Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

 

 Allah's Blessings...
<http://www.123greetings.com/events/emar_eiduladha/7185-001-08-1049.gif> 

 Kami mengucapkan ,

 

Selamat Idul FItri

1 Syawal 1428  H 


TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINQUM 

 Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Keluarga Ananto Prayitno (Ananto - Anna - Raihan - Faisal)

Bojong Depok Baru 1 Blok GP No. 5 

6 Hari Pada Bulan Syawwal
Sumber: Arsip Artikel - Millist DT  

 Berpuasa 6 hari pada bulan Syawwal setelah puasa wajib di bulan Ramadhan
adalah merupakan puasa Sunnah Mustahabbah, bukan wajib. Namun puasa ini
sangat disarankan kepada umat Muslim, karena kebaikan yang banyak yang ada
padanya dan pahalanya yang amat besar. Barangsiapa berpuasa 6 hari pada
bulan Syawwal (setelah berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan) akan
dicatat baginya pahala seperti dia telah berpuasa selama satu tahun penuh,
sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih. 

Abu Ayyuub (semoga Allah meridhoinya) meriwayatkan bahwa Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan
kemudian meneruskannya dengan 6 hari pada bulan Syawwal, maka seolah-olah
dia berpuasa sepanjang hidupnya." (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud,
at-Tirmidzi, an-Nisaa'i dan Ibn Maajah). Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
menjelaskan hal ini kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berpuasa selama 6
hari setelah hari Raya Idhul Fitri berarti telah memenuhi tahun itu:
(barangsiapa berbuat kebaikan [hasanah] akan mendapatkan 10 hasanah yang
serupa dengannya)." 

Berdasarkan riwayat yang lain: "Allah telah membuat untuk setiap kebaikan
(hasanah) 10 kebaikan (hasanah) yang serupa, maka satu bulan berpuasa adalah
sama dengan sepuluh bulan berpuasa, dan dilanjutkan dengan berpuasa 6 hari
berarti telah memenuhi sepanjang tahun." (al-Nisaa'i dan Ibnu Maajah. Lihat
juga Sahih al-Targhib wa'l-Tarhib, 1/421). Hal ini juga diriwayatkan oleh
Ibn Khuzayman dengan kata-kata: "Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan
mendapatkan balasan 10 kali yang serupa, dan berpuasa selama 6 hari
mendapatkan pahala bagaikan berpuasa selama 2 bulan, dan hal ini berarti
berpuasa selama satu tahun penuh." 

Madzab Hanbali dan Syafi'i menjelaskan bahwa puasa 6 hari pada bulan Syawwal
setelah berpuasa Ramadhan membuatnya seolah-olah seseorang telah berpuasa
selama satu tahun penuh, karena pelipatganda-an pahala berlaku pula terhadap
puasa-puasa sunnah, karena setiap kebaikan (hasanah) di hitung sebagai 10
hasanah. 

Hal lain yang menunjukkan pentingnya puasa 6 hari pada bulan Syawwal adalah
bahwa puasa sunnah ini akan menutup kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi
dalam puasa di bulan Ramadhan, karena tidak seorangpun yang terbebas dari
kelemahan-kelemahan yang boleh jadi berpengaruh pada puasanya. Pada hari
berbangkit, amalan-amalan sunnah akan diperhitungkan untuk mengejar
kelemahan-kelemahan dalam amalan-amalan wajib, sebagaimana Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Yang pertama kali akan dihisab pada
hari berbangkit adalah Shalat. Robb kita, Yang Maha Mulia dan Maha Agung,
akan berkata kepada malaikat-malaikat-Nya - meskipun Dia Maha Tahu -
'Periksalah sholat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah tidak.' Apabila
sempurna, akan dicatat sebagai sempurna, dan apabila ada kekurangannya, Dia
akan berfirman, 'Periksa dan lihatlah apakah hamba-Ku telah melakukan
sholat-sholat sunnah.' Jika dia telah melakukan sholat-sholat sunnah,
(Allah) akan berfirman, Sempurnakan amalan wajib hamba-Ku dengan
amalan-amalan sunnahnya.' Kemudian semua amalannya akan dihitung dengan cara
yang sama." (diriwayatkan oleh Abu dawud). Wallahu a'lam bishawab. 


 

PS:
(*Tentu amatlah tidak pantas bagi kita untuk "berhitung" atas pahala yang
Allah berikan terhadap amalan kita.... karena sesungguhnya Nikmat dan
Karunia Allah yang turun kepada kita tiadalah terhitung banyaknya. Namun
mudah-mudahan apa yang disampaikan di atas membuat kita berlomba-lomba untuk
melakukan ibadah sunnah disamping mengerjakan yang wajib.
**Bagi ukhti....puasa sunnah hanya bisa dijalankan apabila yang wajib telah
terpenuhi... maka marilah bergegas untuk "melunasi" hutang puasa apabila
ada... sehingga Insya Allah masih mendapat kesempatan untuk memenuhi puasa
sunnah 6 hari di bulan Syawwal ini.
***Mohon apabila ada di antara saudaraku di Milis yang mendapatkan adanya
hadits yang tidak sahih dari antara tulisan-tulisan yang saya postingkan ke
Milis, yang barangkali karena kekhilafan saya, sudilah kiranya segera
menyampaikan pembenarannya kepada saya, jazzakumullah. Semoga Allah Yang
Maha Pengampun mengampuni kekhilafan-kekhilafan saya, amien.) 

 

-Jenny Ernawati-
(Sumber: Diterjemahkan dari Alharamain Monthly Online Newsletter, vol. 5
issue 11)





 

Kirim email ke