Saat dengar berita ini saya sempat kaget. Karena Si Ucup, bocah pemulung ini di 
samping kami sekeluarga kenal, dia juga tetangga (kampung), dan juga mungkin 
sebagian dari kita mungkin sering memberi sesuatu, bahkan barangkali dia (atau 
orang tuanya) termasuk yang rutin disantuni oleh Ar-Royyan (khususnya jika 
Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha) terlepas apakah dia (atau keluarganya) 
memiliki kebiasaan yang tidak baik.

Dari yang saya dengar kejadian awalnya sejak Ramadhan yang lalu dan mungkin 
sejak saat itu dia diintip untuk "diberi pelajaran", sayangnya kebablasan.

Saya sendiri sempat tidak percaya bagaimana mungkin sekelompok orang tega 
menganiaya tetangganya sendiri? Apakah lantaran miskin (Ucup sekeluarga adalah 
pemulung yang sangat miskin) lantas dijadikan warga kelas-10? Lingkungan 
kampung yang saya anggap cukup religius ternyata masih menyisakan orang-orang 
yang lebih mementingkan materi daripada sikap kekeluargaan. Naudzubillah!!!

Wass / Jaerony.-

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, December 05, 2007 12:02 PM
  Subject: [porsenipar] Kuli Digunduli, Dikeroyok Sampai Mati 



  Kayaknya ini yang kemaren rame dibicarain ya......bukannya pemulung, disini 
kok kuli ? 



                                Kuli Digunduli, Dikeroyok Sampai Mati   
                               
                                Rabu 5 Desember 2007, Jam: 10:24:00   
                               
                                BOGOR (Pos Kota) - Dituduh mencuri kabel 
telepon, kuli bangunan digunduli, ditelanjangi, lalu dikeroyok 20 orang di satu 
lapak di Kampung Muara Beres RT 01/01 Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, 
Bogor, Senin (3/12) malam. 

                                Aksi main hakim sendiri ini mengakibatkan nyawa 
korban, M Yusuf, warga kampung Muara Beres RT 03/01 Kelurahan Sukahati, 
Kecamatan Cibinong, melayang. Yusuf tewas di rumahnya sebelum sempat dibawa ke 
rumah sakit. Kasusnya ditangani Polsek Cibinong. 

                                Pengeroyokan ini terjadi Senin (3/12) petang, 
namun baru dilaporkan keluarga ke Polsek Cibinong malam harinya, setelah korban 
meninggal dunia. 

                                Korban dijemput oleh dua tersangka MS, 32, dan 
MF, 30, sekitar pukul 17:00 dari tempatnya bekerja di Perumahan Bogor Asri, 
Keradenan, Kecamatan Cibinong. 

                                Kedua tersangka yang kini diperiksa intensif di 
kantor polisi kemudian berhenti di lapak milik Gofur. Ternyata di lapak 
tersebut sudah menunggu sekitar 20 pemuda. Tanpa ampun, korban langsung 
dihujani pukulan. Korban juga digunduli dan ditelanjangi .Setelah korban 
terkapar , pelaku meninggalkannya begitu saja. 

                                PENDARAHAN HEBAT 
                                Korban akhirnya ditolong warga dan dibawa ke 
rumahnya yang tak jauh dari TKP. Kusnadi, 46, orangtua korban lemas melihat 
anaknya sekarat dengan kondisi rambut botak tak beraturan dan telanjang. 

                                Pihak keluarga mencoba merawat korban 
semampunya. Korban yang mengalami pendarahan hebat di kepalanya menghembuskan 
napasnya terakhir. 

                                Setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, 
petugas bereaksi cepat. Lima pekerja yang ada dilokasi dimintai keterangan. 
Kapolsek Cibinong AKP Mantiri John Dwi Arya mengatakan, pihaknya sementara ini 
memeriksa dua tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan, jumlah pelaku 
bertambah.  

                         

                   

             

       



  Regards
  Aep Apandi S.
  5795 - 8822 Ext 1108

______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, 
proprietary, or otherwise private information. If you have received it in 
error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other 
use of the email is prohibited. 

Kirim email ke