Buat info kita bersama

Dari milist sebelah.

Apa iya sih, "penegak hukum" di negara kita ini sebegini biadabnya ???

 

 

Salam

 

I  Ketut  Sudiartha

Jl. Merdeka Timur No.1 A, Jakarta Pusat

T.+62213815636, F.+62213455344, HP.+62811831792

 

Sent: Monday, January 28, 2008 12:28 PM
Subject: 
Dear all,  
Ada cara pemerasan baru oleh Polisi dalam sindikasi dengan petugas Hotel
- Mall/valet service, 
yakni menaruh drug di dalam mobil yang dititipkan ke Valet. Kemudian
digrebeg dan diperas. Ada yang kena sampai 50 juta. 
Ini nampaknya buat nyari uang/storan sebagai pengganti pemasukan uang
dari judi yang dimusuhi/dilarang oleh Kepala Polisi. 
Hati-hati, lebih baik cape sedikit parkir sendiri, daripada dikerjain! 
Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau
peduli itu kembali ke 
diri kita masing2... 
 
Dear Rekan sekalian, 
Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di Indonesia
ini benar2 
BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan UANG.... 
Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg katanya
sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu  bertemu dengan dia,
kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah, dan
yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan. 
Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, Teman saya
ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. 
Sesampainya di jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa
mobilnya dan ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan
mereka berdua disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan 
betapa kagetnya teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2
butir ekstasi dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan
pemakai. Mereka juga tidak pernah pergi ke diskotik. 
Mereka meyakinkan polisi kalo itu semua bukan milik mereka. 
Mereka bersedia untuk tes darah tapi polisinya malah memarahi bahkan
menampar kedua teman saya itu. Pada saat teman2 saya tidak bisa apa2
lagi, polisi mengambil semua barang2 berharga teman saya itu ( Dompet,
Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi polisi itu menyuruh mereka untuk
mengakui kalau Barang haram tersebut milik mereka. 
Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan, akhirnya dengan
pasrah teman2 saya 
itu mengiyakan semua perintah polisi tersebut karena kalau tidak,
mungkin mereka akan dianiaya terus. 
Teman2 saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
tersebut. 
Didalam mobil, polisi mulai nego harga dengan teman2 saya. Mereka
disuruh menyerahkan 2juta/org mlm itu jg, maka mereka akan dilepaskan.
Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER dari SCTV
datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok gagah
polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil dan
memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah
pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres. Disana mereka
dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin mereka
dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke
Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. 
Ternyata penderitaan mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau
mereka mau bebas, mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi
tersebut dan kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. 
Sungguh biadab sekali moral2 org2 itu. Perlu diketahui jg kalau didalam
rutan itu dikasih makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya
tetapi kuning. Didalam makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu
supaya para napi akan merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg
bebas. 
Mereka ada yg memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang
pengguna memberikan uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2
tersebut. 
 
Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak kalah
biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor dan KTP
kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs pindah loket
utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr lagi Rp 5.000, msk
pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000. 
Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan
teman saya tersebut. 
Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi sebelum kami bertemu
dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp 10.000 untuk ongkos
panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu tapi teman kami tdk
kunjung datang. 
Petugas gadungan itu dtg lagi dan memberitahu kami bahwa teman kami tdk
ada di sel. 
Petugas itu menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami
bila kami membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami
ksh lagi uang tersebut. 
Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 mengerikan. Kotor, sumpek,
bau.
Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan penjenguk. Disana
semua napi dan penjenguk bisa leluasa 
melakukan adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka smua
tdk malu utk melakukan hal tersebut. 
Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa rindu antara si napi dan si
penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi para napi yg menerima tamu,
mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000 ke petugas. 
Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut mereka kami beri
uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi 
kedalam. Kalau mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. 
Sungguh biadab nya negara kita ini!!! 

Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis 'TIDAK DIPUNGUT BIAYA
APAPUN'. Tapi apa kenyataan nya??? 
 
REKANS, 
TOLONG FORWARD BERITA INI AGAR SEMUA BISA MEMBACA DAN SEMOGA JD
PELAJARAN UNTUK KITA 
SEMUA UNTUK BERHATI2, TERUTAMA BAGI KITA2 YG MENGGUNAKAN MOBIL DIMALAM
HARI. KITA HRS BERHATI2 KALAU ADA RAZIA. 
USAHAKAN SEWAKTU KITA DIPERIKSA, KITA MELIHAT TANGAN2 JAIL  PARA POLISI2
BIADAB TERSEBUT.

 

__._,_.___ 

.

 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=18876063/grpspId=1705043695/
msgId=219/stime=1202947230/nc1=3848577/nc2=3848641/nc3=4763758> 
__,_._,___ 

Kirim email ke