wah baru satu kasus yang terjawab neh...ane tertarik
tuh ma bukunya insya 
allah ntar mo nyari di gramed ah..
bos andik untuk kasus2 lainnya minta tolong dijelasken
dong..
----- Original Message ----- 
From: "Graha Bayu Mochamad" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, September 27, 2006 9:52 AM
Subject: [pirus] Balasan: [pirus] Re: Puasa dan
Rekonstruksi Makna Jihad


>
> oke deh.. ini sekelumit isi buku dari jerry d gray
(not green mas
> andik) ingin lebih jelas..silahkan mampir ke toko2x
buku kesayangan
> anda..
>
> rgds/gbm
>
> Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar
Kebohongan AmerikaOleh :
> Redaksi=
> 17 Feb, 05 - 3:00 pm
>
> Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20
> "Perhatikan betapa mulus dan rapinya rumput di depan
Pentagon. Tidak
> satu s=
> entimeter pun kerusakan terlihat, Bagaimana itu
mungkin? Semua saksi
> mata s=
> etiap media massa memahami pemberitaan yang senada.
Pesawat terlebih
> dahulu=
> menghantam tanah, lalu meluncur menabrak gedung.
Perhatikan gambar di
> atas=
> ! Apalagi yang perlu dikatakan. Media massa
berbohong terhadap kejadian
> yan=
> g sesungguhnya. Mengapa?"
>
> Begitu jeritan hati Jerry D. Gray, mantan anggota AD
Amerika yang
> kemudian =
> memeluk Islam ( Baca artikelnya Jerry
=93Abdurrahman=94 Gray Mendapat
> Hiday=
> ah di Arab Saudi ), telah lama tinggal di Indonesia
dan mempersunting
> istri=
> asal Garut, dalam bukunya ketika ia merasa
terpanggil untuk meluruskan
> seg=
> ala pemberitaan ihwal runtuhnya gedung Pentagon pada
11 September 2001
> sila=
> m. :swf
>
> "Kita tahu hampir 90 persen media massa di AS adalah
milik Yahudi. Maka
> tak=
> heran kalau mereka berbohong," ujar Jerry dalam
acara peluncuran dan
> bedah=
> bukunya, di Masjid Al 'Araf, Walisongo, Jakarta,
Ahad, 19 Desember
> 2004.
>
> Jerry, seorang jurnalis (kameramen) yang juga mantan
mekanik pesawat
> ini, t=
> elah mencium ketidakberesan tragedi 11 September
2001 yang
> meluluhlantakkan=
> menara kembar WTC di New York, Ia mengumpulkan
berbagai fakta dari
> sumber =
> yang ada, lalu menyusunnya secara cermat,
membeberkan
> kebohongan-kebohongan=
> Amerika melalui temuan-temuan spektakulernya.
>
> Seperti diketahui selama ini, serangan terhadap
menara WTC dan Pentagon
> dil=
> akukan oleh kelompok teroris Al Qaidah dan otak atau
aktor
> intelektualnya i=
> aiah Osama bin Laden. Pembentukan opini global ini
telah berlangsung
> selama=
> tiga tahun sehingga dampaknya terasa juga di
Indonesia seperti adanya
> tudu=
> han-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris
berada di negeri ini.
>
> Dalam pengantar buku tersebut, Suripto SH, Ketua
Dewan Penasehat
> Lembaga St=
> udi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia
(LESPERSSI) yang juga
> anggota =
> Komisi I DPR dan mantan Kabak ini mengatakan,
Tragedi 11 Septernber
> yang me=
> runtuhkan gedung WTC dan Pentagon ini mustahil
dilakukan oleh Jaringan
> Al Q=
> aidah pimpinan Osama Bin Laden. Menurut Suripto,
tindakan teroris yang
> sede=
> mikian rapi dan canggih hanya bisa dilakukan oleh
apa yang dinamakan
> terori=
> srne negara (State Terrorism).
