-----Original Message-----
From: mayatperempuan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent:
Wednesday, August 10, 2005 1:00 AM
To: [email protected]
Subject: [Politik_Tionghoa] apakah tragedi mei 98 harus dilupakan??

 

Dirgahayu

beberapa kalangan berpendapat bahwa apa yang
pernah terjadi di peristiwa Mei 98 itu tidak
perlu diingat bahkan lebih ekstrem harus dilupakan
demi keamanan dan ketertiban nasional.

UL: Kalangan yang mana?  Lu baca dimana? bisa quote tulisannya disini?

 

adanya pihak-pihak tertentu yang mempolitisir
tragedi Mei 98 sebagai dagangan politik untuk
menaikan citra diri sebagai pahlawan tionghoa seperti
sdr. Lius Sungkarisma tentu saja memperkuat
pendapat
dari pihak-pihak yang menuntut tragedi

Mei 98 dipeti es
kan.

UL: biasanya suatu kasus dipeti es kan atau enggak itu datengnya dariatassono. Lius Sungkarisma berjuang dengan caranya sendiri, lu berjuang dengan cara lu sendiri (kalo emang berjuang, belakangan kayak melolong-lolong doank) Kenapa pake jelek-jelekin orang.



Yap Hong Gie "memasang" becky khoo yang mengaku sebagai korban
langsung penjarahan sebagai bukti tambahan untuk
melupakan atau mem peti es
kan tragedi Mei 98. bahwa
bahkan korban penjarahan seperti becky khoo pun
meminta agar tragedi Mei 98 itu harus dilupakan
karena begitu menakutkan dan demi stablitas nasional.

UL: yang bisa melupakan cuman yang amnesia atau gila. Setahu gue  dua orang yang lu sebut itu minta orang-orang  macam lu berenti melolong dengan mengatasnamakan korban. Darimana? Baca sendiri tulisannya di sebelah.

Lu bilang ada ketidak adilan, pelanggaran HAM, silakan berjuang tapi jangan mengeksploitisir korban, apalagi korban perkosaan. Kasian tau, udah jadi korban sekali, lu eksploitisir lagi.


tuduhan lebih keji mengatakan bahwa etnis tionghoa
hendak menjadikan tragedi Mei 98 sebagai rengekan massal
dan bersikap manja dan intoleran terhadap tragedi-tragedi
lain yang menimpa bangsa ini.

UL: Gue yang tionghua aja mulai merasa lu orang  merengek kayak bayi. Apalagi kalau bawa bawa korban perkosaan segala. Harusnya lu mikirin gimana supaya tidak seperti rengekan itu. Memalukan, kayak nggak punya pride n dignity.


lebih jauh, pihak yang hendak membela para pelanggar berat
HAM mengatakan bahwa kerusuhan massal Mei 98 itu tidak
ada hubungannya dengan sentimen rasis anti tionghoa. benar
tidaknya pendapat ini, tidak menjadikan alasan bagi
komunitas tionghoa untuk mencoba meniadakan apa yang
terjadi pada peristiwa Mei 98. apalagi apabila tragedi Mei 98
dipandang sebagai tragedi nasional bangsa indonesia. sudah
tentu masyarakat tionghoa harus berperan aktif untuk
meneliti apa yang terjadi di balik tragedi mei 98 itu.

UL: Gue lebih percaya teori konspirasi lu tentang kepentingan oknum politik yang UUD (ujung ujungnya duit) ketimbang sentiment rasis. Well, mungkin ada sedikit, karena ada yang menghembus-hembus soal biang kerok yang kebetulan adalah keturunan tionghua, atau lu bilang cina or whateper lah. Dan hembusan ini sudah berlangsung sejak jaman VOC. Nggak aneh lagi. Gimana cara menghentikan nya? Ada ide?

Dari jaman penjajahan sampe udah merdeka 60 tahun, kok bisa sih hembusan angin lesus ini ngga habis-habis.

 


adanya indikasi keterlibatan militer ini paling ditakutkan
oleh pihak-pihak yang meminta tragedi Mei 98 dilupakan.

tentunya, kita tidak menyerang institusi militer. kita
mencintai TNI sebagai tentara rakyat sehingga militer pun
harus belajar menjadikan dirinya sebagai tentara nasional
indonesia bukan sebagai TENTARA BAYARAN INDONESIA yang
bekerja dan berpihak pada yang bayar.

UL: nenek! Dari jaman taon 66 udah ada itu konspirasi dengan jurus mengeprak rumput mengagetkan ular. Don’t you ever heard?  Jurusnya membuat massa panik dan membuat militer KO dalam 3 ronde. Ngadu domba TNI dan massa. Keadaan seperti itu TNI akan kejepit, maju kena mundur kena, kayak judul pelem Dono.

Tidak bertindak berarti menimbulkan/membiarkan kerusuhan, jika bertindak dimusuhi rakyat.  


: Liat
gaya si mayat mencak-mencak ama militer, berarti jurus keprak rumput ini berhasil khan?

 

: Maaaay maay. Lu tuh enggak memuji enggak memaki, dua duanya kontraproduktif. Ajaib.

Yang dipuji kelihatan rusak, sebab lu nyambitin musuhnya dengan gaya berantakan.

Yang dimaki tenang tenang aja, sebab sambil memaki lu melancarkan jalan.

maaf bagi para korban yang menderita yang keberatan kalao
tragedi Mei 98 hendak diusut sampai tuntas. tetapi kami
tidak menghendaki tragedi Mei 98 terulang kembali. sehingga
kita semua harus mengetahui dengan pasti siapa saja yang
terlibat dalam pelanggaran berat HAM yang merusak citra
bangsa dan negara
indonesia di mata internasional.


UL: duh, kacamatakudanya di lepas dulu. Sekali kali lu pake kacamata korban gitu lhoh.

Korbn juga kepengen kasus Mei diusut sampe tuntas, dan tidak ingin jadi korban sekali lagi, siapa juga yang pengen kejadian kayak gitu terulang. Selain lu mikirin citra bangsa dan negara di mata internasional, pikirin citra tionghua di dalam negri juga, okeeeh.

Mayat
UL: teruskan perjuanganmu.







YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke