Memasarkan Masjid
Dalam kacamata pemasaran, masjid adalah institusi yang juga menjual produk 
kepada pelanggan. Pelanggan masjid adalah semua orang yang memanfaatkan tawaran 
(produk) yang diberikan oleh masjid. Pemasar masjid adalah pengelola (takmir)  
masjid. Produk yang ditawarkan sebuah masjid bisa berupa  tempat beribadah, 
jasa layanan ibadah atau barang yang dapat diperoleh oleh seseorang dari sebuah 
masjid. Kualitas pemasaran masjid, jika jamaah bisa puas dan loyal terhadap 
masjid, yang tercermin dari seberapa banyak dan seberapa sering jamaah 
memanfaatkan layanan masjid.

Menjual " tempat" sebagai produk masjid berarti memperbolehkan setiap orang 
untuk menggunakan masjid sebagai tempat beribadah, baik untuk sholat atau 
ibadah lainnya. Dalam kaitan ini, masjid dianggap berhasil dalam melakukan 
pemasaran, manakala banyak orang yang menggunakan dan memanfaatkan masjid 
sebagai tempat sholat dan beribadah lainnya. Berapa orang yang menjadi makmum 
dalam setiap sholat jamaah yang dilaksanakan oleh masjid, berapa orang yang 
mengikuti sholat jum'at setiap hari jum'at, dan sebagainya. Prinsip pemasaran 
masjid sebagai penyedia "tempat" serupa caranya dengan pemasaran tempat dalam 
pariwisata.  Misalnya bagaimana tempat wisata seperti candi Borobudur, Pulau 
Bali  melakukan pemasaran bisa mendapatkan pengunjung, terutama dalam bagaimana 
mempromosikan dan bagaimana mengembangkan layanan.

Bagaimana agar "volume penjualan" masjid tinggi ?  "Volume penjualan" masjid 
berarti seberapa banyak orang memanfaatkan masjid untuk memenuhi kebutuhan. Ada 
beberapa prinsip yang dapat dipergunakan. Pertama, adalah tentang segmentasi 
pelanggan. Prinsip segmentasi adalah jika sebuah masjid memiliki keterbatasan, 
lebih baik lebih memberikan layanan segmen tertentu saja, sekalipun masjid 
tetap memberikan layanan kepada semua orang. Tidak semua orang, dengan 
karakteristiknya dan beraneka ragam kebutuhannya bisa dilayani oleh sebuah 
masjid. Pilihan segmennya adalah misalnya apakah mereka yang sedang dalam 
perjalanan, atau orang yang berdomisili disekitar masjid, atau lebih banyak 
pelajar, atau karyawan, atau yang lain. Bagaimana menentukan segmen yang 
dilayani tentu berdasarkan karakteritik masjid sendiri dan pelanggan aktualnya 
selama ini.

Kedua, jika telah ditentukan segmennya pemosisian masjid juga perlu diberikan. 
Pemosisian berarti bagaimana masjid menempatkan dirinya dibenak pelanggannya. 
Apa kesan pelanggan yang kita bangun terkait dengan  masjid yang kita pasarkan. 
   Kita tahu, misalnya Istiqlal memiliki slogan "Merajut Kebhinekaan Dunia 
Islam Indonesia", sebagai cermin bahwa masjid ini melayani pelanggan yang luas, 
untuk layanan yang luas pula. Kenapa ini dipilih, bisa jadi karena masjid ini 
memang besar dan menjadi masjid negara. Atau sebagaimana setiap orang tahu, 
mobil kijang adalah mobil keluarga, mobil BMW adalah mobil mewah, dan 
sebagainya. Kita bisa memilih pemosisian masjid ini berdasarkan kekuatan masjid 
yang kita pasarkan. Semua itu dikomunikasikan kepada pelanggan, dalam berbagai 
bentuk komunikasi baik lisan, tulisan, dengan media suasana dan sebagainya.

Ketiga, terkait dengan produk yang ditawarkan masjid. Produk masjid bisa berupa 
tempat, jasa atau barang. Memahami masjid hanya sebagai tempat sepertinya saat 
ini sudah ketinggalan. Masjid sebagai tempat ibadah, sudah dipahami orang, tapi 
"masjid sebagai pusat konsultasi misalnya" atau "apapun yang anda butuhkan 
masjid solusinya", atau "masjid "x"; bukan hanya tempat ibadah". Kalau masjid 
ingin dimanfaatkan orang, jangan hanya jadi tempat, jualah jasa lain dari 
masjid, sepanjang dalam kerangka masjid. Misalnya kita lihat istiqlal juga 
memberikan konsultasi, berita, pustaka, silaturahmi, belajar dan sebagainya. 
Masjid bisa belajar dari pom bensin saat ini, yang dulu dipahami hanya sekedar 
tempat beli bensin, tapi saat ini sudah tidak lagi. Pom bensin bisa menjadi 
tempat istirahat, restoran dan layanannya sudah banyak yang baik.

Keempat, Promosi masjid juga menjadi bagian penting dalam kegiatan memasarkan 
masjid.Promosi masjida dapat dilakukan melalui komunikasi lisan melalui 
berbagai kesempatan, mendorong komunikasi dari mulut-kemulut, memalui 
komunikasi tertulis, spanduk, pamflet, brosur, pengumuman, internet dan 
sebagaimnya. Yang terpenting dalam komunikasi masjid adalah konsistensi dan 
repetisi. Konsisten terhadap apa yang dikomunikasikan baik komunikasi mengenai 
misi, orang,  nilai-nilai, kegiatan-kegiatan,  dan semua dilakukan 
berulang-ulang. Konsistensi dan repetisi akan meningkatkan kesadaran, 
meningkatkan pengetahuan, dan meningkatkan ingatan pelanggan terhadap masjid. 
Kesan dari masjid selain dibangun dengan media suasana, juga banyak dibentuk 
dari bagaimana masjid berkomunikasi dengan pelanggannya. Jangan sampai masjid 
hanya menjadi "gadis cantik" tapi  bisu, hingga tidak banyak yang mengenalnya.

Kelima, destribusi masjid penting untuk diperhatikan agar ketika pelanggan 
membutuhkan maka masjid bisa menyediakan. Analoginya bagaimana perusahaan rokok 
menjamin prinsip ini, dengan cara menjual rokok disetiap jenis penjual, 
sehingga ketika sesorang membutuhkan rokok, tidak jauh dari tempatnya bisa 
memperoleh rokok. Pizza hut mendorong distribusinya dengan layanan antar, Mc 
Donnald dengan layanan beli dengan tetap berkendara dan sebagainya. Sekalipun 
tidak harus sama, namun bagaimana kreatifitas menyediakan layanan masjid pada 
saat dibutuhkan dalam waktu, tempat dan jumlah penting untuk dilakukan. 
(Tulisan ini atas permintaan Winda yang sedang mengelola Masjid di Jakarta)

www.ysutarso.wordpress.com 

13 Comments ยป 
  1.. ass
  menurut saya sendiri emang sebagian besar sama seperti pak yudi agar cara 
volume penjualan masjid tinggi
  masjid dapat dilihat dari seberapa besar orang datang dan memenfaatkan masjid 
baik untuk ibadah maupun hal lainnya. masjid dapat dipasarkan dengan cara 
menyambungkan sebagai objek wisata melalui media iklan, tidak hanya itu saja 
masjid dapat memberikan fasilitas yang memadai bagi semua orang yang ingin 
melakukan kunjungan maupun ibadah
  wass

   Comment by supri | January 3, 2008 

  2.. Menurut saya memasarkan masjid bisa juga dilakukan melalui Televisi 
dengan cara mencantumkan masjid tersebut melalui kegiatan adzan maghrib agar 
semua tahu bahwa masjid tersebut memiliki fasilitas serta kenyamanan dalam 
melakukan ibadah.

