Heheheh, abis udah sekian lamanya lu gembor menghidupkan BAPERKI sampe gue gemes pengen smes. Ya sebetulnya kalauideologi BAPERKI yang mau dihidupkan, itu enggak jelek, sebab tujuan BAPERKI khan memerangi/ berantas rasialis.

Cuman, kalau mendirikan suatubadanatau ormas sos-pol dengan nama yang sama “BAPERKI” itu mah tidak efektif, malah mengundang cibir dan hujat, cuman buang-buang tenaga dan biaya aja, mending bikin ormas baru.

 

Besok hari kalau lu ganti istilahnya jadi menghidupkan kembaliideologi BAPERKI” barangkali gue akan mendukung, gue bilang barangkali lhoh, sebab gue belon belajar keseluruhan ideologi si BAPERKI ini, baru sedikit yang gue baca dan gue cukup salut dengan apa yang udah gue baca, lepas dari spekulasi tentang isu isu politik yang bertebaran sehubungan dengan BAPERKI tsb.

Tapi daripada lu ngotot bawa bawa nama BAPERKI mendingan lu mix and blend menjadi satu pemikiran baru deh May, gue keburu sensi kalau lu nyebut BAPERKI, hihihihihi………..

 

Eh, May, namanya phobia nggak bisa disembuhin dalam waktu semalam, butuh proses, sama kayak yang namanya Schizophren Paranoid juga ga bisa sembuh dalam sebulan dua, hehehehe. Tapi gue setuju juga kalu dibilang untuk berani berpolitik ngga bisa cuman modal berani doank, harus punya moral dan kecerdasan politik biar kaga malu maluin tionghua donk.

 

Bisa tolong definisiin moral dan kecerdasan politik ini yang seperti apa?

Dan bagaimana supaya menjadi cerdas politik ini?

 

BTW, prozacnya udah dimakan? Sekarang dosisnya sehari sekali cukup kali. Hieheheheheheh (ketawa jahat)

 

 

-----Original Message-----
From: Gending Suralaya [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Friday, August 12, 2005 10:16 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [Politik_Tionghoa] ci yulie & sohib, tidak ada yang salah dengan BAPERKI...

 

Dirgahayu

 

"menghidupkan BAPERKI" kan hanya usulanku saja untuk merespon pertanyaanmu mengenai

bagaimana cara menumbuhkan kesadaran berpolitik orang tionghoa. intinya tetap dibutuhkan

sebuah 'wadah' yang kondusif untuk perkembangan kesadaran politik orang tionghoa itu.

setiap orang dijamin oleh UUD 45 untuk berserikat. dan "menghidupkan BAPERKI" adalah

tindakan yang legal dilindungi oleh hukum.

 

yang saya maksud dengan partisipasi politik adalah jenis partisipasi politik untuk seluruh

orang tionghoa atau paling tidak pertambahan kuantitas dan kualitas orang-orang tionghoa

terhadap fenomena politik. sebab, selama ini tidak tetap kalao dikatakan orang tionghoa tidak

berpolitik. tokoh-tokoh tionghoa kaya raya tetap aktif dalam arena politik. tetapi karena orang-

orang kaya itu memang pada dasarnya tidak memiliki moral politik yang baik maka mereka

tidak mampu mendorong sebuah perubahan sifat politik elitis menjadi politik kerakyatan.

karena mereka berpolitik hanya untuk popularitas dan menambah jumlah uang mereka.

 

untuk merubah stigma negatif yang dengan sukses dibuat oleh cina-cina politis orde baru

maka sebuah 'keberanian berpolitik' saja tidak cukup. yang diperlukan orang tionghoa adalah

sebuah kecerdasan politik dan moralitas politik yang baik. keberanian berpolitik dengan

berbondong-bondong menjadi caleg atau mendaftarkan diri sebagai PRESIDEN RI bisa

menjadi sangat kontraproduktif dan mengundang cibiran banyak pihak. sehingga syahwat

politik tokoh-tokoh tionghoa yang "berani berpolitik" karena dana cukup dan relasi lumayan

harus dibarengi oleh moral dan kecerdasan politik yang jelas.

 

btw, si sohib bukan tionghoa ya? nih kutipan tulisannya di towell-net

"maaf saya bukan tenglang jadi nggak bisa main cingcay"


Mayat


ulysee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Thanks God (untuk mereka yang percaya kepadaNya, untuk yang ga percaya ini biar keren aja kayak di pelem hihihi)

 

Thanks God, Bahwa akhirnya lu memperhatikan selipan pertanyaan gue, biasanya lu lewat aja May, hihihihi.

 

Ehm, ntar dulu, gue lagi mengingat pesan si sohib untuk tidak terlalu ganjen….. abis gimana ya udah mendarah daging jadi susah. Ok, sekarang gue berlagak serius.

 

 

Mayat: saya tidak tahu sampai sejauh mana pemahaman anda tentang BAPERKI. tetapi saya menangkap bahwa anda hendak menyatakan bahwa BAPERKI telah melakukan kesalahan dalam perilaku politiknya.

 

UL: dih, gue enggak bilang kesalahan perilaku politik lagi. Tapi gue pernah bilang gini: sampai BAPERKI bubar itu pasti ada “sesuatu” yang salah. Jangan dipelintir, artinya beda jauh lhoh.

 

Gue merasa perilaku politiknya BAPERKI salah atau benar bukan hak gue untuk menilai. Gue baca ada yang bilang BAPERKI terlalu dekat sama tokoh2 PKI,  BAPERKI dekat dengan pemerintah RRC, adalagi yang bilang BAPERKI antek PKI maka harus dibredel. Walahualam, waktu itu gue belon lahir jadi ga liat sendiri, dan gue belon menentukan untuk percaya atau tidak, tapi gue masih memikirkan adanya kemungkinan semua ini bisa aja fitnahan mereka yang sirik sama BAPERKI, bisa aja semua itu Cuma isu politik, orang BAPERKI sendiri yang tahu, gue tidak tahu. Yang gue tahu adanya isu-isu ini pada akhirnya toh mempengaruhi ‘eksistensi’ BAPERKI

 

 

Mayat : BAPERKI tidak pernah gagal tetapi BAPERKI lebih tepat dikatakan DIKALAHKAN oleh kekuatan yang sama yang menghancurkan sukarno dan merusak NKRI selama  puluhan tahun setelah pembantaian massal di tahun 65.

UL: untuk menentukan gagal atau tidaknya harus balik dulu ke tujuan utama dibentuknya BAPERKI. Biar fair kita pakai acuan postingnya si mayat berapa hari lalu (tgl 3 /8) yang judulnya “Wawancara dengan Dr. Go Gien Tjwan” . Asumsikan semua pendapatnya dia itu bener. Dalam wawancara itu Dr. Go ada bilang:

a)ideologinya "membela kepentingan golongan etnis Tionghoa"

b)      Tujuannya pendek: untuk membela
kepentingan peranakan Tionghoa, minoritas yang merasa - dan memang
benar - didiskriminasi oleh pemerintah dan masyarakat. Dalam praktik
ini berarti menentang diskriminasi ras.

c)Pada tanggal 12 dan 13 Maret
1954 mereka berkumpul di Jakarta, dan sepakat untuk membentuk satu
badan politik yang menentang diskriminasi berdasarkan keturunan
seseorang.

d)      Tapi sudah  terlambat. Sudah terlanjur mendapat
cap "Tionghoa".

Mayat: tawaran saya untuk menghilangkan ketakutan berpolitik orang tionghua adalah mendirikan kembali BAPERKI

UL: hehehe lu memang hobi bangkit bangkitin yang udah mati, nyeremin deh ih.

Gue pribadi sih berpendapat, daripada lu berdiri diatas kuburan BAPERKI mendingan lu diriin ormas baru yang lebih gagah gitu kek. Tapi saat ini gue rasa yang bertujuan sama dengan BAPERKI seperti diatas udah banyak, ada Perhimpunan INTI, ada Partai Tionghua dan lain lain tinggal pilih cocok yang mana, Kalau yang ada ngga cocok ya bikin si ormas baru itu.

 

Gue sih cenderung menganjurkan untuk tionghua yang udah berani berpolitik, masuk ke parpol yang udah ada aja dan jadilah bintang di sana, bintang yang terang, jangan bintang sasaran hujat, asal bertindak benar selalu pasti cemerlang deh.

 

Kalau yang baru setengah berani, masuk ormas ormas deh, kegiatan masyarakat bagus juga untuk mendongkrak citra Tionghua yang pernah dirusak.

 

Kalu yang belum berani, ya belajar berpolitik disini dulu deh, sebelum praktek kita teori teorian dulu gitu, belajar diplomasi, mengemukakan pendapat dengan baik dan benar sebagai bekal terjun di politik beneran.

a

Kalu mau bangkit bangkitan……. Gue mau ikut HKSIS aja, gue mau bangunin PANCASILA dan BHINNEKA TUNGGAL IKA yang udah sekian lama enggak kedengeran! Udah baca belon posting HKSIS tentang PANCASILA? Baca donk baca! Biar bisa lanjutin diskusi gitu kek. Mana Sohib? Sini ikut! Masa pingpong melulu ama tetangga, cape lah.

Ayo donk, bangun. Biar bisa bilang “We can be destroyed but never be defeated”

Hehehhe, mahaff kebanyakan baca Catatan Demonstran.

 

 

 

 

 

 


Start your day with Yahoo! - make it your home page



SPONSORED LINKS
Social sciences Computer science Science education


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke