Ini saya dapat dari catalog peribahasa di internet.. 

 

http://www.bahtera.org/kateglo/index.php?phrase=meminta
<http://www.bahtera.org/kateglo/index.php?phrase=meminta&mod=proverb&search=
Cari> &mod=proverb&search=Cari

 

Wahyu

RW17

 

From: A. Yahya Sjarifuddin [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 19, 2009 4:39 PM
To: [email protected]
Subject: [porsenipar] Jangan berharap tanduk kepada kuda

 

Ada yang Orang Jawa disini? Maksudnya peribahasa ini apa ya?

    -- A. Yahya Sjarifuddin.

Syafi'i Ma'arif: Jangan Berharap Tanduk kepada Kuda
Kamis, 19 November 2009 - 12:01 wib
Taufik Hidayat - Okezone

JAKARTA - Komentar pedas terlontar dari cendekiawan muslim Syafi'i Ma'arif,
menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) yang
menegaskan tidak mau dipaksa bersikap. SBY dinilai tetap lamban dalam
bersikap.

"Jangan berkelit dengan ngomong seperti itu. Di sini diperlukan tindakan
yang luar biasa untuk menghadapi kasus yang luar biasa. Ada peribahasa,
jangan berharap tanduk kepada kuda," ujar Syafi'i usai menghadiri sebuah
diskusi di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Sebelumnya, Presiden meminta semua pihak untuk tidak mendorong dan memaksa
dirinya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi Tim 8 dalam kasus Bibit
Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Padahal sikap tegas SBY, dinilai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, akan
menentukan pemerintahan yang memiliki legitimasi sosial dan moral. "Kalau
tidak, legimitasi moral dan sosial akan berguguran. Saya sudah lelah dengan
keadaan ini," katanya.

Ditanya tanggapannya mengenai sikap Kapolri yang tidak mau menahan Anggodo
Widjojo, Syafi'i mengatakan, polisi tidak akan berani menangkap Anggodo.
"Kalau aparat hukum sudah berada di bawah ketiak seseorang ya pasti tidak
mau (nahan)," katanya.(ded) 

Kirim email ke