Beberapa waktu yang lalu saya didatangi petugas dari Smart yang meminta tanda 
tangan "mengetahui" pembangunan BTS deket kompleks, tapi saya tidak mau. 
Meskipun begitu, bisa saja nanti jadi berdiri karena posisi BTS ada di luar 
kompleks, dan tanda tangan "mengetahui" yang diminta sifatnya saran dari 
kecamatan.

Memang, dari sisi positifnya, jika nanti berdiri, akan membantu warga mendapat 
sinyal Smart lebih bagus. Apalagi Smart termasuk yang cukup gencar 
mengembangkan 3G untuk akses internet, akan bermanfaat bagi anak-anak kita 
dalam memenuhi tugas-tugas sekolah.

Tapi, sisi negatifnya bukannya tidak ada seperti artikel di bawah, dan juga 
mungkin hal negatif lain semisal resiko kerubuhan BTS, dsb ...

Wass / Jaerony.-

Catatan : Guinnes Book of Record 1988 mencatat jumlah petir per tahun di daerah 
Cibinong sebanyak 322. 


**********************************************************************************


WASPADA, PETIR DI SEKITAR MENARA BTS


Beberapa waktu yang lalu, Nopember 2008, hujan lebat disertai petir yang 
menggelegar bersahut-sahutan terjadi di Semarang sekitarnya, dan ini mungkin 
masih akan terjadi diwaktu mendatang. Akibat dari kejadian ini, jaringan 
listrik padam dan beberapa piranti elektronik mengalami kerusakan seperti 
jaringan internet dan perlengkapan komputer. Aktifitas yang seharusnya bisa 
dikerjakan, sementara waktu semua tertunda, karena listrik padam. Hampir setiap 
kali ada hujan disertai sambaran petir, jaringan listrik akan padam, meskipun 
tidak selalu.

Setelah suplai listrik kembali normal, sangat disayangkan ternyata jaringan 
internet masih mati, tampaknya hub dan modem terbakar. Kerusakan lain misalnya 
batere leptop tidak bisa menyimpan energi dengan maksimal, peralatan elektronik 
yang bekerja sebagai kendali tidak bisa bekerja. Berita lain dalam media yang 
sama disebutkan seorang ibu dan anaknya tewas tersambar petir pada saat 
memperbaiki atap rumah pada saat hujan disertai petir.

Struktur Tinggi

Begitu besar bahaya yang ditimbulkan akibat adanya sambaran petir ini, sehingga 
masyarakat perlu waspada dan hati-hati pada saat terjadi hujan disertai petir, 
apalagi bagi masyarakat yang tinggal berada di bawah atau di sekitar menara BTS 
(base tranceiver station).

Hal ini, karena secara umum petir akan lebih suka menyambar bagian-bagian di 
permukaan bumi yang memiliki struktur tinggi (gedung-gedung tinggi, tower BTS, 
menara transmisi tegangan tinggi) dan lebih suka memilih struktur yang terbuat 
dari material konduktif (metal).

Membaca tulisan Anies, "Problem Menara BTS di Perkotaan" (Suara Merdeka, 6 
November 2008) pada bagian awal disebutkan bahwa tower BTS telah menjadi 
problem perkotaan dengan isu yang dikemukakan adanya efek negatif gelombang 
elektromagnetik. Namun pada bagian akhir diberikan pernyataan agar masyarakat 
yang berada di bawah atau di sekitar menara BTS tidak perlu cemas, sebab tidak 
akan mengganggu kesehatan.

Dengan adanya pernyataan tersebut, secara langsung telah menjawab bahwa problem 
utama menara BTS bukanlah radiasi yang dipancarkan.

Bukan Penangkal Petir

Justru problem utama kehadiran tower BTS di sekitar pemukiman penduduk adalah 
sambaran petir yang mengenainya. Jika terdapat sejumlah awan bermuatan dengan 
medan statis yang cukup untuk terjadi petir, maka obyek yang pertama kali 
dikenai sambaran petir yaitu tower BTS, karena memiliki struktur yang menjulang 
tinggi dan terbuat dari bahan logam. Praktis jumlah sambaran petir di sekitar 
tower BTS akan meningkat, bukannya berkurang, sehingga apabila dipasang logam 
lancip di ujung tower, bukan penangkal petir namanya, namun lebih tepat sebagai 
pemancing / pemanggil petir.

