Note: forwarded message attached.


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
 
----- Original Message -----
From: Hrmgr
Sent: Thursday, September 28, 2006 10:47 AM
Subject: FW: hebat.....

FYI

 
MISTERI TERBELAHNYA BULAN.....






SIla baca sampai habis....kisah bulan terbelah ini

Mudah - Mudahan bermanfaat



 BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM



 SUBHANALLAH..............

 MAHA BESAR ALLAH  SWT ATAS SEMUA CIPTAANNYA


 Subject: MISTERI TERBELAHNYA BULAN.


 Allah SWT berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah


 terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"


 Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.

 Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan

 kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas  memiliki kandungan

 mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya

 sebagai berikut :


 Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa

 waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif,  Inggris bagian barat,

 dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada  yang muslim dan ada juga

 yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar

 mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.


 Salah seorang  pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya,

 "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari

 qiamat dan bulan pun  telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah ?

 Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan

 oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu


 pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang

 terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul

 terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas

 kenabian dan  kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan

 mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap

 orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah

 dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka  tentulah kami para

 muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu

 memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah

 shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha

 berkuasa atas segala sesuatu".


 Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW

 membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah

 Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai  Muhammad,

 kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu

 kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan

 mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka

 menjawab: "Coba belahlah bulan ..." Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan

 terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT

 memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah


 pun mengarahkan  telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan

 sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar,

 "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!".


 Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja

 "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir

 orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu

 orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun

 bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang

 dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari

 perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah

 kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya,

 benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua

 dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!".



 Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir

 (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah

 dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat

 tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya

 berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka

 mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu  mereka. Dan setiap urusan

 benar-benar telah tetap ....." sampai akhir surat   Al-Qamar.


 "Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan

 setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut,

 berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya

 berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai

 tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:

 "Dipersilahkan dengan senang hati."


 Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum

 menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah

 terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih

 kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku

 membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama

 aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun  membacanya: "Telah dekat hari

 qiamat dan bulan pun telah terbelah......." Maka aku pun

 bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa

 terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang

 bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca

 ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan

 sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat

 keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.


 Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada

 sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar

 ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang


 dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan


 diantara diskusi  tersebut adalah tentang turunnya

 astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke

 bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta

 dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata,

 "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya

 untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak,  ..!!!

 Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan

 tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri,

 maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita

 berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka

 kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu

 pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal


 taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan

 di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun

 bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab,

 "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di


 permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para

 pakar geologi untuk  menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak

 mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu

 bersatu kembali".

 Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka

 aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar

 telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun


 yang lalu. Allah benar-benar telah  mengolok-olok AS untuk

 mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta  dollar lebih, hanya untuk

 menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!"".


 Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku  pun bergumam), "Maka,

 aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan


 ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.


 Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq


 ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN


 Sebarkan kepada kaum muslimin dan muslimat yg anda kenal... Sungguh suatu

 pencarahan yg bermanfaat bagi kita semua...alhamdulillah

--- End Message ---

Kirim email ke