Strategi tandingan umat Islam yang berada di jalan yang lurus adalah
mempersilahkan Malaikat Mikail, Malaikat Izroiil dengan menggunakan data
orang zalim  yang sangat akurat yang dibuat oleh Malaikat Roqib dan 'Atid
memindahkan sekitar 32 juta orang zalim di atas tanah Jawa dan 4.2 milyar
orang zalim  di bagian dunia lainnya ke alam barzah. Mana yang lebih hebat
? Kita lihat nanti hasilnya he..he..he..

alamat email: [EMAIL PROTECTED]


                                                                           
             "wawan wahyu"                                                 
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             l.com>                                                     To 
                                       "MILIS LINTAS BODEBA"               
             06/12/2008 08:47          <[EMAIL PROTECTED]>            
             AM                                                         cc 
                                                                           
                                                                   Subject 
             Please respond to         [porsenipar] Fwd: [Milis_Iqra]      
             [EMAIL PROTECTED]         INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA   
                   eb.id               RAND CORPORATION                    
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           






---------- Forwarded message ----------
From: Dani Permana <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jun 11, 2008 5:16 PM
Subject: [Milis_Iqra] INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION
To: milis_iqra <[EMAIL PROTECTED]>

INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION

(CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES; Cheryl
Benard)

http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/06/04/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/


Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan
Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak
melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. "NU akan memberikan sanksi
kepada siapa pun yang melakukan provokasi," tegasnya.

Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam
masalah ini. "Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan
FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?" ujar Ketua PBNU
Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).

KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan
NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. "Ini tidak
boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin
menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu," tegasnya.

Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang
sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang
mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di
daerah-daerah.

Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya membangun
opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati hari
kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap Pancasila,
ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan ancaman terhadap
negara.

 Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan dari
grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat Islam dan
kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS memanfaatkan
LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk memprovokasi konflik.

Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden Monas.
Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi
kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan
beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes
AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur
tangan AS dalam masalah dalam negeri. "Itu tidak etis. Bahasa kasarnya
intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah," katanya.

Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand
Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak
mendukung kebijakan Gedung Putih.  Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari
Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES,
AND STRATEGIES) secara detik diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam.

STRATEGI  : PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM

Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan
kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai
Demokrasi.

Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak nilai-nilai demokrasi dan
kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter
yang puritan yang akan dapat menerapkan  Hukum Islam yang ekstrem dan
moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi    modern untuk
mencapai tujuan mereka.

Kedua : Kelompok Tradisionalis:  ingin suatu masyarakat yang konservatif.
Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga : Kelompok  Modernis :  ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas
global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya
dengan zaman.

Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam untuk dapat menerima
pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan
negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup
pribadi.

STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA

Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya
yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah
bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya
membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya
membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang
Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI

Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :

Pertama : Support the modernists first  (mendukung kelompok Modernis)

   Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang
   disubsidi.
   Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.
   Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan
   Islam.
   Memberikan mereka suatu platform publik
   Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan
   yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam
   persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang
   memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan
   pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah,
   lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.
   Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah  pilihan
   "counterculture" bagi kaum muda Islam yang tidak puas.
   Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan
   non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara
   yang relevan.
   Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent,
   untuk
   Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi
   rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik
   dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.



Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists: Mendukung
kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang
dilakukan antara lain :

   Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan
   ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan
   antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
   Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.
   Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang
   lebih dekat dengan
   Kaum modernis.
   Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri
   mereka
   untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum
   fundamentalis
   secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis
   melakukan praktek politik „Islam pinggiran" yang kabur . Di
   tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik
   dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan
   mereka.
   Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga
   tradisionalis.
   Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang
   berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas
   modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong
   mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu
   untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham
   Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan  pendanaan. Uang dari
   Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal
   ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang
   lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari
   Hukum Islam.
   Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme

Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists:Mengkonfrontir dan
menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain :

   Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.
   Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan
   aktivitas-aktiviats illegal.
   Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
   Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan
   perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas
   mereka.
   Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis
   yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.
   Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan
   dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai
   pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
   Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan,
   dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
   Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.

 Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:

   Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama,
   mematahkan aliansi
   dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti
   nasionalisme dan ideology kiri.
   Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam
   dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan
   memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang
   diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara
   hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti;
   konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk
   resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang
   sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi
   afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat
   mereka dalam jangka pendek.



--
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : [EMAIL PROTECTED]
  Keluar : [EMAIL PROTECTED]
 Situs 1 : http://myiqra.co.cc
 Situs 2 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke