Mudah-mudahan kabar bagus buat warga Gaperi, khususnya yang menggunakan moda transportasi kereta rel listrik.
----- Original Message ----- From: FUTSALkrlmania To: [email protected] Sent: Thursday, July 15, 2010 7:58 AM Subject: [KRLMania.com] Stasiun Bogor Tiru Pengelolaan Stasiun Beos http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/07/14/stasiun-bogor-tiru-beos Stasiun Bogor Tiru Pengelolaan Stasiun Beos Rabu, 14 Juli 2010 - 21:38 WIB BOGOR (Pos Kota) – Kemacetan di Bogor sudah menjadi masalah klasik. Salah satu penyebab menumpuknya jumlah kendaraan di Kota Bogor adalah akibat terfokusnya pemberangkatan Kereta Api dari Stasiun. Kota Bogor yang terletak persis di jantung Kota Bogor, Jalan Nyi Raja Permas. Hal ini mengakibatkan berbondong-bondongnya angkutan kota (angkot) masuk dan keluar menuju stasiun. Untuk itu, pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kini berupaya memecahkan masalah kemacetan di Bogor dengan cara membatasi jumlah kereta api yang masuk ke Stasiun Kota Bogor. Ke depan, studi kasus pemindahan pusat keberangkatan kereta api dari St. Beos ke St. Gambir mungkin akan diadopsi oleh pemerintah Kota Bogor. Hal ini akan diusulkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kepada PT KAI selaku operator perkeretaapian di Indonesia sebagai solusi ini menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan di kota Bogor. Diketahui, dari hasil pengamatan sementara, hampir 80% pengguna kereta api adalah warga Kabupaten Bogor, bukan warga Kota Bogor. Namun, karena keberangkatan kereta berpusat di Kota Bogor, membuat warga Kabupaten Bogor setiap harinya berduyun-duyun masuk ke wilayah kota Bogor . Ini berdampak langsung pada kemacetan dan kesemerawutan di kota. “Bagaimana Pak Wali kalau di stop saja stasiun kereta di Bogor. Karena 80% pengguna kereta adalah warga kabupaten, dengan adanya penumpang yang berpindah dari kereta ke angkot, maka angkot berebut masuk ke wilayah jantung kota bogor. Tidak ada lagi mereka menggubris aturan lalu lintas. Siapa yang akan menyetop mereka kalau mereka masuk pagi-pagi dan menjemput kembali pada jam 5 sore sampai jam 9 malam. “Ini termasuk salah satu rekayasa lalun lintas yang harus kita kembangkan,” kata Bupati Bogor Rachmat Yassin dalam acara Bogor Economic Summit, di Hotel Novotel Bogor, Rabu (14/7) Walikota Bogor Diani Budiarto pun sepakat dengan ide tersebut. Menurutnya, pihaknya kini telah memberikan data dan masukan kepada PT KAI. Usulannya yaitu stasiun utama akan dibuka di Cilebut. Kemudian akan dibuka akses ke Parung, Bojong dan pusat kota. “Sekarang kan banyak orang kabupaten yang ke kota terus ke kabupaten lagi, jadi nanti orang kabupaten tidak perlu ke kota lagi. Ini masalah akses saja. Yang bikin penuh kan orang kabupaten, coba lihat kalau pagi. Jadi ini bukan mengambil alih, tetapi hanya memindahkan saja. Seperti halnya antara Stasiun Gambir dan Stasiun Kota. Ini bukan hal baru (di dunia perkeretaapian),” ungkapnya. Diani pun menekankan bahwa Stasiun Bogor tetap beroperasi. Namun pemberangkatan kereta tidak lagi dipusatkan di Bogor, tetapi di Cilebut. “Stasiun Bogor masih beroperasi, seperti Stasiun Kota dan Gambir. Sekarang tidak semua kereta masuk ke Stasiun Kota, tapi ke gambir. Jadi hanya yang masuk ke kota yang turun di situ, sisanya turun di sana (Stasiun Gambir),” jelasnya. Namun, Diani menegaskan bahwa sekali lagi, pilihan tersebut akan diputuskan oleh PT KAI. Bukan pemerintah Kota Bogor, apalagi Pemerintah Kabupaten Bogor. “Ini tergantung PT KAI. Yang menentukan pindah kemana itu bukan kita, kita hanya memberikan masukan saja, ini kondisinya begini. PT KAI yang menentukan,” kata Diani. Tentunya, masyarakat Bogor berharap bahwa apapun yang akan diputuskan kelak, adalah keputusan yang terbaik demi kemashalatan bersama, bukan demi keuntungan satu atau segelintir orang semata. (yopi/dms) -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
