London, Raksasa ponsel asal Finlandia, Nokia Corp mengatakan bahwa mereka
akan mengganti sejumlah baterai ponsel konsumen mereka. Hal ini dilakukan
setelah mereka menerima laporan sekitar seratus insiden overheat atau panas
berlebihan dari sekitar 46 juta baterai ponsel sejenis.

Nokia mengklaim tidak ada kasus cedera serius atau kerusakan barang-barang
yang diakibatkan insiden baterai yang rusak itu. Nokia mengungkapkan bahwa
baterai yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Matsushita Electric
Industrial Co tersebut selain mengalami overheat, juga menyebabkan masalah
hubungan pendek dalam ponsel tertentu.

Matsushita yang memproduksi ratusan barang elektronik di bawah merek
Panasonic telah membuat sebanyak 46 juta baterai jenis BL-5C ini untuk Nokia
selama kurun waktu Desember 2005 sampai November 2006. Masalah hanya terjadi
pada baterai produksi Matsushita dalam kurun waktu itu.

Chief Financial Officer Nokia, Rick Simonson mengatakan pada Dow Jones
Newswires bahwa akan ada kompensasi penggantian baterai ini. Namun dia
mengungkapkan bahwa masih terlalu dini untuk mencari bentuk kompensasi itu.

Simonson menambahkan bahwa dia berharap sebagian kompensasi ini juga
ditanggung oleh pihak Matshushita. "Mereka bertanggungjawab akan kualitasnya
 Akan ada kompensasi dalam masalah ini dan sebagian kompensasi itu
seharusnya ditanggung juga oleh mereka," sebutnya seperti dikutip detikINET
dari CNN, Rabu (15/8/2007). 

"Hanya terdapat seratus insiden di antara 46 juta baterai yang diproduksi
dan tidak ada kerugian apapun. Statistik ini tidaklah signifikan," klaim
Simonson sambil menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Nokia dalam
mengganti baterai hanyalah tindak pencegahan. 

Sebelumnya, Sony juga pernah melakukan penarikan besar-besaran pada baterai
laptop karena bahaya kebakaran. Demikian juga Toshiba yang baru-baru ini
juga menarik baterai Sony dalam laptop mereka untuk masalah serupa.

"Orang-orang mungkin bertanya apakah peristiwa ini sama dengan kasus baterai 
pada laptop tersebut. Jawabannya adalah tidak. baterai laptop jauh lebih besar 
dalam hal energi yang disimpannya," kilah Simonson lagi.(fyk/wsh)

<<IMSTP9.gif>>

Kirim email ke