>
> "Hanya terorisme negara yang mempunyai kapabilitas
untuk melakukan
> tindakan=
> terror yang didukung oleh fasilitas negara; berupa
dukungan anggaran
> yang =
> besar, didukung pula oleh organisasi intelijen dan
menggunakan mesin
> propag=
> anda resmi (pemerintah). Sejarah telah membuktikan
terorisme negara
> pernah =
> dilakukan oleh Hitler di Jerman, Stalin di Uni
Soviet, Mussolini di
> Italia,=
> Pol Pot di Kamboja, dan Soeharto di Indonesia," ujar
anggota DPR dari
> PKS =
> initegas.
>
> Dalam menjalankan mesin terornya, AS menggunakan
badan intelijen CIA
> dan in=
> stitusi USIS - sekarang bernama USIA. Salahsatu
propaganda pada tingkat
> glo=
> bal yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan
langsung CNN atas
> peristiwa=
> 11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan
terorisme negara
> yang se=
> benarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan
mengutuk aksi teror WTC
> dan=
> Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan
CNN itu termasuk
> kateg=
> ori Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan.
>
> Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan
sasaran jangka
> pendek, ba=
> hkan jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan
sasaran jangka
> pendek i=
> tu adalah untuk membangkitkan kebencian rakyat
Amerika dan sekutunya
> terhad=
> ap umat Islam yang diberi label "teroris", membangun
opini global
> tentang a=
> danya musuh bersama yang harus diperangi, seperti
ucapan Bush setelah
> terja=
> dinya peristiwa 11/9: "If you are not with us,
you're against us."
>
> Berkembang slogan Mimpi Amerika, Mimpi Buruk Dunia.
Slogan tersebut
> sangat =
> tepat menggambarkan Amerika saat ini. Terpilihnya
kembali George W Bush
> men=
> gukuhkan slogan di atas, mengingat janjinya untuk
melanjutkan perang
> melawa=
> n 'terorisme' yang dialamatkan kepada Islam.
Padahal, tragedi. WTC di
> New Y=
> ork 11 September 2001 masih meninggalkah banyak
misteri dan tetap tidak
> jel=
> as siapa pelakunya. Sementara itu, Amerika yang
menyerukan perang
> melawan t=
> erorisme; dengan bebas malah rnembuat teror,
khususnya di
> negeri-negeri, Mu=
> slim seperti Afghanistan, Palestina (melalui
Yahudi-lsrael), Irak dan
> Sudan=
> . Di Fallujah dan kota-kota lain di Irak, bahkan
masjid-masjid di
> Fallujah,=
> terus dibombardir oleh pasukan Amerika.
>
> Di forum dunia, dengan penguasaannya terhadap media,
Amerika terus
> membuat =
> kebohongan demi kebohongan. Amerika menyangka,
masyarakat dunia begitu
> muda=
> h dibohongi, termasuk masyarakatnya sendiri. Hingga
saat ini,
> kebohongan ma=
> sih terus terjadi! (Amanah online)
>
> Kebohongan datang dan kebohongan pun terungkap.
Begitulah kesimpulan
> buku i=
> ni.=20
>
> Judul Buku : The Real Truth The Hard Evidence
Exposed=20
> Penulis : Jerry D. Gray
> Penerbit : Sinergi (Kelompok Penerbit Gema Insani)
> Tebal :xviii + 118halaman
>
> Jerry D Gray : Peristiwa 11 September Sungguh
Janggal=20
> Jerry D Gray ingat betul kejadian yang dialaminya
tanggal 11 September
> 2001=
> . Saat itu, mantan kameraman freelance CNBC Asia ini
tengah asyik
> berselanc=
> ar di internet. Tiba-tiba telepon di sampingnya
berdering. "Hidupkan
> televi=
> simu sekarang!" demikian bunyi suara di ujung
sana.=20
>
> Telepon itu berasal dari ibunda Jerry yang ketika
itu berada di
> Wisconsin, =
> Amerika Serikat. Jerry sendiri menetap di Jakarta --
dia sudah lama
> tinggal=
> di kota ini sejak tahun 80-an. Mendengar suara gugup
ibundanya, tanpa
> piki=
> r lama-lama, dia pun segera menyalakan televisi.=20
>
> Terlihatlah suasana menegangkan usai meledaknya
menara kembar World
> Trade C=
> enter (WTC) New York, akibat hantaman dua buah
pesawat berbadan lebar.
> Keja=
> dian tersebut disiarkan langsung oleh sebuah stasun
televisi asing dan
> dise=
> barluaskan ke seluruh penjuru dunia. Serta merta,
hati Jerry
> berkecamuk, se=
> dih sekaligus marah melihat banyak orang tak berdosa
menjadi korban.
> Terbay=
> ang warga di negara tempat kelahirannya itu panik
bukan kepalang.=20
>
> Itulah awal dari peristiwa yang kemudian dikenal
sebagai Tragedi 11
> Septemb=
> er 2001. Sebuah kejadian yang hingga kini masih
menyisakan kisah sedih.
> Tak=
> hanya bagi keluarga korban yang ditinggalkan, namun
juga komunitas
> umat Mu=
> slim di seluruh dunia. Beberapa saat setelah pihak
yang berwenang di AS
> men=
> gadakan penyelidikan, maka ditengarai kelompok
teroris asal Timur
> Tengah be=
> rada di balik kejadian tersebut. Karena wilayah
Timur Tengah identik
> dengan=
> agama Islam, serta merta perhatian dunia pun tertuju
pada Islam serta
> para=
> penganutnya.=20
>
> Media massa Barat dengan segala reportasenya
menjadikan momentum itu
> sebaga=
> i sarana untuk mengupas tuntas tentang Islam. Begitu
gencarnya
> pemberitaan =
> tentang peristiwa 11 September dan Islam sendiri,
hingga tak jarang --
> sepe=
> rti dikhawatirkan sebagian kalangan Muslim -- media
Barat kerap
> menyudutkan=
> umat Islam.=20
>
> Hal itu pula yang kemudian membuat Jerry gundah.
Berdasarkan pengamatan
> ser=
> ta observasi terhadap gambar-gambar berita maupun
informasi aktual,
> lelaki =
> asal AS ini merasa bahwa banyak kejanggalan dan
fakta yang
> disembunyikan ol=
> eh kalangan pemerintah serta media massa AS
berkaitan peristiwa 11
> Septembe=
> r tadi. Apalagi kemudian, umat Islam didudukkan
sebagai "terdakwa"
> dalam ke=
> jadian ini.=20
>
> Tetapi, kenapa Jerry merasa resah dengan berita
menyudutkan dari media
> mass=
> a Barat terhadap Islam? Jangan lihat dia dari
namanya. Jerry, atau
> tepatnya=
> Haji Jerry, telah menjadi Muslim sejak 1984.
Sepulang menunaikan
> ibadah ha=
> ji, ia mengantongi nama baru, H Abdurrahman.=20
>
> Sebagai Muslim, lelaki kelahiran Wiesbaden Jerman,
24 September 1960,
> ini m=
> erasa teriris hatinya dengan tudingan tanpa dasar
mengenai keterlibatan
> Mus=
> lim dalam tragedi WTC. Hari-hari selanjutnya,
waktunya seperti habis
> untuk =
> mengikuti pemberitaan 11 September melalui media
cetak, televisi,
> maupun in=
> ternet. Tapi lama kelamaan, berdasarkan pengalaman
sebagai jurnalis
> televis=
> i, dirinya melihat ada banyak keanehan dan
kejanggalan atas kejadian
> terseb=
> ut.=20
>
> Awal kecurigaannya adalah, bagaimana CNN dapat
begitu cepat menyiapkan
> siar=
> an langsung 11 September ke seluruh dunia? Dari
pengalamannya ketika
> memban=
> tu persiapan siaran sebuah stasiun televisi swasta
di Jakarta, paling
> tidak=
> butuh waktu 20 menit untuk mengeset peralatan bagi
keperluan siaran
> langsu=
> ng di lapangan.=20
>
> Dikatakan, rentang waktu antara insiden penabrakan
pertama dan insiden
> pena=
> brakan kedua tak lebih dari 18 menit. "Akan tetapi,
CNN sudah mampu
> menayan=
> gkan langsung kejadian tabrakan kedua hanya dalam
waktu kurang dari 18
> meni=
> t dari tabrakan pertama," kata dia dalam bahasa
Indonesia yang fasih.
> Jerry=
> berasumsi, situasi ini yang tidak mungkin terlaksana
dalam kondisi
> normal.=
> "Kecuali jika CNN memang telah mengetahui rencana
peristiwa tersebut
> hingg=
> a dapat terlebih dahulu menyiapkan segala
peralatannya," imbuhnya.
>
> Sejak itulah batin dan sanubarinya terus didera
gejolak. Sampai pada
> akhirn=
> ya, dia memutuskan, bahwa sebagai manusia dia tidak
bisa tinggal diam
> serta=
> tidak melakukan apa-apa menyangkut kejanggalan ini.
The needs of the
> many =
> outways the needs of the few, begitu prinsipnya.
Maka, Jerry pun mulai
> meng=
> adakan penelitian terhadap semua gambar,
pemberitaan, foto, dan video
> terka=
> it peristiwa mengenaskan itu.=20
>
> Dari situ makin banyaklah kejanggalan serta keanehan
berhasil dia
> temukan m=
> engenai fakta-fakta kejadian 11 September. Semuanya
itu lantas
> dituangkan d=
> alam sebuah buku berjudul The Hard Evidence Exposed!
The Real Truth
> 9-11. S=
> alah satu kesimpulan pada buku setebal 116 halaman
ini adalah:
> sesungguhnya=
> ada sesuatu lebih besar di balik kejadian 11
September 2001.=20
>
> Perkenalan Jerry dengan Islam terjadi di Arab Saudi
tahun 80-an. Saat
> itu d=
> ia bertugas sebagai mekanik pesawat AU AS serta
menjadi instruktur di
> New S=
> audi Mechanics. Awalnya, dia mengaku enggan masuk ke
Arab Saudi karena
> mera=
> sa takut dengan orang Arab dan Islam. Tapi apapun
alasannya, tugas
> tetap ti=
> dak bisa ditolak. Akan tetapi, setelah sekian lama,
kekhawatirannya
> tidak t=
> erbukti. Sebaliknya, dilihatnya orang-orang Islam
jauh dari kesan
> teroris. =
> "Mereka sangat cinta Tuhan, selalu shalat lima
waktu, mengerjakan puasa
> dan=
> banyak lagi," kenangnya.=20
>
> Rasa ingin tahunya terhadap agama Islam pun kian
bertambah. Jerry
> lantas mu=
> lai berani bertanya tentang Islam kepada
rekan-rekannya yang beragama
> Islam=
> . Hingga kemudian, seorang rekannya yang berasal
dari Yaman
> membawakannya t=
> erjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris.
"Saya pun membaca
> terjemaha=
> n itu, dan seketika usai membaca satu ayat -- saya
lupa nama ayatnya --
> tak=
> sadar saya menangis," ungkap Jerry.=20
>
> Usai membaca tiga empat ayat berikutnya, Jerry
merasa tidak perlu waktu
> lam=
> a untuk menyimpulkan bahwa apa yang tertulis di
dalam Alquran adalah
> benar =
> adanya. Namun hingga saat itu, dia mengaku belum
berniat masuk Islam,
> hanya=
> sekedar ingin tahu saja. Beberapa bulan berikutnya,
seorang rekannya
> dari =
> Indonesia mengajak dia kepada seorang guru agama.
