Memang disinyalir bisnis tanaman hias ini merupakan ajang
money laundry juga, karena pelakunya bisa saja bilang saya
jadi kaya karena tanaman kok hehehe.. :)

Kalau menurut saya sih, tanaman hias yang memang mahal,
seharusnya sudah mahal dari sejak dulu, bukannya jadi mahal
baru-baru ini saja :)

        -- A. Yahya Sjarifuddin.

Yakin wrote:
> Sore Pak,
>  
> Sedikit tanggapan mengenai Bisnis di Indonesia.
> Memang sejak jaman VOC dan sampai masuknya RRC ke negara kita, maka
> bisnis apapun tidak ada yang murni dari hasil dagang. Karena KKN sudah
> berakar sehingga menjadikan bisnis tersebut merupakan ajang permainan
> mafia atau orang berduit dan koruptor.
>  
> Contoh saja di Jalan Sukahati, dimana menjamur showroom jual beli mobil,
> furniture jati, voucer /pulsa, tempat makan dll.
>  
> Sehingga bisnis tersebut sudah tidak sehat, kenapa tidak dicari bisnis
> lain ??? karena sudah budaya kita untuk mengikuti hal yang sudah ada,
> kalau lagi trend ini maka ikut...dan akhirnya malah tidak jelas untung
> dan modal nya, seperti trend jemputan anak, omprengan karyawan dll.
>  
> Saya juga lagi berpikir untuk bisnis, karena jangan menunggu sudah
> pensiun. Tapi meihat situasi saat ini cukup berat, apalagi bisnis hanya
> ikutan trend saja.
>  
> Ok, semoga masukan saja.
>  
> Salam,
> Tobing DP-02
> ** 
> ** 
> *Subject:* [porsenipar] Hentikan Permainan Mafia Bisnis Tanaman Hias!
> 
> 
>     Sebuah artikel menarik : kritis atau malah justru negatif ya?
>      
>     Rgds / Jaerony.-
>      
>     *****************************************
>      


-- 
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke