Lagi, dari milis Forum Pembaca Kompas (FPK) ....

Komentar :  Seorang keturunan Tionghoa bisa lebih nasionalis dari bumiputera. 
Pikiran waraslah (baca: cerdas) yang bisa menjadikannya seperti itu ..... 

************************************



* **koraninternet. com**::*
Rubrik : Artikel Khusus

Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang
Uangnya Dilarikan Kemana?

Jumat, 11 April 08 - by :
admin<http://koraninterne t.com/web/ ?pilih=pesan& id=3760>


Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 
per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan 
jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR 
mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai 
subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang 
dikeluarkan?

Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM" itu 
tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR 
memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, 
uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar 
asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.

Harga minyak mentah US$ 100 per barrel. 
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = 
US$ 0,63. 
Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per 
liter.

Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap 
dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini 
ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + 
Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per 
liternya. Jadi perlu subsidi.

Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di 
bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli 
dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat 
minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina 
kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak 
asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa 
Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai 
yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor 
dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap 
saja US$ 100 per barrel.

Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin 
diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus 
dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel 
terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan 
ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi 
sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. 
Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.


*
PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)*
*
DATA DAN ASUMSI*

Produksi : 1 juta barrel per hari

70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter

*
PERHITUNGAN*

Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 
40,624,500,000

Konsumsi dalam liter per tahun :  60,000,000,000

Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun :  19,375,500,000

Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini :  (19,375,500, 000 : 159) x 100 
x 10.000  =   121,900,000, 000,000

Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri :  40,624,500,000 x Rp. 
3.870  =   157,216,815, 000,000

Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel, Pemerintah masih 
kelebihan uang tunai sebesar :

35,316,815,000, 000


Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap liter bensin premium yang 
dijual,

Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) :  4,500

Biaya lifting, pengilangan dan transportasi US $ 10 per barrel atau per liter : 
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)

Kelebihan uang per liter :   3,870



Oleh :   Kwik Kian Gie

********************************************

Kirim email ke