"Saya katakan kepada
> guru=
> itu, saya tidak mau masuk Islam, tapi guru tersebut
memintanya ikut
> menden=
> garkan ceramah dan pembacaan Alquran di
tempatnya."=20
>
> Pulang dari situ, Jerry banyak termenung. Hatinya
berkecamuk. Sampai di
> rum=
> ah dia langsung masuk kamar dan membaca kembali
Alquran terjemahan
> pemberia=
> n rekannya terdahulu. Sejak saat itu, hidayah datang
kepadanya yang
> menetap=
> kan niatnya untuk masuk Islam. Setelah masa tugasnya
di Arab Saudi
> berakhir=
> , ia tidak kembali ke AS, tapi memutuskan pindah ke
Indonesia. Di
> Jakarta, =
> mantan mekanik US Air Force tersebut kemudian
menggeluti dunia
> jurnalistik =
> televisi.=20
>
> Kini setelah sukses dengan bukunya, Jerry lebih giat
untuk memantau
> berita-=
> berita dan informasi tentang Islam. Bukan cuma itu,
kegiatannya pun
> kian be=
> rtambah dengan aktivitas dakwahnya di masjid-masjid
dan majlis taklim
> seput=
> ar Jabotabek. Kepada saudara-saudara Muslimnya, ia
banyak berkisah
> tentang =
> mulianya Islam dan temuan-temuannya.=20
>
> Ia juga kerap menyampaikan pesan-pesan singkat, tapi
mengena. "Pendek
> kata,=
> umat Islam harus menunjukkan wajahnya yang ramah dan
cinta damai.
> Jangan r=
> eaksi berlebihan karena itulah yang tengah
ditunggu-tunggu oleh
> kalangan me=
> dia Barat untuk menyudutkan kita," kata dia.=20
>
> Jerry D.Gray
> Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960
> Karier :=20
> - mekanik pesawat AU AS
> - instruktur selam
> - kameraman freelance CNBC Asia
> Nama istri : Ratna Komala
> Nama anak : Adam=20
> --- yosep susanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>> MessageIkutan......
>> Ane juga ikutan minta dijelasken dong...
>> tanya ken napa?
>>   ----- Original Message ----- 
>>   From: irsan bayu aji
>>   To: [email protected]
>>   Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:47 AM
>>   Subject: [pirus] Re: Puasa dan Rekonstruksi Makna
Jihad
>>
>>
>>   kalo kasus denmark ane inget...trus paus juga
sempet denger di
>> tipi...
>>   nah kalo kasus yang laen sih...tolong dijelaskan
sejelas2nya dong..
>>
>>     ----- Original Message ----- 
>>     From: Andik Harjono
>>     To: [email protected]
>>     Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:21 AM
>>     Subject: [pirus] Re: Puasa dan Rekonstruksi
Makna Jihad
>>
>>
>>     Ass Wr Wb,
>>
>>     wah, ada yg ngomongin Jihad ane jadi semangat
neh :-D
>>     mau tanya2 dikit nih , apakah disini :
>>     1. ada yang inget gak kasus pemuatan kartun
nabi di denmark &
>> australia ? yg melecehkan nabi muhammad SAW
>>     2. ada yang inget paus benedictus XVI dalam
pidatonya di
>> universitas jerman juga melecehkan nabi & ajaran
islam ?
>>     3. ada yang percaya gak kalo kasus 11 september
2001 di WTC itu
>> rekayasa yahudi & AS ?
>>     4. ada yang percaya gak kalo kasus kerusuhan
14-5-1998 , ambon ,
>> poso , timika , sambas itu kerjaan yahudi & AS juga
?
