> Saya ingin urun rembuk mengenai jalan yang rusak parah... Seperti yang beberapa teman usulkan untuk mendesak pihak developer,pada dasarnya saya mendukung,cara mendesak ini yang kita juga mesti kasih solusi,. Mungkin Ketua Lingkungan kita sibuk, para pengurus lingkungan kita belum sempet atau mungkin sudah mencoba tapi nggak berhasil, bahkan semangatnya sekarang jadi kendor..tapi.. masalah ini harus menjadi masalah kita bersama, kita harus sama-sama mencari jalan keluarnya.Kita tidak boleh menyalahkan orang per orang ataupun pengurus lingkungan.. Saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya.ini sifatnya hanya usulan saja :
pertama : Kita bentuk pansus : To the point aja saya ingin pak Almasdi sebagai ketuanya karena saya lihat beliau cukup capable dan yang pertama kali memunculkan masalah ini..setuju nggak..? Atau Pak RW kita sebagai ketua..Gimana pak RW..? Anggautanya bisa dari sesepuh,tokoh di lingkungan BDB II pokoknya yang kita anggap bisa mewakili warga BDB II. Jumlah Pansus ini terdiri masing2 RW diwakili 2 orang. Jadi kalau di BDB II ada 5 RW, berarti pansus terdiri dari 1 orang ketua dan 10 orang anggauta Jadi Pansus ini adalah pengurus lingkungan BDB II secara kolektif. kalau sekarang kan hanya dijabat 1 Orang..tapi tugasnya khusus....Urusan FASOS & FASUM.. Kedua : Pansus ini berkoordinasi dengan pengurus RT & RW dan sebaiknya bekerja bersama-sama.Tugas pansus kalau bisa tidak hanya sebatas mendorong dibenerinya jalan yang rusak saja, akan tetapi memperjuangkan Fasum-Fasos yang belum ditepati pihak developer. Ketiga : Pansus menginventarisir masalah2 yang berkaitan dengan fasos fasum yang belum direalisasikan pihak developer, membuat daftar masalah dari yang paling prioritas sampai yang prioritasnya bisa belakangan. Masalah yang sangat prioritas misalnya perbaikan jalan. Keempat : Pansus membuat janji pertemuan dengan developer untuk membicarakan masalah yang sedang prioritas menjadi tuntutan warga, termasuk ikut mencari jalan keluarnya.Pansus duduk bersama dengan management PT Sari Gaperi mencari solusi untuk masalah2 yang prioritas ini. Coba kita dengar apa sih kesulitan dari developer..? Kalau misalnya : Pihak developer kesulitan keuangan, apakah mungkin perbaikan jalan ini melibatkan warga..mungkin nggak biaya perbaikan sebagian dibebankan ke warga..? Daripada kita kesal pikiran, stress, ngomel-ngomel, capek tiap hari harus cuci motor/mobil, kalau yang nggak ada motor/mobil jalan kaki sepatu cepet rusak, atau naik ojek jalan lcin terpeleset jatuh harus berobat ke dokter dan lain sebagainya... Apakah kita bisa misalkan per KK yang punya mobil dikenakan Rp 50.000,- / Mobil, motor Rp 25.000/motor, yang tidak punya motor & mobil Rp 20.000 Coba kita inventarisir berapa KK di BDB II ini..Kalau masih belum cukup naikkan jumlah iurannya..Sosialisaikan melalui pengurus RT & RW. Yang pasti harus ada komitment dari seluruh warga bahwa tempat tinggal kita, lingkungan kita harus jadi kebanggan kita, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman,nyaman,indah dan yang baik-baiklah pokoknya Kalau lingkungan kita bagus,nyaman bukan hanya warga saja yang senang,tapi developer juga untung karena jualannya tambah laris.. betul nggak..? Sekali lagi mohon maaf...kalau ada yang kurang berkenan.. kalau ada teman2 yang punya ide/usul/solusi demi kebaikan lingkungan pasti saya dukung.......... Santo HJ-5 _________________________________________________ >> Do You Yahoo!? >> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >> http://mail.yahoo.com >> > -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
