakan tanggung untuk
diakhiri.
Itulah penyebab dari kegersangan
hidup saya selama ini. Saya lebih semangat dan
habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan
bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat
nanti. padahal dunia ini akan saya
tinggalkan..juga .........kenapa saya begitu
bodoh.. Saya lupa, bahwa shalat adalah yang
utama. Mulai saat itu saya berjanji untuk
mulai shalat diawal waktu..
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ ------------------------------------------------------------------------------------------------- Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Album Foto : http://pirus.fotopic.net Administrator email : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------------------------------- -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
|
Title: Message