>>     5. tahu gak kenapa grup musik DEBU hijrah dari
AS ke
>> Indonesia(padahal negara islam itu banyak)
>>
>>     nah kalo mayoritas menjawab ADA atau mayoritas
"tanya kenapa"
>> baru ane mau kasih bocoran dari mantan teknisi jet
tempur US Air
>> Force yg pernah bertugas di perang teluk kemudian
atas izin 4JJ1 SWT
>> masuk Islam di Jeddah dan berguru Islam di Madinah
kemudian juga
>> hijrah dan menetap di Indonesia. Namanya Jerry D
Green, kelahiran
>> Jerman Warga Negara AS. Beliau banyak menulis buku2
tentang
>> konspirasi Barat melenyapkan Islam, salah satunya
judulnya "BAYANG
>> GURITA" terbitan Iqra, dan serem banget
ternyata...... kebetulan
>> kemaren siang belia ceramah di Musholla Indosat,
saya cuma mau share
>> aja bahwa ADA BAHAYA BESAR MENGANCAM negri ini atau
Ummat Muslim
>> Indonesia pada khususnya... biar kita2 gak terlena
getoloh...........
>>
>>     Wss Wr Wb,
>>     K4/8
>>
>>     -----Original Message-----
>>     From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
>> Behalf Of Heru Gandamana
>>     Sent: 27 September 2006 7:59
>>     To: PIRUS MAILIST
>>     Subject: [pirus] Puasa dan Rekonstruksi Makna
Jihad
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>         Puasa dan Rekonstruksi Makna Jihad
>>
>>         Oleh: Zacky Khairul Umam
>>
>>
>>         Terorisme pada dasarnya merupakan
pembajakan terhadap nilai
>> luhur keagamaan. Secara eksplisit, Bom Bali jilid
II di Jimbaran dan
>> Kuta (3/10) dengan jelas menunjukkan ideologi
kekerasan yang
>> dikelindankan dengan keagungan ajaran agama. Agama,
oleh pengusung
>> ideologi terorisme, hanya legitimasi teologis dan
justifikasi yang
>> sebenarnya sama dengan memolitisasi dan memonopoli
tafsir agama
>> (Religious Uuthoritarianism, Abou Fadl).
>>
>>         Kasus bom bunuh diri (suicide bombing)
dalam Bom Bali jilid
>> II, sekaligus deretan pemboman lain di wilayah
nusantara dengan
>> kentalnya sentimen agama dalam lima tahun terakhir,
selalu berakar
>> pada konsep "jihad" di dalam Islam. Jihad kerap
diartikan sebagai
>> perjuangan fisik yang berbuntut pada penghalalan
atas penyerangan,
>> kekerasan, bahkan permusuhan terhadap pihak lain
(the others). Muara
>> problematika epistemologis jihad sebagai sikap
ofensif adalah sebuah
>> krisis keagamaan, bahkan krisis nurani kemanusiaan.
>>
>>         Kalau diperhatikan secara seksama,
terorisme dalam bentuk
>> yang ultim seperti kasus bom bunuh diri di Bali,
hanyalah sisi
>> parsial dari ekstremisme beragama. Potensi
ekstremisme beragama yang
>> dengan banal ditunjukkan sekelompok umat beragama
melalui pemaksaan
>> otoritas kebenaran tunggal (kasus Ahmadiyah),
penutupan tempat ibadah
>> (kasus penutupan gereja), dan terorisme terhadap
aktivis
>> liberal-pluralis, dan seterusnya, amat membahayakan
kehidupan umat
>> beragama. Meskipun prosentase kelompok
ekstrim-radikal tidak besar,
>> namun opini publik yang menyebar akan membangun
eksklusivisme secara
>> evolusionis.
>>
>>         Kecenderungan masyarakat elite dan awam
yang masih parokial
>> dalam beragama (dangkal pemikiran dan kesalehan)
dengan sikap ekstrim
>> dan eksesif dalam beragama tidak bisa dipungkiri.
Indikator dari
>> ekstremisme beragama, menurut Yusuf al-Qardhawi
(1981) antara lain:
>> Pertama, fanatisisme dan intoleransi sebagai akibat
dari prasangka
>> (prejudice), kekakuan (rigidity), dan kepicikan
pandangan (lack of
>> insight). Hal itu membuahkan reperkusi terhadap
orang lain, baik
>> dalam bentuk terorisme intelektual dengan fitnah
dan tuduhan penganut
>> bid'ah, kafir, fasik, murtad dan sebagainya.