Memang secara teoritis, mestinya tinggal di bawah atau di sekitar tower BTS 
akan aman, karena tidak dikenai sambaran petir langsung. Hal ini sesuai dengan 
hasil penelitian Whitehead yang menyatakan obyek yang berada dalam radius 
kurang dari 2h1.09 dari menara akan aman dari sambaran petir langsung (J.G. 
Anderson,1987). Daerah yang terletak dalam radius itu disebut dengan lebar 
bayang-bayang listrik. Jadi apabila ada tower BTS setinggi 70 m, maka obyek 
yang berada dalam radius 205,2 m mestinya aman.

Sekadar untuk diketahui, bahwa Indonesia memiliki 200 hari guruh, jika 
dibandingkan dengan USA 100 hari, Brasil 140 hari dan Afrika 60 hari. Bahkan 
pernah tercatat dalam Guinness Book of Records pada tahun 1988 dengan jumlah 
322 petir per tahun di Daerah Cibinong Jawa Barat. Data dari Badan Meteorologi 
dan Geofisika tahun 2005, untuk Semarang sekitarnya memiliki kerapatan 121 
petir per tahun. Besar medan listrik minimal yang dihasilkan oleh petir bisa 
mencapai 1 Mega Volt per meter. Sehingga bisa dibayangkan, apa yang terjadi 
jika sambaran petir mengenai tower BTS ataupun struktur tinggi lainnya pada 
arus maksimum secara berulang-ulang.

Grounding System

Pihak pemilik tower BTS, tentu sudah mengetahui dan memperhitungkan bahaya yang 
diakibatkan oleh sambaran petir ini, sehingga untuk mengantisipasi adanya 
kenaikan tegangan yang sangat tinggi secara tiba-tiba karena petir, tower BTS 
telah dilengkapi dengan sistem penyalur arus petir (grounding system) dan 
peralatan proteksi yang disebut arrester.

Jika kondisi sistem pengetanahan tidak baik, misalnya di daerah bebatuan, hal 
ini dapat menyebabkan nilai resistansi tinggi. Maka tegangan akibat sambaran 
petir yang melewati sistem pengetanahan akan semakin tinggi. Efek medan listrik 
yang timbul akibat adanya sambaran petir pada tower BTS akan semakin besar 
sehingga dapat merusak piranti elektronik, jaringan kabel telekomunikasi, 
jaringan data, dan keselamatan manusia yang ada di sekitarnya.

Tindakan Preventif

Terhadap adanya ancaman bahaya yang diakibatkan sambaran petir pada tower BTS, 
masyarakat perlu mengetahuinya, agar tindakan preventif dapat segera dilakukan. 
Beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah dengan memasang sistem 
penyalur arus petir (grounding system) di atas rumah, memasang peralatan 
pelindung akibat tegangan impuls petir (arrester) pada piranti-piranti 
elektronik yang menggunakan suplai tegangan rendah.

Untuk keperluan keamanan dan kenyamanan, maka nilai resistansi sistem penyalur 
arus petir harus diukur dan nilai resistansinya diusahakan kurang dari 1 Ohm 
dan untuk piranti elektronik harus dipasang arrester. Kalau secara teknis, 
sistem penyalur arus petir ke tanah ini sudah memenuhi syarat, masyarakat di 
bawah ataupun yang berada di sekitar menara boleh tidur tenang. Petir biar saja 
menyambar tower BTS, tapi arus sudah diberikan jalur untuk langsung menuju ke 
tanah.



http://abdulsyakur.blog.undip.ac.id/2009/06/16/waspada-petir-di-sekitar-menara-bts/

<<attachment: wpsf-img.php>>

Kirim email ke