   Comment by revi arfamaini | January 3, 2008 

  3.. aSS,,,
  memasarkan masjid tidak jauh berbeda dengan memasarkan produk.Kita harus 
memasarkan masjid ini terLebih dahulu ke masyarakat sekitar jika masyarakat 
sekitar sudah tahu baru Lah memasarkannya ke Lingkungan yg lebih Luas.Dengan 
cara memberikan peLayanan yg nyaman salah satu'y tempat wudhu dan toilet yg 
luas agar orang yg memakai masjid tersebut tidak merasa risih dan menyediakan 
stan2 untuk orang berjualan asesoris untuk beribadah misalnya 
tasbih,sarung,peci dll dengan memperhatikan tingkat kebersihan mesjid,membuka 
fasilitas lain misalnya membuka tempat belajr membaca dan menulis al 
quran.mempromosikan mesjid tersebut ke media masa misalnya memasukan iklan 
mesjid tersebut ke acara azhan magrib di sebuah stasiun televisi tertentu.
  menyebarkan spanduk atau pamflet ke masyarakat Luas tentang acara tadarusan 
bersama atau acara lain2 yg diadakan di masjid tersebut.

  wass

   Comment by Rizky kurniawan | January 3, 2008 

  4.. Assalamu'alaikum War. Wab.
  Menurut pendapat saya cara untuk memasarkan masjid pada saat ini dapat 
dilakukan dengan berbagai hal yaitu kita terutama Remas dan Ta'mir masjid harus 
mampu mengkomunikasikan bahwa masjid adalah salah satu tempat ibadah yang 
menarik kepada masyarakat sekitar. artinya kita dapat membuat berbagai 
kegiatan-kegiatan yang Islami di dalam masjid. contohnya saja dengan mengadakan 
pengajian akbar untuk masyarakat umum dengan mendatangkan Ustadz yang sangat 
diminati oleh masyarakat. yang kedua yaitu dengan mengadakan TPQ untuk 
anak-anak sampai dewasa.
  contoh lain yaitu misalkan saja pada bulan Ramadhan, remas dan ta'mir dapat 
mengadakan acara ta'jil bersama, shalat tarawih, tadarrus bahkan bisa saja 
sebelum berbuka puasa diadakan acara untuk para remaja dengan mendatangkan 
Ustadz yang dapat membawa atau mengemas da'wahnya secara menyenangkan dan tidak 
ekstrim. dan untuk para ibu-ibu dan bapak-bapak dapat juga diadakan mengaji 
kitab.
  kegiatan-kegiata tersebut tentu saja perlu dikomunikasikan atau dipasarkan 
kepada masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. 
kegiatan tersebut dapat dikomunikasikan dengan cara komunikasi dari mulut ke 
mulut, pamflet atau brosur dan pemasangan spanduk di pinggir jalan . Bahkan 
untuk acara yang besar seperti pengajian akbar dapat pula dipasarkan melalui 
media koran dan televisi.
  Demikian pendapat dari saya. Terima kasih!
  Wassalamu'alaikum War. Wab.

   Comment by Rifda Alpha Roudlotul Chillia | January 5, 2008 

  5.. menurut saya memasarkan masjid harus mempertimbangkan beberapa hal 
penting yang pertama yaitu kenyamanan tempat beribadah , yang kedua kelengkapat 
peralatan sholat, misalnya dalam masjid tersebut ada mimbar, roko'dan sajadha 
dan yang ketiga yaitu adanya pengurus masjit, untuk pengurus masjid ini yang 
akan menentukan apakah masjid tersebut akan banyak dikunjungi banyak orang atau 
tidak, dan yang keempat yaitu masjid ini selalu eksis dalam kegiatan 
kerohanian, misalnua diadakan pengajian, adanya yayasan untuk nailk / pergi 
haji, diadakan ceramah minimal 1 minggu sekali,

  setelah semua hal tersebut sudah terpenuhi untuk pertama mungkin kita harus 
memperkenalkan atau mempromosikan di daerah lingkungan sekitar, melalui mulut 
ke mulut dan setelah ada perkembangan baruhlah kita mempromosikannya melalui 
pamflet, spanduk dll tp perlu di ingai juga bahwa masjid tersebut tidak atau 
bukanlah mengajarkan aliran sesat.

   Comment by hardian nurul .A. | January 7, 2008 

  6.. menurut pendapat saya cara memasarkan masjid yaitu dengan cara memberikan 
fasilitas-fasilitas yang lengkap (contohnya dengan menyediakan 
ruku',sajadah,al-qur'an,buku ataau majalah rohani,toilet dan tempat wudhu), 
keamanannya harus terjamin, kegiatan -kegiatan remas harus selalu aktif, 
kenyamanan untuk beribadahpun harus tetap dijaga,kita juga harus bisa 
mempromosikan melalui pamflet,spanduk,radio

   Comment by dewi pantisari yusuf | January 8, 2008 

  7.. Pemasaran masjid sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara 
lain; brosur, pamflet, poster,media masa,dll akan tetapi saya rasa cara 
memasarkan masjid yang paling efektif dan efisien adalah dengan cara komunikasi 
dari mulut ke mulut/ komunikasi interpersonal.tapi sebelum itu kita harus 
mempertimbangkan hal-hal apa saja yang dapat membuat orang tertarik untuk 
memanfaatkan masjid tersebut. antara lain dengan fasilitas masjid yang lengkap 
dan kenyamanan pelanggan untuk memanfaatkan masjid tersebut.selain fasilitas 
untuk beribadah, masjid juga dapat dilengkapi fasilitas lain yang telah 
disebutka tadi seperti; tempat pengajian, perpustakaan,taman bermain, bahkan 
tempat peristirahatan bagi pelanggan yang menempuh perjalanan jauh.

   Comment by Fifit Darmayanti | January 8, 2008 

  8.. menurut pendapat saya cara yang efektif untuk memasarkan masjid yaitu;

  1. sering mengadakan kegiatan keagamaan seperti tadarusan, ceramah agama dll.
  2.sesekali dalam mengadakan kegiatan keagamaan mengundang tokoh-tokoh agama 
yang bertujuan menarik antusias masyarakat untuk datang ke acara tersebut.
  3. apabila mengadakan kegiatan keagamaan, setidaknya bisa dipromosikan 
melalui brosur,radio atau juga bisa lewat spanduk.
  4. dan tidak ketinggalan, sarana dan pra sarana yang harus disediakan 
haruslah ada.dengan begitu masyarakat yang telah datang dimasjid tersebut akan 
berminat untuk datang kembali.

   Comment by arie budi kusuma | January 8, 2008 

  9.. menurut pendapat saya cara memasarkn masjid tidak jauh berbeda dengan 
memasarkan produk contohnya: seperti kita harus mengajak masyarakat untuk 
melakukan kegitan-kegitan keagamaan dimasjid misalnya,pengajian,ceramah,dan 
mengadakan acara buka bersama pada bulan ramadhan.selain itu fasilitas juga 
harus dilengkapi misalnya perlengkapan sholat (mukenah,sajadah,tasbi,Al-quran 
dll),bukan hanya fasilitas yang harus dilengkapi tapi keamanannyapun harus 
lebih diutamakan.

   Comment by heny la popo | January 8, 2008 

  10.. Assalamualaikum.Wr.Wb
  Menurut pendapat saya cara memasarkan masjid adalah dengan cara mampu 
mengkomunikasikan kepada masyarakat sekitar apa saja fasilitas-fasilitas yang 
ada dimasjid, kegiatan-kegiatan islami yang dilakukan dimasjid misalnya 
mengadakan pengajian,ceramah,mengadakan buka puasa pada bulan puasa,tadarus 
atau kegiatan bakti sosial.Serta yang paling utama adalah kenyamanan dalam 
beribadah.Dengan memberikan fasilitas yang lengkap serta seringnya mengadakan 
kegiatan-kegiatan islami maka masyarakat akan lebih tertarik untuk beribadah 
dimasjid ini dan akan tetap setia untuk beribadah kemasjid ini.

  Selain itu juga dapat dipromosikan lewat mulut ke mulut, brosur atau pamflet, 
serta memasang spanduk dipinggir jalan, atau media koran maupun televisi.

   Comment by Meike Yulia Susanti | January 8, 2008 

  11.. Ass.Wr.Wb
  Menurut saya memasarkan sebuah masjid hal yang pertama kali harus 
diperhatikan bagaimana cara kita meyakinkan pada khlayak ramai bahwa masjid 
yang mau kita pasarkan itu nyaman serta ada poin plus yang dapat diberikan 
seperti yang sudah diuraikan di atas misal: ada layanan konsultasi, 
perpustakaan, silaturahmi, belajar, berita dsb. Setelah itu kita harus 
menentukan segmennya tapi lebih baik kalau segmentasinya diusahakan untuk semua 
kalangan aja. Mengapa? karena masjid merupakan tempat ibadah jadi siapa saja 
yang memanfaatkan pastinya boleh-boleh saja. Mengenai pemosisian masjid 
sebaiknya masjid itu letaknya strategis dan mudah dijangkau. Dari semua hal di 
atas unsur yang terpenting adalah hal Keamanan dan Kenyamanan. Sebab saat ini 
tempat peribadatan khususnya masjid sering terjadi kasus pencurian seperti 
sandal,HP,uang,kendaraan dll. Sehingga kita harus benar-benar memperhatikannya 
dan harus dapat meyakinkan pada semua memanfaatkan masjid sebagai tampat 
peribadatan. Untuk hal pemasaran banyak cara yang dapat kita lakukan melalui 
iklan di TV contohnya pada saat adzan maghrib kita dapat menayangkan masjid 
yang mau jita pasarkan dengan begitu semua orang pasti tahu. Serta sebaiknya 
kita menyusun sebuah organisasi Masjid yang benar-benar mantap dan solid karena 
saat ini kebnyakan orang enggan menjadi pengurus masjid. Mengapa sebuah 
organisasi harus diterapkan di Masjid? guna jika ada hari-hari besar keagamaan, 
masjid yang kita pasarkan harus selalu benar-benar Asiap mengadakan sebuah even 
dengan begitu ada daya tarik yang ditawarkan untuk dananya bisa dari donatur 
dan infaq yang masuk dalam kas masjid. Saya pikir hal itu sangat efektif dalam 
memasarkan sebuah Masdjid.
  Wss.Wr.Wb

   Comment by Feri Setiawan | January 9, 2008 

  12.. Bapak terima kasih banyak ya Pak...

   Comment by Slamet Budi Waluyo | January 11, 2008 

  13.. Menurut saya cara memasarkan masjid yang paling efektif adalah dengan 
cara memberitahukan pada masyarakat sekitar tentang fasilitas-fasilitas yang 
ada di masjid tersebut. Dengan begitu orang-orang di sekitar akan membicarakan 
tentang fasilitas-fasilitas yang ada di masjid secara mulut ke mulut. Bisa juga 
dengan cara sering mengadakan pengajian atau acara-acara yang berbau kerohanian 
islam di masjid tersebut.

   Comment by Dies Novita | January 16, 2008 

<<avatar.php?gravatar_id=7f77919d8d0babfe08c0311d9d21655e&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=8e0e696f22af036f38bf9e503d558b7f&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=ff1ee278195e75f79aefb98ca68852e5&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=9140de0b4acd816cbd89b8727b0c36a4&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=7c2a45167702f7dac673fe355e7a0b93&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=a1db65bca78470e7a965a26e8b544fa0&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=97900a608a6924fb9e70a29490cb4206&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=e05c3bf83d63a50318c0671a4804ff47&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=596a2d6888aa0f78f74b11e29fe8c533&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=a7e2c6876ad9f5e6e6c59de0a1de08dd&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=cc7618623d83ebabe6804840e7421d28&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=1c95c201fe323cd3f28213d9fa9ba20e&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

<<avatar.php?gravatar_id=c5c95ba15ca8452611fd06e3f54ff298&size=16&default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif>>

Kirim email ke