Title: Message
sebenernya sih, itu kurang tanggapnya si issuer kartu.. krn skrg kan sdh jamanya pakai chip utk kartu kredit dan atm, so mereka dong yg harus melakukan tindakan preventif.. bukan kita..,spt krn mereka juga baru sadar kl transaksi internet banking berbahaya dan pernah jebol baru deh pada pake token pin.. he..he.. dasar pebisnis di indonesia juga maunya menekan biaya service jadi pelanggan yg terancam dirugikan...
 
Regards,
 
Graha Bayu Mochamad
------------------------------
VAS - FTM & Celluler Operation
Mobile : 0816-10 11 25
email : [EMAIL PROTECTED]
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Andik Harjono
Sent: 02 Nopember 2006 8:47
To: [email protected]
Subject: [pirus] Re: Maling Berteknologi Canggih

hik's repotnya hidup di negara maling? bawa duit cash resiko kecopetan/dirampok, pake kartu resiko disadap....
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Budianto Eko
Sent: 02 Nopember 2006 8:31
To: [email protected]
Subject: [pirus] Maling Berteknologi Canggih

*Maling Berteknologi Canggih *


Kapolwil: Ini Yang Pertama di Indonesia
SURABAYA - Pemegang kartu ATM yang juga berfungsi sebagai kartu debit kini
harus lebih waspada. Sebab, pelaku kejahatan semakin canggih dalam beraksi.
Kartu debit pun sangat mudah dibobol.

Kemarin, Unit Idik IV Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Satreskrim
Polwiltabes Surabaya mengungkap kasus pembobolan kartu debit BCA dengan
modus baru. Ho Tony Laurentius Hosana, tersangka kasus itu, menyadap data
nasabah melalui alat canggih bernama skimmer. Data tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam "kartu kosong" (white card) miliknya.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang I skandar menyebutkan, kasus yang
diungkap anak buahnya kemarin itu merupakan yang pertama di Indonesia.
"Sepanjang pengetahuan saya, belum ada satu pun pengungkapan kasus kartu
debit yang dilakukan polisi. Jadi, pengungkapan ini merupakan yang pertama,"
kata Anang yang didampingi Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Mujiyono.

Barang bukti yang disita polisi cukup banyak. Di antaranya, sebuah card
reader/encoding merek Axicon, sebuah laptop, dan sebuah skimmer (pembaca
data) merek Axicon. "Alat penyadap data nasabah tersebut dibeli tersangka di
Hongkong," ungkap Anang.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, pengungkapan tersebut bermula
dari laporan BCA ke Mabes Polri pada Juli lalu. "Saat itu, BCA melapor
adanya komplain transaksi dari para nasabah senilai Rp 300 juta dalam dua
bulan terakhir," katanya.

Selanjutnya, tim Eksus (Ekonomi Khusus ) Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)
Mabes Polri turun tangan untuk menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi.
Hasilnya, diketahui bahwa transaksi dan "jebolnya" kartu debit BCA itu
terjadi di Surabaya. Mabes Polri pun memerintah Polwiltabes Surabaya untuk
mengungkap kasus tersebut.

Penyelidikan yang dipimpin Kasubnit Idik IV Iptu Mulyadi tidak sia-sia.
Polisi mencurigai Ho Tony Laurentius, 24, warga Regensi Blok A 21, Klampis
Ngasem, Surabaya. Bos butik tersebut terbukti menyadap data nasabah BCA saat
ada pembeli yang membayar melalui emisi debit BCA di tokonya.

Kepada penyidik, Tony mengakui semua perbuatannya. "Saya memang berniat
membobol kartu debit para pelanggan yang berbelanja di toko saya,"
ungkapnya.

Salah satu buktinya adalah kenekatan Tony membeli skimmer dan card
reader/encoding me rek Axicon tersebut di luar negeri. "Alat itu dibeli di
Hongkong seharga hampir Rp 50 juta," jelas Kanit Idik IV AKP Nunuk.

Anang menjelaskan, modus yang dilakukan Tony sebenarnya cukup sederhana.
"Jadi, setiap ada pelanggan yang membayar melalui kartu debit, dia hanya
perlu mengintip dan mengingat enam digit PIN pelanggannya. Hal tersebut
tidak terlalu sulit karena saat nasabah memasukkan PIN, biasanya gampang
dilihat," ujar orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya tersebut.

Selanjutnya, skimmer canggih merek Axicon yang dibeli Tony jauh-jauh dari
Hongkong itulah yang bekerja. "Saat pelanggan menggesek kartunya, hanya
butuh beberapa menit, semua data rekening bank milik para pelanggan
berpindah ke laptop Tony," jelasnya. Tampaknya, Tony menghubungkan EDC (alat
pendebit kartu BCA) dengan skimmer, kemudian disambungkan ke laptop-nya.

Kemudian, data tersebut dimasukkan ke dalam kartu kosong yang telah
disiapkan. "Setelah semua data masuk, Tony tinggal memasukkan PIN yang
sebelumnya diintip. Selanjutnya, dengan bebas dia menguras isi ATM korban,"
ungkap perwira dengan tiga mawar di pundak tersebut. Namun, belum lama
beraksi, Tony ditangkap polisi. (ano)






=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System




=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System




=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke