07-12-2007 02:17 WIB Desak Pembangunan Terminal Bojonggede Puluhan Sopir Angkot 31 Demo Dishub
CIBINONG - Belum selesai permasalahan terminal Laladon dan Bubulak, muncul lagi permasalahan baru. kemarin, puluhan sopir angkot trayek 31 Jurusan Bojonggede-Ciluar mendatangi Dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Kedatangan mereka untuk minta kepastian pembuatan terminal Bojonggede. Rombongan sopir angkot tersebut diterima oleh kepala seksi (kasi) angkutan Suharsoyo dan Kasi Terminal Firdaus di Aula Dishub Kabupaten Bogor. para sopir mempertanyakan pembangunan Terminal Bojonggede yang hingga sekarang belum juga terealisasi. "Kami minta kepastian tentang nasib kami pada Dishub. Karena semenjak pembukaan trayek kami, pembangunan terminal Bojongede hingga saat ini belum juga terealisasi," ujar koordonator sopir, Ardi. Munculnya desakan itu berawal ketika puluhan angkot tak lagi memiliki penampungan atau terminal sementara di Bojonggede. Ini karena angkot trayek 31 tersebut sebelumnya mengontrak lahan milik H Ending warga Bojonggede untuk dijadikan terminal sementara. Karena masa kontraknya telah habis, pemilik tanah pun mengusir angkot dengan cara memagari lahan tersebut. Akibatnya, tak ada pangkalan bagi angkot trayek 31 sehingga mereka terpaksa memarkir kendaraannya di Jalan Grapari. Namun di tempat ini, pihak desa dan warga sekitar tidak mengijinkannya. "Kami hanya butuh kejelasan, setelah dibuka trayek 31 itu, kami tak punya kandang sendiri. Akhirnya kami terpaksa ngetem di jalan," tambahnya. Selain di Bojonggede, para sopir juga meminta penampungan di Ciluar, dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak di sepanjang jalur yang dilalui trayek 31 tersebut. Sementara itu, Kasi angkutan dan Kasi terminal Dishub Kabupaten Bogor mengatakan bahwa pembangunan terminal Bojonggede sudah direncanakan dan masuk dalam RAPBD Kabupaten Bogor tahun 2007. Jika itu disepakati oleh dewan, maka pembangunannya direncanakan selesai pada September mendatang. "Sejak dulu sudah dibahas, namun permasalahannya ada beberapa lahan warga yang sulit dibebaskan," terang Suharsoyo. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor, selain masa kontrak penyewaan lahan milik H Ending itu telah habis, pengusiran angkot dan pemagaran lahan karena adanya angkot odong-odong (angkot berplat hitam, red) yakni angkot Bojonggede-Citayem, yang juga sering mangkal di tempat tersebut. (sal) http://www.radar-bogor.co.id/ -- A. Yahya Sjarifuddin -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
