Belum Genap 18 Tahun, Riana Sudah Jadi Dokter

Rabu, 20 Mei 2009 | 05:41 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Irene Sarwindaningrum

KOMPAS.com — Selamat dan luar biasa! Hanya kata itu yang tepat
diucapkan untuk dr Riana Helmi. Dalam usianya yang belum genap 18
tahun, tepatnya 17 tahun 11 bulan, remaja kelahiran Banda Aceh itu
diwisuda sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah
Mada. Wisuda dilakukan di gedung pertemuan UGM Grha Sabha Pramana,
Yogyakarta, Selasa (19/5).

Riana, demikian gadis berperawakan kecil itu akrab disapa,
menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan dengan indeks
prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yaitu 3,67. Karena
prestasinya itu, Riana sempat menerima pujian dan diminta berdiri oleh
Rektor UGM Soedjarwadi.

"Ya, Alhamdulillah saya bisa jadi wisudawan termuda," ucapnya
didampingi kedua orangtuanya, Ajun Komisaris Helmi dan Rofiah, seusai
wisuda.

Riana lahir di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, 22 Maret 1991.
Dia masuk ke Fakultas Kedokteran UGM melalui jalur Penelusuran Bakat
Skolastik (PBS) pada September 2005. Usianya saat itu masih 14 tahun
lewat tiga bulan, atau setara dengan pelajar kelas II SMP pada umumnya.

Meski sangat muda, Riana mengaku tidak banyak kendala dalam
menyesuaikan diri dengan mahasiswa lain yang rata-rata berusia empat
tahun lebih tua darinya. Dia juga menjalani kuliah kedokteran secara
normal, dengan banyak tugas seperti mahasiswa lainnya. Sebagai
mahasiswa termuda, hal ini kerap membuatnya gelisah.

"Kesulitan karena tugas sangat banyak sih ada, tapi syukurlah semua
bisa saya atasi," kata Riana yang mempelajari kanker payudara dalam
skripsinya.

Lulus dalam usia yang masih sangat muda, Riana masih ingin melanjutkan
sekolahnya. Menurut rencana, dia akan mengambil pendidikan spesialis
untuk meraih cita-citanya sebagai dokter spesialis kandungan.

Kelas akselerasi

Riana dikenal cerdas sejak kecil. Selama di bangku SMP dan SMA Negeri
3 Sukabumi, Jawa Barat, Riana yang menghabiskan masa kecilnya di Garut
dan Sukabumi itu selalu duduk di kelas percepatan (akselerasi).

Selain itu, Riana juga masuk SD pada usia sangat muda, yaitu empat
tahun. "Sejak usia tiga tahun, dia sudah lancar membaca," kata Helmi
yang merupakan perwira polisi pendidik di Sekolah Polri Lido,
Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Helmi, sejak kecil, rasa ingin tahu Riana sangat besar. Dia
juga lebih gemar belajar daripada bermain. Meskipun tidak ada yang
menyuruh, sebagian besar waktu luangnya justru dia isi dengan membaca.

"Riana kecil juga tidak suka bermain boneka. Dia malah takut dan
menjerit kalau melihat boneka di dekatnya," ujar Helmi.
-- 
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke