Benar sekali pak Hari, kita sebagai orang tua sangat dituntut menjadi
panutan, dan tentunya dari segala hal baik dari pantuan dari bersikap,
berperilaku dan bertutur kata.
Semoga ya pak :)
-- A. Yahya Sjarifuddin.
hermawan hari wibowo wrote:
> banyak sich kalau mau di salahkan.. salah satu nya juga orang tua..
> ngak pernah nemenin anaknya nonton tv.. jangan kan nonton yang
> begituan..anak baru abg aja dah di biarin naik motor.. pas ketabrak
> yang di salahin orang yang nabrak..
>
> jadi orang tua itu mesti jadi panutan yang bener itu intinya...
>
>
> *From:* A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>
> *To:* [email protected]; [email protected];
> [email protected]; [email protected]
> *Sent:* Thu, December 17, 2009 11:15:29 AM
> *Subject:* [porsenipar] Bocah Itu Tewas Karena Tiru Atraksi 'Limbad'
>
> Satu lagi pengaruh buruk TV dan pentingnya peran orang tua dan
> KPI. Semoga tidak ada lagi korban2 seperti ini.
>
> -- A. Yahya Sjarifuddin.
>
>
>
> *Bocah Itu Tewas Karena Tiru Atraksi 'Limbad'
>
> *
> Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani
> Selasa, 15 Desember 2009, 16:10 WIB
>
> *VIVAnews* - Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah
> saksi, Polres Jakarta Pusat menyimpulkan kematian bocah bernama
> Heri Setyawan, 12 tahun, yang ditemukan tegantung di ranjangnya
> murni hanya kecelakaan.
>
> "Ini murni kasus kecelakaan oleh dirinya sendiri" ujar Kapolres
> Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin di ruangannya, Selasa 15
> Desember 2009.
>
> Dari hasil keterangan orangtua korban dan saksi lainnya, diketahui
> bahwa korban memiliki kegemaran meniru atraksi seorang pesulap
> yang sering muncul di telivisi yang tidak pernah terlewatkan jam
> penanyangannya oleh korban.
>
> "Setiap selesai acara Limbad The Master, dia (korban, red) akan
> mempraktekkan adegan itu dengan mengikat kaki dan tangannya" ujar
> Hamidin lagi.
>
> Malah korban juga sempat menusuk tangannya dengan sejumlah jarum,
> kemudian dipertontonkan kepada orang tua dan teman-temannya.
>
> Hal yang sama juga disampaikan rekan-rekan korban yang mengatakan
> bahwa korban sering menirukan atraksi sulap di sekolah.
>
> Orangtuanya juga sering marah dan menegur kebiasaan anaknya itu.
> "Jika ditegur, dia akan menghentikan kebiasannya. Oleh karena itu,
> Ia biasa melakukan atraksi tersebut ketika orang tuanya pergi"
> ujar Hamidin menirukan keterangan orang tua korban.
>
> Mengenai kondisi tangan yang terikat di belakang, menurut Hamidin
> ternyata hal itu dapat dilakukan dengan mudah. "Sudah kita
> rekonstruksikan, ternyata seseorang bisa mengikat tangan dengan
> simpul seperti itu" ujar Hamidin.
>
> Selain itu, tidak ditemukan bekas penganiayaan di sekujur tubuh
> korban.
>
> Kapolres juga membantah bahwa pihaknya mencurigai orang tua korban
> sebagai pelaku pembunuhan. "Perilaku orangtuanya lembut, dugaan
> kita gak ke arah sana" ujar Hamidin.
>
> *Adegan Limbad Sebagai Penentu*
>
> Walau demikian, Polres Jakarta Pusat masih berusaha memastikan
> kesimpulan tersebut dengan menyaksikan adegan terakhir Limbad.
>
> "Kami ingin tahu adegan terakhir Limbad itu seperti apa. Kalau ada
> acara lompat-lompatannya, berarti kami yakin 100 persen itu
> kecelakaan yang dialami korban," ujar Hamidin.
>
> Sebagaimana telah diketahui, Polsek Kemayoran kemarin menemukan
> jenazah seorang anak dalam keadaan tergantung di ranjangnya. Kedua
> tangan dan kaki korban terikat. Sementara, mulutnyapun dalam
> kondisi tersumpal dan hanya mengenakan pakai dalam.
>
> Saat kejadian orangtua korban tidak ada di rumah karena sedang
> berjualan di pasar.
>
>
> http://metro.vivanews.com/news/read/114072-bocah_itu_tewas_karena_tiru_atraksi__limbad_
>
> Dipublikasikan : Selasa, 15 Desember 2009, 16:10 WIB
>
> ©VIVAnews.com <http://VIVAnews.com>
>
> -------------------------------------------------- Official
> Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan
> BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan
> Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
> ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
>
>