03-01-2008 05:01 WIB
Akibat Rel Ambrol di Underpass KH Sholeh Iskandar
Ribuan Penumpang KRL Telantar Tiga Jam
Sumber : Hendra - Radar Bogor
BOGOR - Selain banjir dan longsor, hujan deras yang mengguyur wilayah
Bogor juga mengakibatkan ambrolnya tanah di proyek underpass Jalan KH
Sholeh Iskandar. Peristiwa itu mengakibatkan satu jalur KRL jurusan
Jakarta-Bogor terganggu.
Ambrolnya tanah di lintasan rel tersebut akibat guyuran hujan di Bogor
seharian. Struktur tanah terkikis dan pelan-pelan menghancurkan pipa
milik PDAM Tirta Pakuan. Derasnya air itu menyebabkan tanah di bawah rel
ikut ambrol sedalam 3 meter.
Ambrolnya tanah tersebut membuat rel jomplang alias tinggi sebelah,
sehingga kereta yang melintas mengurangi kecepatan laju kereta karena
struktur tanahnya ambles. Laju kereta api yang melambat, berdampak
langsung pada laju lalulintas kendaraan sekitar rel.
Ambrolnya struktur tanah itu menjadi tontonan warga. Puluhan warga
berkerumun untuk melihat langsung ambrolnya tanah tersebut. "Wah, dalem
banget amblesnya," kata salah seorang warga waktu itu.
Sementara Koordinator Lapangan (Korlap) PT Istaka Karya Persero Budi
Suharno mengatakan, selain akibat bocornya pipa milik PDAM, juga karena
ratusan kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut over kapasitas,
seperti truk-truk tronton dan truk sejenis sehingga struktur tanah terus
bergeser.
Pihaknya berjanji secepatnya memperbaiki ambrolnya struktur tanah yang
dilintasi rel kereta api tersebut. "Kita segera memperbaikinya. Malam
ini (tadi malam, 2/1/2008) akan langsung kita geber. Mudah-mudahan besok
(hari ini, 3/1/2008) sudah bisa digunakan kembali," katanya kepada
wartawan di lokasi kejadian, kemarin.
PDAM Terganggu
Sedangkan Kasi Publikasi dan Dokumentasi PDAM Tirta Kahuripan Roosdiana
Mudayin membenarkan bahwa pipa PDAM yang bocor tersebut milik PDAM Tirta
Kahuripan. "Pipa yang bocor memang milik PDAM Tirta Kahuripan," katanya,
tadi malam.
Perbaikan pipa bocor itu, lanjut dia, dilakukan secepat mungkin. Namun
sebelumnya harus memadatkan struktur tanah. Pipa rusak tersebut
berdiameter 8 inch sepanjang 10 m.
Kondisi itu pun mengakibatkan distribusi air bersih kepada pelanggan
terganggu. Beberapa wilayah yang mengalami gangguan adalah Perumahan
Budiagung, BUG, Duta Kencana, Bukit Cimanggu Villa serta sepanjang
jalur Jalan KH Sholeh Iskandar.
KRL Terganggu
Sementara itu, ambrolnya tanah tersebut juga mengakibatkan lalulintas
kereta api Jakarta-Bogor terhenti selama tiga jam. Mulai pukul 13:30
hingga 16:30 WIB, ribuan penumpang KRL jurusan Jakarta-Bogor terpaksa
turun di Stasiun Cilebut. Meski tersendat, jurusan Bogor-Jakarta masih
tetap beroperasi karena hanya memakai satu jalur.
Selain membuat penumpang KRL telantar, kejadian itu pun menyebabkan
kemacetan yang luar biasa di Jalan KH Sholeh Iskandar. Ratusan kendaraan
tertahan dan terpaksa mencari jalur alternatif.
Dari pantauan Radar Bogor kemarin, kondisi rel di lokasi pengerjaan
underpass KH Sholeh Iskandar itu memang sudah tidak stabil. KRL yang
melintasi rel di lokasi tersebut harus ekstra hati-hati. Sebab,
kiri-kanan rel terdapat lubang yang cukup dalam, sehingga getaran rel
sewaktu-waktu bisa membuat tanah ambrol.
Nah, kondisi itu kian parah akibat hujan yang turun terus-menerus.
Ditambah gerusan bocoran air PDAM yang mengikis tanah dekat rel,
sehingga puncak dari akumulasi masalah itu menyebabkan ambrolnya rel KRL
tersebut.
"Kami berharap pihak yang terkait proyek pengerjaan underpass bisa
menemukan solusi secepatnya. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,"
ujar Kepala Stasiun Cilebut Udin Saepudin kepada Radar Bogor, kemarin.
Sementara penumpang KRL, khususnya jurusan Jakarta-Bogor, merasa kecewa
karena perjalanan mereka terhenti hingga berjam-jam. Sebagian besar
penumpang enggan turun dari kereta karena ketika itu hujan deras
mengguyur Bogor.
"Saya sudah hampir 1 jam lebih di dalam kereta. Sebenarnya bisa saja
saya naik angkot, tapi keadaan di luar kereta kan hujan deras. Jadi,
saya malas turun dari kereta," ujar salah seorang penumpang KRL Pakuan
Ridwan (33) kepada Radar Bogor, kemarin.
Sementara Kepala PT KAI Stasiun Bogor Yuherman menjelaskan, ambrolnya
tanah underpass mengakibatkan lalulintas pada pukul 13:55 hingga 16:00
WIB dari Stasiun Cilebut ke Stasiun Bogor terhenti. Namun, dua jam
kemudian, KRL menuju Bogor dan sebaliknya bisa bergerak dalam satu
jalur. Itu pun dengan kecepatan 5 km per jam saat melintasi lokasi
longsor.
Dia menyangkal bila penumpang di Stasiun Bogor telantar. Saat longsor
melanda, pihaknya berusaha mengembalikan karcis penumpang. Dua jam
berikutnya, Stasiun Bogor tetap melayani penumpang perjalanan
Jakarta-Bogor.
"Insya Allah, besok (hari ini, red) dua lintasan bisa digunakan dengan
normal," jelas Yuherman.
Sedangkan salah seorang karyawati Elasari yang setiap hari selalu
menggunakan jasa KRL baru mengetahui keterlambatan akibat longsor dari
pusat informasi pihak stasiun.
"Saya akan tetap menunggu. Bila setengah jam kereta belum datang
kemungkinan besar saya akan menggunakan transportasi lain," tandasnya.
Lalulintas Lumpuh
Ambrolnya tanah di underpass, membuat jalur lalulintas lumpuh total.
Satuan Lalulintas Polresta Bogor melakukan langkah antisipasi dengan
membuat jalur darurat. Jalan KH Sholeh Iskandar menuju Parung kemarin,
tepatnya di proyek underpass, diberlakukan dua arah.
"Jika biasanya jalur dari arah ini diberlakukan satu arah, sekarang
dibuka dua arah. Sebab, jalur yang satu lagi tidak bisa digunakan," ujar
Kasat Lantas Polresta Bogor AKP Yofie Girianto.
Yofie menjelaskan, jalur alternatif lainnya yang bisa ditempuh khusus
kendaraan kecil dari arah Kota Bogor menuju Kebonpedes, Jalan Baru,
Taman Yasmin dan Parung bisa melintasi Jalan Tentara Pelajar. Pun
sebaliknya dari arah Taman Yasmin dan Parung menuju Bogor Kota bisa
melintasi Jalan Johar.
Saat ditanya hingga kapan pihaknya memberlakukan jalur darurat ini,
Yofie menjawab hingga situasinya memungkinkan. Sebab, saat ini pihak
proyek masih melakukan langkah pemadatan tanah yang terkikis oleh air.
Hingga pukul 20:00 WIB tadi malam, arus lalulintas di Jalan KH Sholeh
Iskandar masih padat merayap. Tak kurang 15 personel dari Satlantas Kota
Bogor dibantu 6 unit brigade motor serta anggota dari Polsekta
Tanahsareal diterjunkan mengatur arus lalulintas. (rev/ren/dra/nie)
(Admin)
http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MzQ2NA==&click=MzU=
-- A. Yahya Sjarifuddin
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------