http://www.jurnalbogor.com/?p=24883
KPK Diminta Ungkap Kasus Penyuapan DPR Jurnal Bogor, 5 May 2009 Jakarta - Mantan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPR Agus Condro Prayitno menyambut gembira penetapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Sebab, Agus menduga Antasari yang menghambat penyelidikan laporannya tentang dugaan penyuapan dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom. “Banyak pihak termasuk diri saya sendiri meyakini bahwa Antasari adalah faktor yang menghambat penuntasan kasus yang saya laporkan,” kata Agus kepada wartawan, Senin (4/5). “Dengan ditetapkanya Antasari sebagai tersangka dan penonaktifan dirinya ini, maka tentunya ada harapan agar kasus yang saya laporkan ini dapat ditindaklanjuti atau harapan agar kasus ini bisa dituntaskan semakin terbuka.” Dia berharap, tidak ada lagi penghambat di KPK karena tindak lanjut kasus itu tergantung pada pimpinan kolektif KPK yang saat ini mengambil alih seluruh tugas dan kewenangan Antasari. “Saya sendiri masih membuka diri untuk dipanggil KPK jika memang KPK memerlukan keterangan tambahan dari saya,” katanya. Agus membantah dugaan bahwa penangkapan itu bernuansa politik demi membungkam KPK atau aksi balas dendam dari pihak lain terutama kejaksaan dan kepolisian. “Hal itu justru membuat pimpinan KPK yang lain bisa bekerja lebih keras mengungkap kasus-kasus yang sudah masuk,” ujarnya. Dengan ditangkapnya Antasari ini, Agus yakin akan banyak pihak yang ketakutan. “Penangkapan ini tentu akan membuat banyak pihak kini ketar-ketir. Tapi banyak juga yang bersyukur, karena KPK diyakini akan lebih produktif. Tanpa Antasari, kinerja KPK diyakini akan lebih maksimal,” ujar Agus yang mengaku menerima uang Rp500 juta terkait dengan pemilihan Miranda Goeltom. Pimpinan kolektif KPK yang mengambil alih peran dan tugas Antasari diharapkan lebih berani mengambil langkah. Selama ini, menurutnya, berkembang isu bahwa anggota-anggota Komisi III bidang hukum di DPR menerima uang ketika pemilihan Ketua KPK. “Jadi kalau sebelumnya mungkin mereka sungkan mengusut adanya dugaan pemberian uang oleh Antasari kepada anggota-anggota Komisi III saat pemilihan Ketua KPK dulu, maka dengan ditangkapnya Antasari saya harap mereka tidak sungkan lagi untuk menyelidiki kasus ini,” katanya. Rhama Deny -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
