Seperti halnya heboh video tuyul sebelum jadi headline di koran-koran di esok harinya, malamnya saya nonton Berita "Bandar Jakarta" di JAK TV. Eh, paginya koran-koran pada naruh di headline-nya gara-garanya pada saat yang sama ada video tentang subjek yang sama.
Kemarin (3/12) headline koran berubah jadi "Hantu Pocong". Malamnya saya nonton lagi di JAK TV ada berita dan cuplikan klipnya yang mungkin dicocok-cocokkan dengan kejadian yang konon terjadi. Tapi kok kedua hal itu jadi kelihatan heboh ya? Hari ini (sore), seorang teman asal daerah Tamansari, Bogor cerita soal hantu pocong ini. Ceritanya, bahwa kejadian bermula saat di salah satu keluarga konon melakukan "ngipri" (wallaahu a'lam -- benar nggaknya). Tidak disengaja anak perempuannya memakai alat ngipri yang mirip berbentuk mukena. Setelah memakai anak ini tidak bisa melepas lagi. Jadilah dia ke sana ke mari meminta kepada orang "yang ditemui" untuk dimintain tolong untuk dibukakan. Dia akan bilang kepada setiap orang yang ditemui, "bukain .... bukainnnn ....". Artikel yang di bawah ini malah bilang, "lapaaar ... lapaaaaar...". Kalau memang bener kasian amat anak yang tidak berdosa ini ya ....... tidak berdaya untuk meminta tolong termasuk kondisinya yang kelaparan .... Wallaahu'alam ....... Wassallam / Jaerony.- ********************************************************************** 03/12/2009 - 23:05 Memburu Hantu Pocong Bogor (1) Reza Aulia INILAH.COM, Bogor - Sejak Kamis pagi (3/12), INILAH.COM melakukan perburuan tentang isu hantu pocong di sepanjang wilayah Bogor dan perbatasan Banten. Inilah hasil liputannya. Sudah seminggu, sebenarnya, kabar bahwa di daerah Bogor dan perbatan Propinsi Banten, muncul hantu pocong. Tiga hari ini, di beberapa kampung malah diadakan kegiatan warga yang disebut poling alias pocong keliling. Sejak Kamis pagi (3/12), INILAH.COM memburu isu hantu pocong ini. Dimulai dari kawasan tengah kota Bogor. Hasilnya, banyak warga yang mendengar. Tapi, mereka tak tahu dimana. Terakhir ada kabar bahwa hantu pocong itu muncul di Dramaga. Ini adalah kota kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor. Dari jalur tol Ciawi, sekitar 15 kilometer. Kawasan Dramaga memang dikenal. Sebab, di situ ada Institut Pertanian Bogor (IPB). Memang, di beberapa lokasi di daerah itu dikenal angker. Ini karena di kawasan itu masih banyak pepohonan tinggi dan daerah yang sepi. Saat mendatangi Kecamatan Dramaga, tak ada yang aneh. Semua normal. Aktivitas berjalan lancar. Hanya saja, saat bertanya tentang pocong, beberapa orang langsung antusias. Di Dramaga, Kabupaten Bogor, isu pocong memang jadi pembicaraan hangat. Karena, warga di situ beberapa hari ini menggelar kegiatan poling atau pocong keliling adalah warga Dramaga. Hasil penelusuran INILAH.COM, sebelum di Dramaga, ada tempat lain yang juga menggelar poling. Yaitu di Kampung Pitung, Kabupaten Bogor, dekat perbatasan Propinsi Banten. Itu terjadi sebulan lalu. Saat kampung itu didatangi, suasana memang tidak seperti tempat di tengah kota Bogor. Masih banyak pepohonan tinggi dan tempat-tempat sepi. Warga masih beraktivitas normal, meski saat ditanya tentang pocong, mereka cenderung menghindar. Wardi, warga Kampung Pitung bercerita, kegaiatan poling atau pocong keliling itu memang sudah sempat berjalan sebulan. Beberapa warga meronda untuk berjaga-jaga kalau ada pocong. Nah, menurut Wardi, beberapa kali hantu pocong memang sempat mendatangi ke rumah-rumah warga. Caranya selalu dimulai dengan mengetok pintu. "Biasanya sekitar tengah malam ke atas. Karena itu, banyak warga yang mengunci pintu rapat-rapat begitu malam tiba," ujar Wardi, Kamis sore (3/12). Nah, ada hal yang aneh setiap kali hantu pocong itu mendatangi rumah warga. "Biasanya, rumah warga yang didatangi hantu pocong diketok tiga kali. Lalu, terdengar suara Lapar... lapar... lapar," paparnya. Kejadian tersebut sebenarnya tidak menimbulkan histeria massa. Apalagi sampai ada korban meninggal. "Masyarakat di sini memang ribut dengan isu pocong itu. Tapi, itu sebenarnya bukan karena kami takut pada hantu pocong. Bukan. Tapi kami khawatir yang datang bukan pocong. Tapi poling alias pocong maling," tambahnya. Rupanya, isu hantu pocong yang beredar di Bogor ini, bukan semata-mata cerita misteri atau takhayul. Tapi, ada motif-motif di belakang munculnya hantu pocong. Yaitu, poling alias pocong maling.[bersambung/ims] http://www.inilah.com/berita/politik/2009/12/03/202072/memburu-hantu-pocong-bogor-1/
