-----Original Message-----

----- Original Message -----
From: "Humas DTjkt" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Milis DT" <[email protected]>
Sent: Wednesday, October 04, 2006 7:19 PM
Subject: [daarut-tauhiid] SEMANGAT Sebagai Kunci Kebahagiaan


> ***********************
> Your mail has been scanned by BLT InterScan.
> ***********-***********
>
>
>
http://www.dtjakarta.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=61&Item
id=33
>
> Oleh : Aa Gym
>
> Bismillahirahmanirrahim
>
> Kepribadian manusia sangat tergantung kepada suasana hati yang dipengaruhi
> pikiran. Seumpama teko, ia hanya mengeluarkan isinya. Bila isinya teh,
maka
> yang keluar pun teh. Kalau isinya air bening, maka teko itu pun hanya
> mengeluarkan air bening.
>
> Demikian halnya dengan kepribadian seseorang. Bila hatinya sedang diliputi
> kegembiraan, maka terpancarlah rasa sukacita itu dari raut wajah, tutur
kata
> gerak-gerik, dan perilaku fisik lainnya. Sebaliknya, hati yang sedih
sebagai
> buah dari pikiran yang kusut. Tercermin pulalah dalam penampilan, tatapan
> mata, desahan nafas, raut wajah, atau kelesuan tubuhnya.
>
> Memang, tubuh hanyalah alat ekspresi dari kondisi hati. Sehingga,
Rosulullah
> saw. pernah bersabda, "Di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging.
Kalau
> daging itu baik, maka baik pula tubuhnya, tetapi kalau daging itu buruk,
> maka buruklah seluruh sikapnya. Ia adalah hati."
>
> Oleh karena itu, sekiranya dalam mengarungi hidup ini kita merasa kurang
> berprestasi, kurang berkualitas, atau jemu dan tidak bergairah dalam
> menghadapi hari demi hari, sehingga kehadiran kita kurang memiliki arti,
> baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan, maka ketahuilah bahwa
> semua itu sama sekali bukan disebabkan oleh adanya kesulitan-kesulitan
yang
> menghimpit, melainkan lantaran kurang terampilnya kita dalam mengelola
> suasana hati, sehingga menjadi tidak sanggup memompa dan membakar
semangat.
> Padahal, bukankah semua bahan bakunya telah disiapkan oleh Allah yang Maha
> Rahman secara adil dan sempurna, di dalam diri kita sendiri?
>
> "Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk,"
> demikian firman-Nya. Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri
> kita sudah disiapkan dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri, yang
> memiliki potensi sama untuk meraih kualitas pribadi terbaik yang berhak
> mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
>
> Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri kita sudah disiapkan
> dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri, yang memiliki potensi sama
untuk
> meraih kualitas pribadi terbaik yang berhak mendapatkan kebahagiaan dunia
> dan akhirat.
>
> Sungguhpun kita dapati beberapa kekurangan menempel pada tubuh ini,
> sesungguhnya kekurangan lahir itu amatlah semu. Dan itupun semata-mata
> didasarkan atas penilaian kita saja yang sudah pasti senantiasa diselimuti
> hawa nafsu. Sesungguhnya kekurangan-kekurangan yang Dia berikan pada jasad
> (lahir) ini merupakan alat yang amat potensial untuk mengembangkan
kualitas
> hati.
>
> Bahwa justru dengan kekurangan yang ada, hati menjadi terlindung dari
riya,
> sum'ah, dan takabur, sehingga menjadi terlatih untuk selalu ridha dan
sabar.
> Bukankah bersikap sabar itu lebih sulit dan berat ketika mendapatkan
nikmat
> ketimbang saat didera musibah? Disamping itu, hati pun niscaya akan
terlatih
> menjadi ahli syukur karena ternyata musibah kekurangan yang ada itu pasti
> teramat kecil dibandingkan dengan nikmat kesempurnaan lainnya yang
melimpah
> ruah.
>
> Walhasil, bila kekurangan itu membuat kita menjadi minder (rendah diri),
> pemalu, kecewa, atau bahkan putus asa, maka jelaslah semua ini karena
> diciptakan oleh perasaan sendiri sebagai akibat salah mengatur suasana
hati.
> Sehingga, tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi bukan tidak
> mungkin orang lain pun ikut terkena getahnya.
>
> Maka, mengantisipasi kondisi semacam ini, kuncinya hanya satu: kesadaran
> penuh bahwa hidup didunia ini hanya mampir sebentar saja karena memang
bukan
> disinilah tempat kita yang sebenarnya. Asal usul kita adalah dari surga
dan
> tempat itu yang memang layak bagi kita. Jika berminat dan
bersungguh-sungguh
> berjuang untuk mendapatkannya, maka Allah pun sebenarnya sangat ingin
> membantu kita untuk kembali ke surga.
>
> Bukalah kitabullah Al-Qur'an dan lihatlah janji-janji yang difirmankanNya.
> Betapa banyak amalan yang amat kecil dan sederhana bisa membuat dosa kita
> diampuni dan diberi pahala berlipat ganda.
>
> Sahabat, kita memang harus bertindak cermat agar "sang umur", sebagai
modal
> hidup kita, benar-benar efektif dan termanfaatkan dengan baik. Sebab, bisa
> jadi kita tak lama lagi hidup di dunia ini. Akankah sisa umur ini kita
> habiskan dengan kesengsaraan dan kecemasan padahal semua itu sama sekali
> tidak mengubah apapun, kecuali hanya menambah tersiksanya hidup kita?
> Tidak!, sudah terlalu lama kita menyengsarakan diri. Harus kita manfaatkan
> sisa umur ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat kebahagiaan kekal di
dunia
> dan di akhirat nanti.
>
> Kebanyakan kita suka tenggelam dalam kesengsaraan, persis seperti kapal
> selam yang bocor, semakin banyak bocornya, semakin cepat pula
tenggelamnya.
> Sepertinya kita ini adalah orang-orang yang tidak dapat mengatur pikiran
> dengan baik. Kerap terhantui oleh masa lalu, berangan-angan dan cemas akan
> hari esok, semua itu membanjiri dan menenggelamkan pikiran, sehingga tak
> sempat lagi berfikir banyak untuk hari ini. Padahal, hari kita justru hari
> ini.
>
> Sekiranya masa lalu kita buruk dan kurang sukses, justru akan menjadi baik
> dengan baiknya hari ini. Begitupun jika kita merindukan hari esok yang
baik,
> maka kita peroleh dengan berlaku semaksimal mugkin pada hari ini.
>
> Sekali lagi, hari milik kita adalah hari ini. Maka, kita buat sukses
dengan
> gemilang. Apa yang terjadi di masa lalu adalah bahan pendorong untuk hari
> ini. Bergelimang dosa pada hari yang lalu menjadi pemicu untuk bertaubat
> pada hari ini. Janganlah pikiran kita dipenuhi dengan ingatan akan
banyaknya
> dosa, namun penuhilah dengan pikiran tentang bagaimana caranya agar
> memperoleh ampunan dari Allah pada hari ini.
>
> Karenanya, gelorakan semangat untuk bertaubat sesempurna mungkin.
Kelemahan
> dan kegagalan masa lalu tidak usah menjadi buah fikiran berlama-lama.
> Kuasailah pikiran dengan baik dan kerahkan seoptimal mungkin agar
memperoleh
> kesuksessan dan kebahagiaan pada hari ini.
>
> Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam
dalam
> kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai
> dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru.
> Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena
> kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar.
>
> Dan yang terlebih penting lagi, kita akan dilimpahi aneka nikmat baru yang
> lebih besar karena kita telah menjadi ahli syukur nikmat. Bukankah Allah
> Azza wa Jalla telah berjanji, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami
> akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku,
maka
> sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim (140):7)
>
> Jadi, jangan pikiran kita terjerat oleh rasa malu. Kemarin jelek, maka
hari
> ini harus bagus, sehingga hari esok pun menjadi cerlang cemerlang!.
Aturlah
> pikiran kita dengan baik dan cegahlah dari hal-hal yang dapat merusak
> suasana hari ini. Kondisikan agar kita selalu mampu berpikir positif.
>
> Mengapa kita harus gelisah memikirkan nikmat yang belum tampak? Padahal,
> semua yang kita inginkan mutlak kuncinya adalah qudrah dan iradah Allah.
Dan
> Dia sangat memperhatikan perilaku kita setiap saat. Sekiranya Allah, tidak
> menghendaki, maka tidak akan pernah terjadi apapun jua. Namun sekiranya
Dia
> menhendaki sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat menolaknya.
>
> Allah berfirman, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka
> tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Allah
> menhendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya
Dia
> memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki di antara
> hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.
> Yunus (10) : 107)
>
> Tegasnya, siapapun yang memiliki cita-cita luhur, yakinlah bahwa hari ini
> adalah kunci untuk hari esok. Sekiranya Allah menyaksikan hari ini penuh
> dengan perjuangan dan pengabdian yang gigih, sarat semangat dan gairah
> hidup, shalat tepat waktu dan khusyuk, bibir dilimpahi dengan bacaan
Qur'an
> dan dzikir, kerap berbuat kebaikan pada sesama, maka niscaya Dia akan
> membukakan jalan bagi kesuksessan hidup kita.
>
> Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambanya yang penuh semangat
> dan gairah hidup untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhai-Nya,
> sehingga singkat di dunia benar-benar penuh kesan dan arti.
>
>
> =========================================
> Rangkuman Pengajian MMQ
> Humas DT Jakarta
>
>
>
>
>
>
> ===================================================================
>         Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
> ===================================================================
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
>
> <*> Your email settings:
>     Individual Email | Traditional
>
> <*> To change settings online go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
>     (Yahoo! ID required)
>
> <*> To change settings via email:
>     mailto:[EMAIL PROTECTED]
>     mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke