Ini mungkin yang dinamakan "sukhul khotimah", mati dalam kondisi melakukan 
bisnis ilegal, naudzubillah. 
Mudah-mudahan di lingkungan kita bersih dari praktek-praktek bisnis yang nggak 
jelas aturannya macam yang kayak begini.

Salam / Jaerony.-

**************************************************


Praktik Gas Oplosan Memicu Ledakan


ANTARA/Andika Wahyu

Ruko pengecer elpiji di Jalan 26, Swadaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, runtuh 
karena ledakan yang diduga disebabkan ledakan gas, Jumat (13/11).

[JAKARTA] Sebuah ruko di Jl 26 Jl Swadaya Raya RT 008 RW 005 Duren Sawit 
Jakarta Timur runtuh karena ledakan hebat pada Jumat (13/11) sekitar pukul 
11.30 WIB. Akibat ledakan ini, suami istri pemilik ruko agen gas itu tewas 
terpanggang. Selain menewaskan dua pasangan suami istri pemilik agen, ledakan 
juga merusak delapan rumah warga. Diduga praktik gas oplosan memicu ledakan. 

Sang pemilik, Ariyanto (45) ditemukan tewas di ruang tengah dengan kondisi 
kepala terputus. Kepala Ariyanto ditemukan di atas truk pengangkut gas di depan 
ruko, sedangkan tubuhnya di ruang tengah. Sementara itu, istri Aryanto, Siti 
(40) ditemukan di ruang depan. Jenazah Ariyanto dibawa ke RS Polri Sukanto 
Kramat Jati, sedangkan jenazah Siti dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat.

Anak bungsu Ariyanto, Suyanto juga menjadi korban ledakan itu. Suyanto tengah 
dirawat intensif di RSCM karena mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. 
Sebelumnya, Suyanto dilarikan ke RS Harum Sisma Medika.

Beruntung putra sulung Ariyanto, Gito selamat dari musibah ini karena sedang 
berada di warnet dekat rumahnya. Ledakan ini tidak hanya menghancurkan ruko 
berlantai dua, tetapi juga merusak delapan rumah warga di sekitar lokasi.

"Getaran kencang akibat ledakan membuat tembok rumah warga retak. Selain itu, 
tabung-tabung gas berukuran 12 kg dan 3 kg serta reruntuhan ruko juga ikut 
berterbangan, sehingga merusak atap dan plafon delapan rumah warga," kata Erna, 
warga sekitar.

Kedelapan rumah tersebut milik Kholilah, Koddim, Minah, Uroh, Ida, Benah, Uul 
dan Maimunah. Rumah-rumah tersebut dikabarkan akan diganti rugi oleh kakak 
Ariyanto yang belum diketahui namanya.

"Semalam, kakak Pak Ariyanto datang dan melihat kerusakan rumah-rumah warga. 
Katanya beliau akan mengganti rumah yang rusak. Penggantian dari uang ruko Pak 
Ariyanto yang ditemukan di bawah puing-puing. Kabarnya uang itu senilai lebih 
dari 55 juta," kata Erna.

Selain merusak rumah, empat warga juga mengalami luka akibat terkena reruntuhan 
rumah mereka. Keempat warga tersebut Jubaidah, Benah, Ida, dan Samiyati. 

Ledakan diduga karena percikan api rokok saat proses penyuntikan gas tengah 
dilakukan Ariyanto di dalam rukonya. Penyuntikan, yaitu memindahkan isi tabung 
yang satu ke tabung lain dengan mengurangi isi gas agar mendapat keuntungan 
besar. Ada 7 ledakan yang langsung memicu kebakaran di ruko.

Ledakan hebat yang dirasakan warga menyisakan trauma. Ketakutan akan terjadinya 
musibah serupa yang lebih besar dikatakan sejumlah warga. 

"Aduh, saya masih kaget sekali. Sejak peristiwa ledakan itu, rasanya tidak bisa 
makan. Karena saya melihat sendiri api membubung tinggi," kata Titin.

Pernyataan yang sama juga diutarakan Anin. Guncangan ledakan yang terasa hingga 
radius 10 meter masih membuat warga trauma. [WID/U-5]



http://suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=11823

Kirim email ke