Partisipasi Pemilih Sangat Rendah
Monday, 25 August 2008
BOGOR (SINDO) * Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Bupati Bogor
yang dilaksanakan kemarin sangat rendah.
Berdasarkan pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) di 600
TPS yang ada di Kabupaten Bogor, partisipasi pemilih hanya mencapai 50%.
*Tim saya menyebar di 600 TPS. Nah kawan-kawan di lapangan menemukan pada
Pilkada Kabupaten Bogor ini yang paling menonjol adalah tingkat partisipasi
paling tinggi mencapai 50%.
Ini sangat rendah sekali,* jelas Koordinator Nasional JPPR Jeirry Sumampouw
kemarin. Diketahui, Pilkada Kabupaten Bogor ini diikuti lima pasang
calon.Pasangan nomor urut 1 Iyus Djuher-Rusdi AS (Djurus) diusung Partai
Demokrat, PKB,dan PKPB.
Nomor urut 2 H Maman Daning-Nurdin (HMDN) dari perseorangan.Kemudian nomor urut
3 Soenmandjaja-Ace Supeli (Sae) diusung PKS, nomor urut 4 Fitri Putra
Nugraha alias Nungki-Endang Kosasih (Nusae) diusung Partai Golkar.
Terakhir pasangan nomor urut 5 Rahmat Yasin-Karyawan Faturahman (Rahman)
diusung PPP dan PDIP Menurut Jeirry, penyebab rendahnya tingkat partisipasi
lebih dikarenakan masyarakat sudah jenuh dengan proses pemilihan di daerahnya.
Sebab belum lama ini warga Kabupaten Bogor baru saja ikut menggunakan hak
pilihnya pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat April 2008. Sementara pada
Januari lalu, di Kabupaten Bogor juga diselenggarakan pemilihan kepala desa.
*Berdasarkan analisis dan pengolahan data yang kami kumpulkan dari kawankawan,
rendahnya partisipasi karena ada masalah pada daftar pemilih tetap
(DPT) yang tidak akurat,*jelasnya. Misalnya, pada DPT yang ada di masing-masing
TPS,sebagian besar orang-orang yang memiliki hak pilih sudah tidak ada
di tempat alias pindah atau meninggal.
*Tapi kalau yang meninggal sih tidak terlalu signifikan jumlahnya. Hanya, yang
paling banyak adalah pemilih yang sudah pindah. Berarti proses
penetapan KPUD Kabupaten Bogor dalam menetapkan jumlah DPT Pilbup Bogor tidak
begitu baik,*tegasnya. Faktor lainnya adalah waktu pencoblosan.
*Karena Bogor kerap dijadikan lokasi wisata, banyak warga Kabupaten Bogor yang
memilih membuka usaha ketimbang datang ke TPS, tak hanya itu banyak
juga warga yang berlibur,* jelasnya. Tingginya golput di Kabupaten Bogor itu
terlihat dari banyaknya warga yang berjualan dan belanja di kawasan Jalan
Tegar Beriman,Cibinong, Bogor.
Mereka tampak tidak peduli meskipun kemarin merupakan hari untuk menentukan
pemimpin baru. *Saya lebih baik berdagang mencari rezeki Mas daripada ikut
mencoblos.Karena bagi saya, siapa pun pemimpin Kabupaten Bogor tidak ada
bedanya dengan sebelumnya. Lebih baik saya dagang untuk menghidupi keluarga.
Bukan saya tidak menghormati demokrasi, tetapi hasilnya sama saja sih,*kata
Yana, pedagang pakaian.
Sementara itu, berdasarkan penghitungan suara KPUD hingga pukul 19.35 WIB,
pasangan Rahman unggul sementara.Mereka mengumpulkan 28,17% suara.Disusul
pasangan Nusae sebesar 24,18%, posisi ketiga ditempati pasangan HMDN dengan
raihan suara 21,15%.
Posisi keempat ditempati pasangan Sae perolehan suara 12,31% dan terakhir
pasangan Djurus yang memperoleh 14,20% suara. Ketua Media Center Rahman
David Rizar Nugraha mengatakan, optimistis posisi itu terus bertahan hingga
penghitungan akhir. *Sebab berdasarkan quick count internal kami, Rahman
hingga pukul 19.00 WIB menempati urutan pertama dengan perolehan suara 29,2%,*
jelas David.
KPUD Kabupaten Bogor mengakui tingkat partisipasi masyarakat rendah.Namun, KPUD
membantah itu karena kurangnya sosialisasi dan bermasalahnya DPT yang
mencapai 2,8 juta jiwa. *Masyarakat mungkin sudah jenuh dengan
pemilihan-pemilihan kepala daerah,* kata Ketua Divisi Teknis KPUD Kabupaten
Bogor Romli
Eko Wahyudi.
Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Bogor Yana Nurheryana menegaskan tingginya
golput karena kinerja KPUD sejak awal tidak sinergi dalam melakukan
sosialisasi pendidikan politik yang benar terhadap masyarakat. *Sehingga
kesadaran politik masyarakat untuk memilih kepala daerahnya rendah,*
jelasnya.
Presiden Minta Realisasi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Bupati Bogor yang terpilih
dapat melaksanakan amanat rakyat sehingga pembangunan Bogor dapat
terlaksana dengan baik.Sementara itu bagi yang tidak terpilih, Presiden meminta
dapat menerima kekalahan dengan ikhlas dan tetap berjuang di medan
pengabdian yang lain.
*Pesan saya kepada siapa pun yang terpilih dalam Pilkada Kabupaten Bogor ini,
laksanakan amanat rakyat yang tidak ringan namun mulia ini dengan
sebaik-baiknya. Yang tidak menang dalam pilkada ini ingat, selalu ada masa
depan untuk melakukan kompetisi serupa,* ujar Presiden SBY seusai melakukan
pencoblosan Pilkada Kabupaten Bogor di Pendopo Sekolah Alam Cikeas kemarin.
Presiden bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, Putra Bungsu Presiden Edhi Baskoro,
dan Ibunda Presiden Ny Habibah, datang ke TPS 03 yang berjarak sekitar
500 meter dari kediaman Presiden di Puri Cikeas. Presiden menjelaskan, apabila
budaya menang- kalah ini dibangun dengan baik, maka pemilihan mulai
dari kepala desa hingga presiden dapat secara demokratis, damai,tertib,danaman.
Jumlah pemilih di Desa Nagrak-Cikeas tercatat sebanyak 324 pemilih. Presiden
SBY tercatat dalam nomor urut 77, Ibu Ani Yudhoyono nomor 160, Edhi
Baskoro nomor 82, dan Ny Habibah nomor 122.*Siapa pun yang terpilih dan
memimpin Bogor ini diharapkan dapat memegang etika, amanah.
Karena yang dipilih itu akan menjalankan tugas amanah sebagai Bupati Bogor,yang
harus adil dan mengayomi semua masyarakatnya,* ujar Presiden. Dia
menegaskan, bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) diharapkan dapat
menggunakan hak pilih yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.
Sebagai WNI, lanjut Presiden, semua pihak diharapkan dapat ikut berpartisipasi
dalam pemilihan seperti kepala desa, bupati/wali kota, gubernur,
anggota DPR, DPRD, dan DPD maupun pemilihan presiden dan wakil presiden.*
Apabila hak pilih ini digunakan dengan baik dan berpartisipasi dengan baik
pula, maka tentu suara aspirasi rakyat dapat diberikan pada yang dipilih
dan kemudian Insya Allah hasilnya akan lebih nyata, lebih jelas,*tambahnya. Di
TPS tempat SBY mencoblos, perolehan suara dimenangkan pasangan Iyus
Djuher- M Rusdi AS (Djurus).
Berdasarkan penghitungan akhir hasil pemungutan suara di TPS 09, Djurus unggul
dengan perolehan 194 suara, disusul nomor urut 2 H Maman Daning-Nurdin
(HMDN) 30 suara, nomor urut 5 Rahmat Yasin-Karyawan Faturahman (Rahman) 15
suara.
Sedangkan pasangan nomor urut 3 Sunmandjaja-Ace Supeli (Sae) 4 suara.
Terakhir,pasangan nomor urut 4 Fitri Putra Nugraha alias Nungki-Endang Kosasih
(Nusae) 2 suara. Suara tidak sah sebanyak 7 suara.
*Sebanyak 72 orang tidak hadir alias golput dari 324 suara jumlah total hak
pilih yang ada di TPS 09,* ujar Ketua TPS Desa Nagrak Djoko Budi Susilo.
(haryudi/rarasati syarief)
-- A. Yahya Sjarifuddin
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------