Fyi.................
>>> > Minggu lalu, saya menemani seorang ahli feng shui dari Hong Kong . >>> > >>> > Ketika jalan-jalan keliling kota , ia yang kebetulan pula sobat karib >>> Mpu >>> > Peniti sempat memperlihatkan muka yang sangat kagum. Namun terkadang >>> juga >>> > muka yang sangat murung. Tentu saja saya bingung melihatnya. Kebetulan >>> > ketika kami berhenti keliling, sembari minum kopi, mendongenglah sang >>> ahli >>> > feng shui itu. >>> > >>> > Menurut dia, siapa pun yang mendesain Jalan Sudirman dan Thamrin >>> sangat >>> > mengerti ilmu feng shui. Dan ia sangat kagum. Jalan Sudirman dan >>> Thamrin, >>> > menurut dia, adalah sebuah naga besar. Kepalanya menghadap selatan. >>> Yaitu >>> > arah mata angin yang paling dinamis. Sedangkan ekor menghadap utara. >>> > >>> > Kepala sang naga, menurut dia, ada di bundaran Ratu Plaza , juga yang >>> > ditandai oleh patung orang mengusung api. >>> > Ini pintu api dalam feng shui. Ekor sang naga berada di bundaran air >>> mancur >>> > di depan Gedung Bank Indonesia . Dan air mancur ini menandai gerbang >>> air. >>> > >>> > Agar sang naga bebas bergerak, sengaja di sepanjang Jalan Sudirman dan >>> > Thamrin dibuat empat putaran: di Ratu Plaza, Semanggi, di depan Hotel >>> > Indonesia, dan putaran di depan Gedung Bank Indonesia . Empat putaran >>> inilah >>> > yang menjamin sang naga bisa bergerak sangat dinamis. Sehingga >>> peredaran >>> > energi bisa berjalan dengan sempurna, menciptakan sebuah situasi yang >>> > harmonis. >>> > >>> > Uniknya, sang naga didesain menghadap selatan, dengan memperhatikan >>> situasi >>> > lanskap kota Jakarta . Jalan Sudirman dan Thamrin sendiri memiliki >>> lanskap >>> > peruntungan yang mirip dengan istana kaisar Cina di Beijing, yang >>> terkenal >>> > dengan sebutan The Forbidden City. Yaitu sungai di depan dan gunung di >>> > belakang. >>> > >>> > Di antara perbatasan Jalan Thamrin dan Sudirman juga dibelah oleh >>> sebuah >>> > sungai. Konon, zaman dahulu, di daerah selatan, Kebayoran Baru dan >>> > sekitarnya, ada sebuah bukit kecil. Tak mengherankan, hingga sekarang >>> pun >>> > masih tersisa Kelurahan Gunung di Kebayoran Baru. >>> > >>> > Ekor sang naga konon juga ditandai dua simbol penting. Yaitu simbol >>> harta >>> > karun atau kemakmuran. Di satu sisi ada Monas dan di sisi lain ada >>> Bank >>> > Indonesia . Entah ini disengaja atau tidak, tapi memang rupanya Jalan >>> > Sudirman-Thamrin memiliki energi feng shui sangat positif. Menurut >>> teman >>> Mpu >>> > Peniti itu, jarang sekali ada jalan utama bisnis di sebuah kota >>> didesain >>> > sangat sensitif menurut kaidah feng shui. >>> > >>> > Sayang, menurut sang pakar feng shui itu, energi yang sangat positif >>> ini >>> > kemudian dirusak dengan pembangunan yang tumpang tindih. Entah kenapa, >>> > dibangun sebuah patung Arjuna dengan sejumlah kuda, pas di ekor sang >>> naga, >>> > yaitu di depan Gedung Indosat. Ini energi negatif. Sebab posisi Arjuna >>> > menghadap sang ekor naga dan tampak memanah ke arah ekor itu. Kini >>> ekor >>> naga >>> > terpanah sehingga tidak lagi bebas bergerak. >>> > Tak mengherankan apabila rupiah tidak mau stabil-stabil. Begitu >>> analisis >>> > sang pakar feng shui. >>> > >>> > Energi negatif lain, ketika patung Arjuna itu direnovasi belum lama >>> ini, >>> > beberapa patung kuda direnovasi dengan gaya transparan. Munculnya >>> "kuda-kuda >>> > setan" yang agresif dan berbahaya ini sangat mengganggu keharmonisan >>> energi >>> > sang naga. >>> > >>> > Hal lain yang juga mengkhawatirkan adalah bangunan-bangunan baru yang >>> > didirikan tanpa memperhatikan keserasian lingkungan. Kebanyakan >>> bangunan >>> > baru ini semata-mata dibangun dengan keserakahan luar biasa, tanpa >>> > memperhatikan gedung-gedung lama yang telah berdiri sehingga >>> perpaduannya >>> > menjadi rancu. Pergerakan sang naga pun menjadi terganggu. >>> > >>> > Yang bikin saya ketawa, konon busway itu juga energi yang jelek, >>> karena >>> > membuat gerakan sang naga menjadi sangat agresif dan liar. Sang naga >>> tak >>> > lagi bergerak meliuk-liuk dengan elegan. >>> > Akibatnya, bumi menjadi tidak stabil. Tak mengherankan pula apabila >>> > malapetaka dan bencana alam terus-menerus melanda Indonesia . >>> > >>> > Anda, tentu saja, saya larang keras mempercayai begitu saja analisis >>> pakar >>> > feng shui itu. Tapi analisisnya mungkin menyiratkan sebuah pendalaman >>> yang >>> > lain. Bahwa kita harus mahir membaca tanda-tanda alam. Peka terhadap >>> > lingkungan di sekitar kita. >>> > >>> > Jangan pernah membiarkan keserakahan menguasai diri kita. >>> > >>> > >>> > Kafi Kurnia >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> >>> >>> >> >> >> > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Album Foto : http://pirus.fotopic.net MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com Friendster : http://www.friendster.com/9379274 Administrator email : [EMAIL PROTECTED] -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

