Alhamdulillah, kawan-kawan komunitas sampai juga ke DPR. Mudah-mudahan tabiat 
"budeg" birokrasi bisa sedikit lumer.

*****************************************

Pengguna Kereta Rel Listrik Mengadu ke Dewan Hari Ini
Selasa, 01 Desember 2009 | 11:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejumlah pengguna kereta rel listrik hari ini akan 
menemui anggota Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai 
Keadilan Sejahtera. Moderator milis KRL Mania Nurcahyo mengatakan mereka akan 
menyampaikan keluhan atas buruknya kondisi sarana transportasi itu. 

“Kami harap DPR bisa membantu kami karena ini juga berhubungan dengan 
regulasi,” kata Nurcahyo saat dihubungi, Selasa (1/12).

Menurut dia, berbagai permasalahan seputar kereta rel listrik terjadi sejak 
lama. Masalah tersebut antara lain, sinyal kereta rusak, keterbatasan gerbong, 
terlalu padatnya penumpang, dan ketidakpastian jadwal. “Masalahnya sangat 
klasik, tapi tak pernah dibenahi sampai tuntas,” ujar dia. 

Ia mencontohkan PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek berjanji menambah 
80 gerbong tahun ini. Tapi sampai awal Desember, janji itu tak pernah dipenuhi.

Komunitas pengguna kereta rel listrik, kata Nurcahyo, sudah sering bertemu 
dengan direksi PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek. Tapi, nyaris tak 
ada perubahan permanen atas masalah ini. 

Ia menilai, nyaris tak ada koordinasi antara Departemen Perhubungan dengan PT 
Kereta Api Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek. 
Contohnya, pihak PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek mengaku tak bisa 
berbuat banyak mengatasi berbagai masalah kereta rel listrik karena 
kewenangannya ada pada PT KAI. “Semua saling lempar tanggung jawab,” kata dia.

Salah satu anggota komunitas pengguna kereta rel listrik, Putri Tyas, 
mengatakan buruknya kondisi kereta rel listrik sangat merugikan penumpang. 
Minimnya fasilitas penerangan dalam gerbong memperbesar potensi aksi kejahatan. 
Gerbong kereta yang minim mengakibatkan kereta menjadi sangat penuh. “Orang 
yang sudah bayar mahal untuk kereta Pakuan Ekspres jadi bernasib sama dengan 
yang naik ekonomi. Faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi terabaikan,” ujar 
dia.

Selain itu, keterlambatan jadwal mengakibatkan banyak pengguna kereta terlambat 
sampai di kantor. Sejumlah anggota komunitas pengguna kereta rel listrik, kata 
Putri, telah mendapat surat peringatan dari kantor. Uang makan mereka pun 
dipangkas kantor karena terlambat. “Apa pemerintah tak peduli dengan risiko 
pemecatan pengguna KRL?” kata dia.

Komunitas ini berharap Dewan bisa mempertanyakan buruknya kondisi kereta rel 
listrik kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan juga direksi PT KAI dan 
PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek. 

Komunitas ini juga menggalang dukungan melalui jejaring sosial Facebook Aksi 
Solidaritas Jabodetabek untuk Perbaikan Pelayanan KRL dengan anggota sekitar 5 
ribu orang. Sedangkan anggota milis komunitas KRL berjumlah lebih dari 4 ribu 
orang


sumber :  krl-mania.yahoogroups.com

Kirim email ke