kajian JUMAT 17-11-2006 
 
-----Original Message-----
From: Oktavianus Tambunan 
Sent: 17 Nopember 2006 9:40
To: Andik Harjono
Subject: Munafik



Ya Saudaraku,

 

Assalamu 'alaikum warohmatullohi wa barokatuh,

 

Allah berfirman dalam Surat An-Nisaa': 142

 

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas
tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri
dengan malas.  Mereka riya' kepada manusia dan tidaklah mereka berdzikir
kepada Allah kecuali sedikit saja"

 

Bersabda Nabi dalam hadits yang Marfu':

 

"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah bersabda: Tanda-tanda orang munafiq
ada tiga perkara, yaitu apabila bercakap dia berbohong, apabila berjanji
dia mungkiri, apabila diberi amanah di mengkhianatinya" (Bukhori-Muslim
Hadits No: 38)

 

"Demikianlah orang-orang munafik digambarkan Allah dan Rasulnya kepada
kita, supaya kita mengambil pelajaran". Pak Kyai memulai kajiannya. Saat
itu aku dan beberapa temanku memang sedang mengaji kepada beliau.

 

Namun harap diingat bahwa munafik, riya' dan dengki ataupun ikhlas
adalah persoalan hati. Dimana Allah menegaskan bahwa masalah hati adalah
urusanKU (dalam satu hadits dimana Allah menolak salah satu do'a
Nabiyullah Muhammad S.A.W, ketika beliau meminta agar umatnya tidak
menderita karena perpecahan). Untuk itulah mari kita selalu berdo'a
kepada Allah seperti do'a yang telah diajarka oleh Rasulullah yakni "Ya
Robb yang membolak-balikan hati, teguhkan hatiku dalam din-Mu dan
ketaatan kepada-MU" --> Ya Robbi muqollibal qulb, tsabit qolbii 'alaa
diinika wa tho'atik. Sang kyai menjabarkan lebih lanjut.

 

" Pak Kyai, bagaimana definisi ikhlas itu?" Salah seorang kami bertanya

" Coba kita tengok Qur'an 34:47. Yang artinya: " Katakanlah: "Upah
apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah
dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.""" Jawab sang Kyai.

 

Dalam ayat itu Rasulullah di perintah untuk mengatakan bahwa apapun yang
Rasulullah usahakan hakikatnya adalah untuk kebaikan umatnya. Sedangkan
balasan yang diharapkan hanyalah dari Allah. Nah inilah ikhlas. Kerangka
berpikir ikhlas itu adalah berbuat kebaikan untuk sesama, dan hanya
mengharapkan balasan dari Allah. Kalau perlu orang lain tidak perlu tahu
bahwa kita yang melakukan kebaikan itu. Kembali dijabarkan oleh Pak
Kyai.

 

" Kalau riya' dan dengki bagaimana Pak?" Kini aku yang bertanya.

 

"Ketahuilah kedua sifat itu datang dari hati yang berpenyakit.
Kebanyakan orang yang hatinya sakit adalah kaum munafik dan juga tentu
saja kaum kafir. Tetapi kalau kafir sudahlah jelas duduk soalnya, kita
bicarakan lain waktu saja. Yang berbahaya ini adalah sifat nifaq ini. Ya
munafik tadi!" 

 

" Apakah artinya kalau kita punya sifat riya' dan dengki kita tergolong
munafik pak?"

Sang Kyai berkata dengan tegas," Ya! Maka berhati-hatilah! Sifat riya'
membuat kita lalai, seperti keterangan ayat di atas. Dan juga dalam
surat Al-Maa'uun ayat 5 dan 6. Sedang dengki membuat kita menjadi
mungkar. Kita terjebak dalam kekafiran. Maka berhati-hatilah!"

 

"Apalagi ciri-ciri orang munafik Pak Kyai?"

" Apakah kalian sering lupa sholat?" Sang Kyai bertanya dan kami diam.

" Lebih khusus lagi apakah kalian suka lupa sholat Isya?" Tanya Kyai
lagi dan kami diam

" Atau yang paling sering apakah kalian suka lupa sholat subuh?"
Kembali kami terdiam

" Ketahuilah itu adalah tanda-tanda sifat saahuun (Al-maa'uun:5), dan
ketahuilah itu adalah benih-benih kemunafikan!" Kyai mengakhiri
penjelasannya.

 

Sebelum kami meninggalkan padepokan sang Kyai, beliau berpesan,"
Janganlah kalian berkata ," Aku telah ikhlas, namun katakanlah Ya Allah
aku ridho".

" Janganlah kalian berkata si fulan riya', si fulan munafik, si fulan
ikhlas, karena semua itu adalah perbuatan hati. Dan itu adalah urusan
Allah. Tetapi katakanlah," Alhamdulillah, semoga Allah ridho dan si
fulan ridho kepada Allah!".....

 

"Apakah itu disunnahkan Rasul, Pak Kyai?" tanya kami

" Tidak! Sekali-sekali saya tidak akan menisbatkan sesuatu atas nama
Rasul kecuali yang benar datangnya dari Rasul". Pak Kyai berkata dengan
tegas.

 

"Sesungguhnya itu hanyalah cara riyadhoh dan rihlah untuk hati kita.
Supaya hati kita menjadi lembut dan selalu lapang"

 

----oO0Oo-----

 






=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke