Berita untuk perhatian kita bersama, siap-siap suatu saat sampah tidak 
terangkut, apalagi yang belum bayar iuran!!!
Mulailah berpikir untuk mengolah sampah secara mandiri.

Rgds / Jaerony.-

************************************************************


Senin, 07 Juli 2008 19:29 WIB
Warga Protes Keberadaan TPA Pondok Rajeg Bogor
Penulis : Dede Susanti


BOGOR--MI: Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) sampah Pondok Rajeg, 
Kabupaten Bogor, saat ini diprotes  warga sekitar. Aksi protes warga pun 
dilampiaskan dengan menggelar demo dan pemblokiran sejumlah unit truk sampah 
yang hendak menuju TPA tersebut, Senin (7/7). 

Warga menuntut agar TPA Pondok Rajeg yang ada di sekitar Perumahan Dephan, RW 
11, Pondok Rajeg, Kecamatan  Cibinong, Kabupaten Bogor itu ditutup. Aksi 
berlangsung sekitar dua jam. Dalam askinya, tidak kurang dari 150 warga  
mengusung tuntutan agar TPA tersebut segera ditutup. Menurut mereka tuntutan 
itu tidak bisa ditawar-tawar lagi karena  kondisinya memang sudah tidak layak. 

"Ini dulu kan cuma tempat pembuangan kecil (TPST,red) saja. Tapi kenapa 
sekarang semuanya dilimpahkan ke sini. Kami di sini yang jadi korban. Gak bisa 
napas,"kata Sulis Ketua RW setempat. 

Warga juga mengaku keinginan agar TPA tersebut ditutup, karena mulai dari awal 
TPA itu berada, hingga saat ini  dengan keadaan yang merusak kenyamanan, tidak 
ada satupun janji dari pihak pengelola dalam hal ini Dinas Cipta Karya (DCK) 
Kabupaten Bogor dipenuhi. 

"Pengelolaan tidak sesuai. Tidak ada teknologi yangg diterapkan dan terjadi 
penumpukan sampah.  Kalau kemarau  terbakar atau sengaja dibakar dan asap serta 
baunya perumahaan. Sedangkan kalau hujan sampah yang meluber ke  Sungai 
Ciliwung dan pencemaran semakin meluas.Tidak ada itu kompensasi apa-apa 
termasuk untuk kesehatan yang  diberikan pada kami,"ujar Sulis. 

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu akhirnya berakhir setelah ada pihak dari 
DCK yang datang dan diperoleh  kesepakatan.  "Tadi ada yang datang dari 
pengelola. mereka mengajak berembuk untuk mencari solusinya dan kami akan 
berkumpul besok di DCK. Kita lihat saja nanti. Tapi kalau solusinya tidak 
sesuai dengan yang kami inginkan, kami tetap  akan menuntut untuk penutupan 
saja," kata Sulis. 

Untuk diektahui, tidak kurang dari 2000 warga yang tinggal di sekitar TPA 
Pondok Rajeg, yang mengeluh karena  daerahnya tercemar.Terutama dengan bau 
busuk yang kelar dari sampah yang saat ini sudah meluber melampaui area  TPA 
dan bercecaran ke area pemukiman warga. 

Menurut Sulis, sebenarnya kondisi tersebut sudah dirasakan warganya sejak empat 
tahun lalu. Namun, saat itu tidak separah seperti yang dialami warga belakangan 
ini. "Parah-parahnya dua minggu terakhir ini. Sampahnya sudah  meluber 
kemana-mana. Sedangkan disini lokasinya padat penduduk yang mayoritas warga 
yang usianya masih muda  dan anak-anak. Buat orangtua saja sudah mengganggu, 
apalagi untuk kesehatan anak-anak. Di sini banyak anak kecil,  yang masih di TK 
dan SD,"kata Sulis. 

Pihaknya mengakui sudah coba melakukan aksi dengan pengiriman surat kepada 
pihak terkait dan berdialog sejak 2  tahun lalu. Namun tetap saja tidak ada 
penanganan serius dan pengelolaan dari pihak DCK. (DD/OL-03) 


http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MTQ1NjQ=

Kirim email ke