Hehehhehe, Mayat, ternyata lu juga masih phobia. Sebelas duabelas donk ama gue.

 

Memang waktu baca tulisan si shagua ini gue merinding. Kalau dipake sama orang-orang yang tidak bertanggungjawab, menstereotip kan semua tionghua kayak dia (padahal belon ketauan juga apakah shagua tionghua atau bukan; masih diragukan)

Terus menggemboskan prejudice jelek ama tionghua, waaahhh bisa cialat.

 

Gue belon lupa jaman gue kecil dulu mami gue selalu bilang, Jadi orang tionghua harus pinter-pinter bawa diri, sebab sedikit masalah bisa-bisa yang kena semua tionghua satu kota. Barangkali itu sebabnya orang tionghua banyak mengalah kalau ada masalah, sehingga menimbulkan kesan pengecut dan bisa ditindas, padahal seorang tionghua itu pada saat mengalah dia memikirkan seantero kerabat tionghuanya yang lain, jangan sampai gara gara gue seluruh tionghua menanggung akibat, ini pikiran yang ada bagusnya tapi ada jeleknya juga toh. Somehow waktu itu hampir semua orangtua mengajarkan, menghindari masalah jauh lebih bijaksana.

 

Tapi ada bagusnya juga si shagua mengungkapkan pikirannya, biar bisa diskusi. Hayo dari argumen yang dia ajukan apa masuk akal? Kalau tidak masuk akal kau punya argumen apa untuk menentang? Sudah waktunya kitorang ni berpikir tentang apa yang benar sebagai dasar prinsip, jangan kayak “bebek-bebek” yang percaya buta bertindak ini dan itu tanpa mengerti kenapa dan untuk apa, boro-boro nyampe ke prinsip.

 

Ayo May, ladenin  si shagua donk. Mana yang lu ngga setuju, ajuin argumen lu gitu donk. Tunjukin begonya dia disebelah mana, daripada teriak tolong-tolong melulu hehehehhehe.

 

 

-----Original Message-----
From: mayatperempuan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, September 10, 2005 12:02 PM
To: [email protected]
Subject: [Politik_Tionghoa] Re: shangua, hati-hati berbicara...TOLONG

 

Dirgahayu

shagua, tulisan kamu dibawah ini sungguh kelewatan.
kamu sangat membahayakan orang tionghoa yang berada
di indonesia. kalao saja tulisan kamu ini bisa
sampe di BIN maka gawatlah nasib orang tionghoa.

bibit rasisme dan kekerasan terhadap golongan tionghoa
serta tindak kekerasan masyarakat salah satunya
disebabkan karena kemiskinan dan kesengsaraan hidup.
apabila Indonesia melarat maka dapat dipastikan
akan begitu banyak tindak kriminal. dan apabila
kriminalitas itu memuncak menjadi sebuah amuk massa
maka dapat dipastikan toko-toko tionghoa, orang
tionghoa dan perempuan tionghoa yang jadi korbannya.

dan omongan kamu ini dapat memicu sebuah konflik yang
sangat parah.

mungkin benar kata HUANG DI kalo kamu itu sebenernya
bukan orang tionghoa melainkan anasir anti tionghoa atau
intel BIN.

Mayat

--- In [email protected], "shagua8000"
<
[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
>
Lebih baik pribumi ribut sendiri dgn klaim/kontestasi masing2
> mengenai siapa putra daerah yg lebih berhak, itu jauh lebih baik
> drpd mereka bersatu dan menekan kita spt pd masa lalu. Satu lagi
hal
> yg perlu kita perhatikan yaitu kalau Indonesia kuat dan bersatu,
> Amerika Serikat menarik keuntungan dr benteng anti-Tiongkok yg
besar
> di Asia Tenggara dan sangat riskan seandainya terjadi upaya TPR
RRT
> utk mempersatukan provinsi Taiwan dgn daratan, TNI-AL bisa
digunakan
> AS Amerika utk melakukan blokade tdp suplai BBM dan gas dr Teluk
> Persa ke Tiongkok utk melumpuhkan ekonomi setempat.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke