----- Forwarded message from Lawang bagja <[EMAIL PROTECTED]> -----

Massa 4000 Aktivis Lebih Besar dari Gerakan 1998

JAKARTA, MINGGU - Mobilisasi massa yang akan memenuhi Tugu Proklamasi Jakarta 
pada 23-25 Juni 2008, diklaim akan lebih besar dari gerakan mahasiswa 1998. 
Sebab, massa akan didatangkan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

"Mobilisasi massa yang kami usung akan lebih besar dari 1998 pada Temu Aktivis 
Lintas Generasi (Tali Generasi) ini. Sebab, perwakilan setiap daerah di 
Indonesia akan hadir di sini. Bukan hanya itu, mereka juga akan membawa massa 
dari daerahnya masing-masing. Seperti Sumut, sudah konfirmasi akan membawa 160 
orang, Jambi, Palembang, Banjarmasin, Makasar, dan Jawa Barat paling besar 
massanya," ujar aktivis 98 Adian Napitupulu, dalam keterangan pers di Jakarta, 
Minggu (15/6).

Dia mengatakan, massa akan bergerak dengan membentuk kelompok-kelompok kecil 
dari daerah, seperti layaknya sel dalam tubuh mahkluk hidup. Ini untuk 
menghindari blokade yang mungkin dilakukan pihak kepolisian. "Kalau memang ada 
pemblokadean untuk masuk ke Jakarta, di daerah-daerah pasti bentrok karena kami 
aktivis garis keras," jelasnya.
   
Minggu Depan, 4000 Aktivis Kumpul di Tugu Proklamasi
  
  

Minggu, 15 Juni 2008 | 13:42 WIB

JAKARTA, MINGGU - Aktivis seluruh Indonesia mengubah strategi dalam berperang 
melawan pemerintah yang dianggap telah mengeluarkan kebijakan yang 
menyengsarakan rakyat. Mereka tidak akan berperang secara sporadis lagi, tapi 
mereka akan bersatu untuk memerangi kebijakan pemerintah yang tak berpihak 
kepada rakyat miskin.

Hal ini terealisasikan dalam acara temu aktivis lintas generasi (Tali Generasi) 
di Tugu Proklamasi Jakarta, pada 23-25 Juni 2008. Dalam kesempatan itu, sekitar 
4000 aktivis akan berdiskusi untuk mengambil sikap atas kebijakan pemerintah, 
khususnya dalam menaikkan harga bahan bakar minyak.

"Tidak hanya itu, mereka juga akan mengajak basis massa dari seluruh Indonesia, 
antara lain Jakarta, Bogor, Cirebon, Cianjur, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, 
Jambi, dan Makasar. Kami, dalam kesempatan itu, juga akan mengundang seluruh 
universitas di Jakarta, yang berjumlah 126 kampus, anggota DPR, siswa SMU, 
buruh, dan petani," ujar aktivis 98 Adian Napitupulu, dalam keterangan pers di 
Jakarta, Minggu (15/6).

Menurut dia, forum ini akan mengusung tiga agenda, yaitu kenaikan harga BBM, 
perebutan aset migas, dan penggulingan SBY-JK. Dia yakin, forum ini akan 
membawa perubahan di Indonesia.  "Kalau enggak yakin, kita tidak akan membuat 
pertemuan ini," tambah Adian.

Rangkaian acara pada 23 Juni akan diawali dengan diskusi terbuka dengan 
pembicara antara lain Eros Djarot, Bondan Gunawan, Ratna Sarumpaet, Fadjroel 
Rachman, dan Kwik Kian Gie. Sore harinya, diskusi dilanjutkan dengan 
orasi-orasi politik dari berbagai tokoh gerakan berbagai generasi. 

Pada 24 Juni, mereka akan mengambil langkah yang akan ditempuh untuk menghadapi 
peristiwa yang belakangan ini terjadi di Indonesia. "Apakah pertemuan 
memutuskan untuk kembali menduduki DPR seperti 1998, atau justru akan mengepung 
Istana selama berhari-hari atau apapun keputusannya, maka ribuan kepala aktivis 
itu yang akan putuskan, tentunya dengan kontrak nurani, tak pulang sebelum 
terjadinya perubahan!" jelasnya.

----- End forwarded message -----

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke