Sikapnya yang respek kepada orang-orang sederhana seperti Dirut 
sebelumnya, Ari Soemarno, dan juga ayahnya dalam wawancara dengan Kompas cukup 
menyejukkan. Artinya, dia bukan orang songong. Mudah-mudahan orang-orang dan 
pembantu yang mengelilinginya bukan perongrong sehingga Pertamina bisa maju dan 
mandiri.

      Dengan demikian, diharapkan harga BBM tidak dijadikan mainan.

      Rgds / Jaerony.-

      ************************************

      MEDIA PERTAMINA

            Edisi No. : 06 / XLV / 09 Februrari 2009     
            Teruskan Transformasi 


      Jakarta, Senin, 09 Februari 2009 (09:18)  
      KAMIS (5/2/09) kemarin, Direktur Utama Pertamina dipergantikan dari Ari 
H. Soemarno ke Karen Agustiawan. Sejak berdiri 10 Desember 1957, Pertamina 
sudah memiliki 12 Dirut, dari mulai Ibnu Sutowo, Piet Haryono, Judo Sumbono, 
Abdul Rahman Ramly, Faisal Abda'oe, Soegianto, Martiono Hadianto, Baihaki 
Hakim, Ariffi Nawawi, Widya Purnama, Ari H. Soemarno, hingga Karen Agustiawan.

      Pergantian di kalangan pejabat BUMN dan perusahaan swasta adalah hal 
biasa, walaupun untuk Pertamina pergantian Dirut menjadi sorotan banyak pihak, 
mengingat strategisnya perusahaan ini. Kita melihat fenomena ini sebagai 
kehormatan, kepercayaan, sekaligus harapan para pemangku kepentingan 
(stakeholders) kepada Pertamina.

      Adalah hal yang wajar juga untuk meletakkan harapan kepada Dirut, Wadirut 
baru, beserta seluruh anggota Direksi untuk bisa bekerja menjalankan tugasnya 
sebaikbaiknya. Harapan kalangan internal berarti juga harapan seluruh pemangku 
kepentingan terhadap Pertamina. 

      Menanggapi berbagai harapan itu Dirut Karen Agustiawan menyampaikan enam 
langkah prioritas (lihat berita utama). 

      Melanjutkan program jangka panjang adalah sebuah keharusan, karena dari 
tahapan RJPP 2008 - 2023 Pertamina dirancang mencapai posisi perusahaan migas 
nasional berkelas dunia. Sebuah program yang berkelanjutan dan harus dipertajam 
pelaksanaannya. 

      Soal efektivitas, efisiensi, dan keselamatan adalah isu yang sejak awal 
terus diperkuat Pertamina. Direksi baru  melanjutkan komitmen dan kerja 
Pertamina saat ini.

      Hal penting lagi, jaminan efektivitas keamanan suplai yang selama ini 
menjadi isu krusial dan menjadi sorotan banyak pihak. Pertamina akan 
meningkatkan efektivtias jaminan keamanan suplai ini.
        
      Persoalan lain yang menjadi perhatian Pertamina di bawah Direksi baru 
adalah konsentrasi pengelolaan perusahaan sektor hulu. Salah satu alasan, 
sektor hulu adalah pencetak laba yang besar. Selain itu,  Pertamina berkomitmen 
untuk mendukung target nasional produksi migas hingga 1,3 juta barel per hari. 

      Di luar itu semua, agenda besar Pertamina adalah Program Transformasi 
yang menjadi penggerak perubahan Pertamina ke depan. Direksi baru berkomitmen 
melanjutkan program besar ini. 

      Dan yang lebih penting lagi, Pertamina yang bersih, menjunjung integritas 
sesuai program yang dijalankan, yaitu Pertamina Clean.

      Selamat bekerja dan mengemban amanat untuk Direksi baru. Apresiasi kami 
untuk Direksi lama yang telah memberikan landasan perubahan Pertamina..
     
      Ditulis oleh DIVISI KOMUNIKASI  

  

http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4365&Itemid=593

Kirim email ke