Good News,
Sekarang tinggal menunggu dg sedikit sabar... he...he...
Roz
----- Original Message ----
From: Syachriwan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, February 21, 2008 3:24:38 PM
Subject: Re: [porsenipar] So, who?
Dear All...
Jln akan diperbaiki dari pintu utama sampai
Jembatan yg rencananya pertenganhan Thn ini dengan anggaran 1.5
milyar info ini dari pa lurah hasil rapat kemaren tgl 20/2/2008 dan mengenai
jln
yang melintasi RW 14,16,17 akan diperbaiki bertahap pa lurah belum bisa
memastikan akan diperbaiki nya kapan.....
Hanya itu saja yang saya dapat dr pa
lurah
salam
Syachriwan
----- Original Message -----
From:
amin
widada
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, February 21, 2008 10:15
AM
Subject: [porsenipar] So, who?
Menyimak berbagai usulan dan
pendapat di milis ini tentang perbaikan jalan (dari yang serius hingga yang
bercanda, dari yang realistis hingga yang konyol), maka pertanyaan
selanjutnya adalah: lalu SIAPA yang akan memulai?
Istilah agamanya mungkin karena
masalah ini adalah fardhu kifayah (kewajiban kolektif), maka ibaratnya
seperti
memandikan jenazah. Karena tidak pernah diputuskan secara formal, maka yang
terjadi adalah semua menunggu hingga jenazah makin membusuk, ATAU semua
bergerak secara sendiri-sendiri sehingga prosesi penanganan jenazahnya
kacau-balau.
Kalau kita berfikir nafsi-nafsi
(egosentris), maka sebenarnya bagi RW 13 cukup menunggu sampai realisasi
perbaikan jalan jalur Angkot 31, toh sudah bisa dipastikan ada anggarannya
dari Pemkab Bogor. Kalau jalan itu sdh diperbaiki, maka sudah gak ada masalah
lagi. Bagi RW 16,17,18, toh juga sudah tersedia jalan alternatif di sebelah
Al
Madina. Paling-paling kalau mau belanja di Ucok atau periksa di klinik Dr.
Yetti baru terasa menderita. Dari sini bisa disimpulkan RW mana yang
sebenarnya PALING memerlukan perbaikan jalan, dan mustinya mengambil
tongkat komando untuk memperjuangkannya.
Namun kalau kita berfikir tentang
kebersamaan, ceritanya akan lain. Kalau boleh saya usul sebaiknya dibentuk
semacam Pansus/Pokja yang akan menindaklanjuti wacana ini. Tidak musti Ketua
RW yang duduk dalam Pansus/Pokja. Warga RW17 yang berdinas di Pemkab Bogor
dan
mengurusi soal per-jalan-an (lihat email Pak Hendro), bisa saja dimasukkan
sebagai anggota karena memiliki akses informasi yang penting. Suara-suara
dari
milis ini boleh saja diakomodasi. Tapi keputusan memang harus melalui forum
resmi (bukan milis ini).
Siapa yang 'musti' berinisiatif memulai
pembentukan Pansus/Pokja? Kalau bingung juga/masih saling menunggu, saya
berpendapat kita kembali ke alinea-2: siapa RW yang paling membutuhkan
perbaikan jalan?
Wassalam,
--amin
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