Kalau bicara sukses itu bagaimana saya selalu ingat GBHN-nya jaman Orba khusus Bidang Pendidikan, kira-kira bunyinya gini :

"Pendidikan Nasional berlandaskan ketuhanan yang mahaesa ... yang menciptakan manusia Indonesia yang mampu mengatasi masalahnya sendiri dan bersama-sama mampu mengatasi permasalahan bangsa."

Maksudnya, kita harus menjadi "mampu" secara individual sehingga nanti secara berjamaah (kolektif) kita bisa mengatasi permasalahan yang lebih luas dan lebih luas lagi. Tanpa kemampuan diri kita akan UPREK dengan urusan yang bagai lingkaran setan, nggak habis-habis.

Bagi kita yang mungkin orang tuanya sudah kaya, mungkin nggak terlalu masalah karena orang tua relatif telah menyiapkan masa depan anak-anaknya. Tapi bagi yang orang tuanya tidak mampu, maka, istilah saya, harus melakukan REVOLUSI DIRI. Merubah paradigma besar-besaran atas kualitas diri sehingga kita tidak "termakan" pikiran kita sendiri dan terjebak dalam lingkaran setan.

Meskipun demikian, tentunya kita juga tidak bisa memaksakan logika kita dipaksakan kepada orang lain -- begini, begitu -- karena hal ini bagian dari rahasia "kenapa orang membutuhkan orang lain" dan "kenapa kita harus menyantuni orang lain". Kita cuma bisa menghargai ikhtiar orang sambil membantu material maupun wawasan bahwa kemandirian itu perlu dengan memasang target-target. Soal hasilnya, barangkali pendapat umum mengatakan SIAPA YANG GIGIH BERJUANG, DIA AKAN MENDAPAT HASIL YANG LEBIH.

Sekedar urun rembug saja.

Wass / Jaerony.-


----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 22, 2008 1:49 PM
Subject: Re: [porsenipar] Andrie Wongso: Sukses Adalah Hak Saya


Ass. WW

Sebuah kacamata sukses dengan perspektif bahwa kesuksesan diukur
berdasarkan kemampuan untuk memotivator pengumpulan harta.
Dari sudut pandang Allah SWT kesuksesan dalam hidup adalah jika seseorang
menjadi mulia karena ketaqwaannya, bukan karena jumlah harta benda yang
dikumpulkan. Bahwa seseorang pada kondisi tetap miskin karena mempunyai
beban tanggungan yang berat dan banyak tetapi dia dapat melewati dunia ini
dengan benar tanpa terlibat korupsi atau tanpa terlibat memperkaya diri
dengan membuat kerusakan di muka bumi atau tanpa terlibat makan riba dan
mungkin akan mati sebagai orang biasa, itu tetap sebuah kesuksesan yang
hakiki. Ingat tidak setiap orang diciptakan menjadi kaya dan memang di
dunia ada orang yang ditakdirkan miskin sebagai ujian dari Allah. Pada
dasarnya menjalani kehidupan dunia dengan menggunakan pedoman yang hak
yaitu Al Qur'an dan dapat tetap berada di jalan yang lurus dan anda melalui
kehidupan ini walaupun tidak memiliki harta benda, anda sebenarya adalah
orang yang benar-benar sukses. Dan untuk membuat anda yakin, 3 kejadian
dahsyat di atas tanah Jawa akan memberikan gambaran bahwa orang-orang yang
dinyatakan sukses menjalani kehidupan saat ini dengan berada di jalan yang
lurus akan dapat meneruskan kehidupannya untuk selanjutnya mengemban tugas
mulia dari Allah SWT menjadi umat yang adil dan pilihan yaitu umat yang
memberi petunjuk dengan yang hak yaitu Al Qur'an dan dengan yang hak itu
yaitu Al Qur'an akan menjalankan keadilan ke seluruh muka bumi.

Wassalam

alamat email: [EMAIL PROTECTED]



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke