Dari serah terima jabatan Ketua RW-14

KEHIDUPAN DEMOKRATIS BERKEMBANG DI RW-14

 

 

Salah satu hal yang secara pribadi saya apresiasi dari proses pemilihan Ketua 
RW 14 yang telah "dimenangkan" oleh Jauhari Mustafa yang dilaksanakan oleh PPKW 
(Panitia Pemilihan Ketua RW 14) pimpinan Marsudi adalah dipenuhinya target 
penyelesaian tahap-tahap pemilihan dengan tepat waktu. 

 

Hal ini bukan saja karena sejak proses pembentukan "KPU" saya selaku peserta 
rapat pembentukan telah mewanti-wanti untuk tidak mengulur-ulur waktu tahapan 
proses pemilihan serta titipan pesan kepada Pengurus RW berjalan sebagai 
penanggung jawab suksesi di RW untuk "secara ketat" memonitor jalannya 
tahapan-tahapan yang merupakan amanah terakhir kepengurusan itu.

 

Termasuk dalam pemenuhan target itu adalah pelaksanaan serah terima jabatan 
dari Ketua RW (lama), Zainal Fitriyadi kepada ketua terpilih, Jauhari Mustafa 
pada Sabtu, 2 Januari 2010. Acara yang sederhana namun khidmat itu berlangsung 
di Pendopo RT 04/14 dihadiri sekitar 50 undangan yang terdiri dari para 
pengurus RW (lama), pengurus PKK, pengurus Posyandu, para ketua RT, dan juga 
para tokoh masyarakat di tengah cuaca gerimis yang membasahi kompleks BDB-2 
Sukahati dan sekitarnya.

 

Kehidupan Positif Warga sebagai Potensi Terbesar RW 14

 

Dalam sambutan sebelum acara inti serah terima jabatan, Ketua RW (lama) 
menegaskan bahwa sikap positif warga dalam hidup bermasyarakat dan bertetangga 
selama ini adalah potensi terbesar bagi pengembangan dinamika warga RW 14 yang 
saat ini berjumlah sekitar 290 kepala keluarga yang tersebar dalam 6 RT ke 
depan.

 

"Kehidupan warga sangat harmonis serta rukun selama ini. Ini yang harus terus 
dipelihara dan dipertahankan", katanya dalam sambutan itu.

 

Dalam "laporan" ringkasnya antara lain juga dikemukakan bahwa dalam posisinya 
sebagai pelayan masyarakat, pengurus telah memfasilitasi pihak kelurahan dalam 
beberapa penyelenggaraan pelayanan kepada warga semisal pengurusan KTP, KK, 
pembayaran PBB dan sebagainya. Demikian juga dalam posisinya sebagai 
perpanjangan tangan pemerintah, pengurus lewat KPPS (kelompok penyelenggara 
pemungutan suara) telah ikut mensukseskan serangkaian pemilihan mulai dari 
pemilihan gubernur Jawa Barat, pemilihan bupati Bogor, sampai penyelenggaraan 
pemilu nasional dalam beberapa tahap pemilihan.

 

Dalam mengakomodasi dinamika warga kompleks Perumahan Bojong Depok Baru 2, 
pengurus lewat Panitia Porsenipar telah berhasil menyelenggarakan Pekan Olah 
Raga, Seni, dan Pariwisata se BDB-2 pada 2007 dengan aman dan damai.

 

"Semua itu terlaksana dengan baik berkat kerja kolektif yang merupakan wujud 
dukungan serta sikap positif warga dalam memberikan sumbangsihnya untuk 
lingkungan. Tidak sekedar dari pengurus saja", kata Zainal menyimpulkan.

 

Nilai Strategis Pembinaan Pemuda / Remaja 

 

Meskipun beberapa kegiatan dinilai berhasil dalam pelaksanaannya, Zainal 
memohon permintaan maaf kepada warga karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) 
yang harus dilanjutkan pada kepengurusan yang akan datang. "Menyusun struktur 
kepengurusan yang ramping tapi efektif perlu diterapkan. Di kepengurusan yang 
lalu tidak semua pengurus yang berjumlah 45 orang dapat bekerja efektif ", 
tambahnya lagi. PR yang lain termasuk pembangunan sekretariat yang iurannya 
sebagian telah terkumpul dari warga.

 

Beliau juga berpesan kepada pengurus baru nanti untuk melanjutkan pembinaan 
terhadap remaja dan pemuda yang selama ini sudah berjalan. Selain untuk 
ketahanan lingkungan, pembinaan ini juga ditujukan untuk memberikan bekal 
kepada mereka terutama mental yang kuat manakala mereka harus terjun ke 
masyarakat meskipun mungkin mereka tidak lagi tinggal di BDB-2 ini. "Mereka 
adalah penerus kita-kita", pungkasnya.

 

Sebagai catatan, dalam dua tahun terakhir remaja RW-14 yang tergabung dalam 
IRRWEB (Ikatan Remaja RW Empat Belas) telah melaksanakan 3 kali kegiatan 
jambore, 2 kegiatan jamboree untuk remaja itu sendiri dan satu kegiatan 
jamboree yang dilaksanakan remaja untuk adik-adiknya (usia SMP kelas 2 dan SD).

 

Pererat Kerukunan dan Persaudaraan Warga

 

Dalam kesempatan lain ketika tiba acara "kesan dan pesan" dari warga, Chandra 
Ismet, salah seorang calon dengan perolehan suara berada di peringkat ketiga 
menyampaikan beberapa keberhasilan yang telah dicapai pengurus lama. Selain 
itu, dia juga berharap agar pengurus baru dapat lebih mempererat kerukunan dan 
persaudaraan antar-warga.

 

"Kita inginkan kerukunan dan persaudaraan antar-warga dapat dirasakan 
sebagaimana pernah kita rasakan pada awal pembentukan lingkungan ini, saat 
belum terbentuk kepengurusan RT maupun RW dulu", katanya sedikit bernostalgia.

 

Chandra dan juga Jauhari termasuk orang-orang pertama di blok D (terdiri dari 
DA sampai dengan DZ) yang menghuni rumah di BDB-2 pada sekitar tahun 1998. Oleh 
karena itu, terpilihnya beliau sekaligus juga merupakan bentuk penghargaan 
warga atas kesenioran beliau.

 

Hal Lain yang Menjadi Prioritas

 

Kerukunan warga tentu saja menjadi yang paling utama dari segala kegiatan yang 
dimotori pengurus RT dan RW. Ini semacam harga mati dan prioritas dari segala 
kegiatan. Di samping itu, pembinaan kepemudaan menjadi strategis dalam rangka 
ketahanan lingkungan. Lantas, apalagi yang masuk kategori penting dan pantas 
dijadikan prioritas?

 

Dari pengamatan selama ini, prioritas yang patut mendapat perhatian adalah 
kebersihan dan berikutnya keamanan.

 

Pengalaman selama ini menunjukkan, jika timbul masalah pengelolaan sampah / 
kebersihan maka keresahan warga akan mengemuka dan demikian terasa. Pola 
pendekatan pengurus lama kepada warga yang punya akses ke Dinas Kebersihan 
perlu tetap dipertahankan. 

 

Masalah keamanan juga bukan hal yang sepele. Modus-modus gangguan keamanan 
termasuk potensi gangguan keamanan yang sering berubah mengharuskan kita tetap 
selalu waspada. Pengamanan mandiri warga yang mestinya terus dikomunikasikan 
hendaknya dibarengi dengan pola pengamanan lingkungan yang terpadu termasuk 
kemungkinan kerja sama dengan RW tetangga.

 

Untuk dapat melaksanakan hal-hal yang menjadi prioritas di atas, komunikasi 
kepada warga baik langsung maupun melalui perangkat pengurus RT dan juga 
pengurus RW sendiri menjadi penting. Itu pula yang diharapkan Yudhi, ketua RT 
06/14 yang baru terpilih beberapa bulan yang lalu di sesi acara "kesan dan 
pesan". Tak berlebihan kiranya, jika suatu saat ketua terpilih berkesempatan 
melakukan peninjauan apakah di suatu RT tersedia "sarana komunikasi warga" 
semisal papan kegiatan / pengumuman selain rapat warga sehingga setiap arahan 
maupun edaran dari RW dapat juga diketahui seluruh warga di samping sarana 
milis bagi warga yang memiliki akses internet.

 

A Friend Indeed is A Friend In Need

 

Tidak dipungkiri kiranya bahwa keberhasilan kepengurusan adalah juga 
keberhasilan kolektif. Artinya, seorang ketua pengurus akan sangat terbantu 
dalam melaksanakan kegiatan atau program manakala disupport oleh perangkat 
kepengurusannya secara optimal. Dalam kamus saya dibutuhkan a friend indeed 
(kawan "sesungguhnya / sejati") yang duduk dalam kepengurusan. Yaitu kawan yang 
bisa bekerja sama pada saat dibutuhkan (in need). Dan, kawan (baca: warga) 
seperti ini selalu saja ada seperti halnya kebalikan dari yang seperti ini.

 

"Saya tidak berjanji muluk-muluk dalam melaksanakan amanah warga ini. Dan, 
langkah pertama yang akan saya lakukan adalah menyusun kepengurusan. 
Selanjutnya, inventarisasi hal-hal yang prioritas untuk dilaksanakan", ungkap 
Jauhari secara singkat dalam sambutan setelah proses serah terima itu.

 

Selamat bekerja, berkhidmat dan beribadah kepada Ketua dan Pengurus Baru RW-14, 
Allah senantiasa merakhmati kepada siapapun yang tulus mengemban amanah. Amiiin 
.

 

 

(Jaeroni Setyadhi, Warga RW-14)

* Semoga dalam setiap perbuatan ada kebaikan. Semoga dalam setiap kebaikan ada 
ketulusan. Semoga dalam setiap ketulusan ada berkah. Dan, semoga di setiap 
berkah ada kita semua. ****

Kirim email ke