Assalamu Alaikum Wr.Wb. Terima kasih Pak atas tanggapannya, membuat saya lega sekaligus kecil hati, dengan persiapan yang begitu matang membuat saya malu, mungkin saya tidak punya mental sekuat Bapak. Wassalamu Alaikum Wr.Wb. ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, June 06, 2007 1:55 AM Subject: Re: [porsenipar] Porsenipar, Salah Satu Bentuk Dinamika Masyarakat
Ass.Wr.Wb Terima kasih atas pendapat Bpk Prayudi, saya secara pribadi berpendapat bahwa yang lakukan adalah murni sebagai Wasit, tidak pernah memihak kepada Team siapapun .. !! Untuk menjadi wasit, saya secara pribadi sudah mempersiapkan diri dengan : 1. Membaca buku tentang Bola Volly dan peraturannya, yang dalam buku itu tertulis bahwa : Wasit I bisa menganulir keputusn Wasit II & hakim Garis, dalam konteks ini, yang menjadi pegangan saya adalah Penglihatan saya. 2. Diskusi dengan sesama rekan (guru olah raga), dan melihat pertandingan (walau cuma Di TV-Proliga) 3. Menyiapkan MENTAL, karna tidak semua orang bisa main Bola Volly, Mau Menjadi WASIT. 4. dan yang terpenting bahwa kemarin (seminggu sebelum pertandingan), saya secara pribadi sudah Siap (bersedia) diTraining Wasit oleh Bapak Medi (RW 18) yang menpunyai Serfikat Wasit tingkat Bogor dan memang untuk pertandingan kemarin memang ada hal yang membuat saya kurang Konsentrasi, yaitu : 1. Penonton dibelakang wasit 2. Tempat berdiri wasit masih kurang tinggi. Dari semua yang jelaskan mudah2x-an ada manfaatnya, yang jelas saya masalah Wasit (khusus Intern) akan menjadi masalah yang krusial dalam pertandingan sifatnya Sosial Kemasyarakatan. Terima Kasih. Salam Olah Raga. G. Pungkindaru