>>
>>         Kedua, berlebih-lebihan atau melampaui
batas. Yakni mengambil
>> garis keras (hardliners) yang eksklusif dengan gaya
demonstrasi
>> berupa penghakiman sepihak dan bahkan ancaman
kekerasan. Ketiga,
>> membebani orang lain tanpa mempertimbangkan situasi
dan kondisi. Dan
>> terakhir, keras dalam memperlakukan diri sendiri
dan orang lain,
>> sehingga misalnya, asas praduga tak bersalah tidak
pernah dihiraukan.
>> Semua ciri yang bersifat tiranik (tughyan) dan
tidak egaliter ini
>> jelas membahayakan hak-hak orang lain, terutama
berkaitan dengan hak
>> asasi untuk hidup dan kebebasan beragama.
>>
>>         Sikap-sikap yang ditunjukkan sebagai bagian
dari klaim
>> identitas dan solusi agama itu, selalu saja
diembel-embeli dengan
>> jihad dalam makna yang sesungguhnya amat parokial,
rigid, dan
>> literal. Tindakan semacam itu adalah bagian dari
anakronisme sejarah
>> yang akut. Dengan telanjang, penggunaan makna jihad
sebagai ideologi
>> kekerasan (bukan pembelaan yang dibenarkan Qur'an)
seringkali
>> dikaitkan dengan romantisme sejarah Islam masa lalu
yang gemilang dan
>> eksotis. Sebagai sebuah upaya mengembalikan
kemenangan, justru
>> penggempuran atas pihak lain yang dianggap sebagai
representasi
>> modernitas yang hegemon (baca: kafir) dihalalkan.
Di sisi lain,
>> makna-makna progresif dan dinamis dari ajaran Islam
yang selalu
>> mengajarkan the idea of progress secara
universal-kosmopolitan
>> dipungkiri.
>>
>>         Distorsi makna jihad sebagai melulu fisik
yang amat
>> partikular, pada urutannya bukan saja terus menodai
citra agama
>> (Islam) sebagai pembawa rahmat bagi semesta,
melainkan juga terus
>> menghantui umat sebagai kekuatan laten yang
destruktif dan traumatik,
>> justru dari dalam psikologis umat sendiri. Alhasil,
implikasi negatif
>> itu tak lain hanyalah sebuah beban
psikologis-historis umat yang
>> malah menambah persoalan, bukan solusi itu sendiri
yang cenderung
>> digembor-gemborkan.
>>
>>         Kalau tidak disadari betul, bahaya
perjuangan jihad yang
>> ofensif cenderung membawa arus zaman umat yang
resisten terhadap
>> kemajuan peradaban dalam dimensi kini dan masa
depan. Sebab, jihad
>> sebagai ideologi kekerasan akan terus menutup
ego-kreatif umat (ala
>> Iqbal) dan ijtihad kultural dalam pemberdayaan
masyarakat madani.
>>
>>         Secara teologis, Tuhan selalu tidak
membenarkan tindakan
>> kekerasan sebagai perjuangan membela agama (lii'lai
kalimatillah)
>> yang destruktif dan tanpa sebab. Bukankah dalam
Kitab Suci disebutkan
>> bahwa "membunuh jiwa orang lain, hakikatnya sama
dengan membunuh
>> seluruh umat manusia." Sebuah ajaran yang humanis!
Dalam kerangka
>> filosofis, Camus dan Popper mewanti-wanti sejak
awal bahwa penggunaan
>> kekerasan untuk mencapai tujuan mulia, yakni
ultimate goal beragama
>> untuk membebaskan manusia dari kesengsaraan dan
penderitaan, mutlak
>> tidak dapat dibenarkan.
