Naaaa .... ini yang rada berat nich.

Kalau ada member yang ngerti ajarin aku yee ......



****************************************************************





Implementasi Lean Manufacturing (1/2)




Lean Manufacturing tidak saja berkisar dari sisi manufacturing process, tetapi 
lebih terintegrasi hingga ke departemen non 
manufacturing. Namun demikian penekanan utama ada pada flow process. Untuk 
menentukan apakah anda membutuhkan sebuah metodologi praktis, konsepnya 5 Step. 
Dasarnya semua berasal dari customer. Jika sudut pandangnya adalah 
manufacturing, maka urutan proses yang dilakukan adalah sebagai berikut 
(kira-kira gambaran dari penerapan 5 step).

1. Customer Requirement (ini yang diset sebagai value, defined by customer) 

Pada step ini tidak berarti bahwa segala sesuatu harus diberikan customer, 
tetapi organisasi anda berhak untuk menetapkan kriteria lebih spesifik. Sebagai 
contoh, customer cukup mengatakan saya butuh anda merakit mobil sesuai gambar 
yang saya berikan, produksi dengan rate 200 pcs/week, ex-work (barang keluar 
dari gudang sudah milik customer). maka Value dalam hal ini adalah Takt time 
anda 200 pcs/week, atau silakan konversikan ke detik, ex-work, proses produksi, 
rate konsumsi material, pemilihan supplier (jika tidak ditentukan oleh 
customer), dll. Sedangkan diluar hal tersebut adalah non value added yang harus 
dibuang, seperti pergerakan material, rate consumption over specification, 
scrap, etc.

2. Manufacturing System Design (MSD)
Jika dibutuhkan, maka dilakukan disain produk,atau disain proses. Dan penentuan 
utama dari disain proses inilah yang paling banyak menentukan seperti apa yang 
harus dilakukan di floor. Kaitan dengan disain proses sangat luas. Yang paling 
dipengaruhi adalah pemilihan mesin, sistem produksi, jumlah resources, lay out, 
sistem inspeksi dan project schedule. Tahap
ini sangat banyak hal teknis yang rasanya perlu bahasan tersendiri.

3. Value Stream
Dalam tahap disain, sebenarnya initial value stream mapping sudah disusun. 
Namun demikian, value streamnya masih bersifat global dan belum sampai tahap 
detail. Jika disain prosesnya cukup matang, maka sebenarnya waste sudah 
teridentifikasi di proses manufacturing, dan ini akan sangat membantu 
pembentukan di value stream. Informasi lain yang berkaitan dengan value stream 
yang biasanya dating belakangan adalah lead time material, MoQ, Std Pack, 
material movement (termasuk juga seperti repackaging, dlsb) dan lain-lain, 
berkaitan dengan material serta shipment lead time dan shipment mode. Ada tiga 
value stream yang minimal, yakni ideal value stream, current value stream dan 
future value stream.
Ideal, silakan disusun secara ideal dengan pertimbangan system produksi, 
quality systems, dan aturan terkait serta best practiced. Current menggambarkan 
keadaan faktual saat itu, dan future menggambarkan apa yang akan anda capai 
dalam satu periode tertentu.

4. Continuous Improvement
Production Levelling Schedule atau sistem sebangsanya karena harus sudah 
didefine dalam tahap MSD. Dalam hal ini, tergantung kebijakan perusahaan, 
karena adakalanya tidak menerapkan sistem pull karena pertimbangan finansial 
dan PC&L. Misal, harga barang yang sangat mahal, barang hazardous, total 
production cycle yang sangat pendek, produksi yang tidak continuous, material 
handling yagn cukup sulit, dll sehingga akhirnya menggunakan sistem push. 
Continuous improvement di sini lebih ditekankan kepada proses review secara 
periodik. Tools yang digunakan adalah tools yang sama seperti saat mendisain, 
yakni manufacturin systems design dan value stream. Hanya saja, pengalaman 
menunjukkan bahwa seringkali ada anggapan bahwa kembali kepada standar adalah 
improvement, ini praktis salah. Improvement dilakukan jika anda sudah mengikuti 
prosedur yang ada.

MSY
IPOMS
http://www.ipoms. or.id

 

 

 

Implementasi Lean Manufacturing (2/2)

Sebagai overview saja, berikut ini gambaran global system manufacturing disain.

Sistem manufacturing ini didisain secara integrated, terdiri dari 6 modul utama 
dan 1 modul juklak secara umum. Modul tersebut meliputi disain manufakturing, 
maintenance systems, organisasi area kerja, lingkungan dan keterlibatan 
karyawan, elemen quality, pergerakan material, dan petunjuk umum. Sistem audit 
yang dilakukan untuk mengontrol implementasi dilakukan dengan interval waktu 
tertentu. Proses audit hampir mirip dengan audit proses, dan cukup berbeda 
dengan audit quality system.

Kontrol terhadap performance dilihat dari pencapaian target yang bisa ditrace 
pada catatan metrik. Catatan, audit adalah kontrol terhadap implementasi 
sistem. Diluar itu, perlu didevelop strategic planning untuk membuat seluruh 
aktivitas tersebut terimplementasi secara keseluruhan. Strategic planning 
dilakukan secara top down force dan melakukan breakdown sekecil mungkin. Untuk 
melakukan budaya perbaikan, maka perlu dibentuk pula policy dari organisasi 
(company) agar membuat sistem bottom up dengan mekanisme yang terkontrol 
sehingga tidak melenceng dari strategic planning dan goal tersebut.

Definitely, keberhasilan dalam mencapai Lean Manufacturing tersebut sangat 
tergantung dari leadership, knowledge dan konsistensi control terhadap 
performance.

Secara umum, apa yang disampaikan di atas adalah main body dari Lean Mfg. 
Sistem ini didisain terintegrasi sehingga setiap item yang tidak terkait 
langsung dengan mfg tetap dimasukkan karena sebagai factor pendukung untuk 
membentuk lean enterprise. Sistem ini terdiri dari 7 bagian yakni:


1. Flow Manufacturing System Design
2. Employe Environtment and Involvement
3. Workplace Organization
4. Operational Avalaibility
5. Material Movement
6. Quality
7. Implementation Guide

Ketujuh item di atas tidak bisa dipisah satu sama lain, interdependent element. 
Pembagian tersebut adalah untuk memudahkan pelaksanaan. Sebagai contoh pada 
disain proses manufacturing harus sudah memperhitungkan semua aspek non teknis 
engineering seperti efisiensi budget, ergonomis, training, visual kontrol, dan 
lain sebagainya. Berikut ini overview dari masing-masing item.

Flow Manufacturing System Design
Sesuai namanya, sistem ini didisain untuk membentuk disain manufacturing dengan 
flow base. Konsepnya ada di process flow.
Perhitungan dimulai dari permintaan jumlah barang dari customer. Disain cycle 
time diperoleh dengan menentukan kecepatan produksi yang lebih cepat dari 
kecepatan konsumsi customer. Besarnya kecepatan ini tergantung dari perkiraan 
permintaan selama setahun, fluktuasi, policy dan kemampuan tools dan equipment 
dan terakhir adalah budget. Hasil dari disain ini antara lain proses flow, lay 
out, manufacturing sequence, disain pull system, disain pergerakan material, 
ergonomis, inventory, jumlah resources, skedul proyek, jumlah kebutuhan tools 
dan equipment, pemilihan mesin, metode kerja, value stream, dan
perhitungan finansial. Secara umum, disaini inilah yang dianggap sebagai core 
dari manufacturing system.

Employee Environment & Involvement
Sistem ini berkaitan dengan seluruh human resources. Sub-sub elemennya antara 
lain adalah Belief & Value yang berkaitan dengan visi dan misi perusahaan, 
Multiple Skill, Suggestion System, Natural Workgroup (sejenis QCC), Training, 
Health & Safety, Standard Manufacturing Leadership dan lain-lain. BV berkaitan 
dengan konsep moral, training & multiple skill berkaitan dengan kompetensi, NWG 
atau QCC dan SS berkaitan dengan keterlibatan karyawan terhadap kebijakan 
perusahaan dan improvement, H&S saya pikir no issue, dan SML berkaitan dengan 
kontrol terhadap resource performance serta pelaksanaan target dan kebijakan 
perusahaan.

Workplace Organization
Yakni organisasi area kerja, lebih terkait kepada pembentukan sikap dan moral 
dan kontrol terhadap proses produksi yang kondusif. Organisasi ini lebih 
dikenal dalam bentuk 5S, tetapi di kami istilahnya terjemahan dalam bahasa 
Inggris. Sub element lainnya adalah andon system, addressing system, organisasi 
area kerja di office, dan sistem komunikasi perusahaan.

Operational Availability
Item ini berkaitan dengan planned maintenance systems, yakni control terhadap 
peralatan, quick response, change over dan performance machine secara 
keseluruhan. Selain itu juga didevelop sistem dimana keterlibatan karyawan 
produksi dalam melakukan maintenance peralatan.

Material Movement
Lebih detail mengenai sistem pull, levelling schedule, build to plan, 
production planning, warehouse, pergerakan material, sistem supply material ke 
area produksi, plan for every part, visual control untuk mengatur storage, 
common lot theory untuk meminimasi part built up di antara proses 
produksi/operasi. Item ini termasuk yang mengambil porsi sistem cukup besar 
selain disain manufacturing.

Implementation Guide
Implementation Guide ini lebih banyak berisi tentang petunjuk pelaksanaan untuk 
mendevelop strategic planning. Site plan dijadikan sebagai master pelaksanaan 
yang didasarkan kepada objektif perusahaan. Seluruh strategic planning bisa 
didevelop berdasarkan perkembangan bisnis, policy dan target-target spesifik 
perusahaan. Value stream management & audit digunakan sebagai alat untuk 
melakukan proses kontrol. Selain itu, ditentukan scientific methodlogy untuk 
melakukan innovation & continuous improvement. Dalam contoh actual adalah 
penggunaan Suggestion System untuk improvement perorangan, Natural Workgroup 
yang dibekali dengan 8 Step 7 Tools untuk improvement kelompok, dan 6 Sigma 
sebagai alat improvement dan innovation. Secara strategis, value stream dibagi 
ke beberapa bagian sesuai dengan jenis project/business, dan ketiga hal di atas 
berada dibawah payung value stream untuk mencapai lean manufacturing.

Value stream & audit dikontrol secara periodik oleh manajemen. Sejatinya, 
informasi di atas menggambarkan overview saja. Sebagai tambahan, untuk proses 
auditnya tidak seperti quality sistem audit, tetapi menggunakan merit system 
sehingga grade sebagai tolok ukur. Besarnya target grade ditentukan oleh 
company. Misalnya target grade 3.5.

========
IPOMS
http://www.ipoms. or.id

Kirim email ke