>>
>>         Karena itu, jihad selalu harus
direkonstruksi sebagai sebuah
>> ajaran yang substansial. Misalnya, pertama,
membebaskan makna jihad
>> dari tirani kognitif-epistemologis yang sempit.
Jihad harus
>> diletakkan sebagai sebuah pesan agama yang
mengandung makna terdalam.
>> Hermeneutika terhadap jihad adalah pencarian akar
atau episteme makna
>> yang ditujukan berdasarkan kemaslahatan umum (bonum
commune).
>>
>>         Dalam konteks itu, kata jihad dalam bahasa
Arab erat sekali
>> relasinya dengan makna dalam ijtihad yang secara
definitif diartikan
>> sebagai upaya bersungguh-sungguh untuk mencari
solusi keagamaan dan
>> persoalan sekular. Upaya pemaknaan ini lebih tepat
disebut sebagai
>> jihad dalam bidang kultural dan intelektual sebagai
energi kehidupan
>> umat menuju kemajuan peradaban.
>>
>>         Kedua, rekonstruksi jihad dalam konteks
ibadah puasa. Yakni,
>> jihad sebagai reformasi moral-spiritual,
sebagaimana penyebutan
>> "jihad al-akbar" oleh Nabi Muhammad. Momentum puasa
adalah saat tepat
>> memperbarui corak keberagamaan kita. Corak yang
menunjukkan teror dan
>> kekerasan publik (wacana maupun fisik) mesti
didekonstruksi sebagai
>> religiusitas yang illicit. Sebaliknya, jihad mesti
dibangun sebagai
>> militansi konstruktif ke arah toleransi
nirkekerasan yang menggunakan
>> ekspresi halus dan toleran, serta berimplikasi
positif dalam
>> memperlakukan yang lain.
>>
>>         Bentuk-bentuk toleransi tanpa kekerasan
ialah seperti yang
>> diteladankan Muhammad dan Yesus (ajaran damai),
perjuangan Martin
>> Luther melawan kejahatan sebagai kewajiban agama
dengan non-violent
>> resistance, atau ajaran ahimsa Mahatma Karamchand
Gandhi.
>>
>>         Tentu, yang utama ialah penghayatan
terhadap pesan takwa,
>> sebagaimana tujuan hakiki puasa sebagai arena
kembali ke kesucian
>> fitrah (nurani) dan penyucian diri (purgatorio,
meminjam Dante
>> Alighieri) menuju kemenangan moral-spiritual.
Kemudian, penggapaian
>> ibadah transendental (paradiso) direfleksikan
secara horizontal ke
>> tengah-tengah kehidupan manusia dalam bentuk
keberagamaan yang
>> toleran, lapang, dan tidak eksklusif (al-hanifiyyah
al-samhah).
>>
>>         Sejatinya, kesalehan sejati membawa pada
keberagamaan yang
>> toleran, moderat, solider, beradab, dan tidak
membelenggu. Dengan
>> demikian, tujuan teleologis agama adalah
memanusiakan manusia melalui
>> pembebasan yang fitrah secara universal tanpa
kecuali. Di situlah
>> makna jihad mesti diletakkan.[]
>>
>>
>>         Zacky Khairul Umam, Ketua Umum KSM Eka
Prasetya Universitas
>> Indonesia, mahasiswa Program Studi Arab Fakultas
Ilmu Budaya UI
>>
>>         Versi asli dapat dibaca di:
>>        
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=910
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
--------------------------------------------------------------------------
>>       Get your email and more, right on the new
Yahoo.com
>>
>>
>>
>>             =================================
>>             scanned by Indosat TM-IMSS System
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>           =================================
>>           scanned by Indosat TM-IMSS System
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
------------------------------------------------------------------------------
>>   Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com.
Check it out.
>>
>>
>> >
>
>
> -------------------
> Graha Bayu Mochamad
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> http://beta.id.yahoo.com/
>
>
>
>
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke